Viva Gaza Malaysia :: KONVOI FREEDOM FLOTILLA 4 GAZA

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Tuesday, May 25, 2010

Erdogan: "Israel Jangan Cuba - Cuba Untuk Usik Kapal Bantuan Gaza"

Pemerintahan di Ankara memperingatkan Rezim Zionis Israel terkait kemungkinan adanya intervensi terhadap kapal pengangkut bantuan kemanusiaan dari Turki ke Gaza. Surat kabar Aksam, terbitan Turki mengutip laporan situs Debkafile menuliskan bahwa Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengerahkan helikopter untuk mengawal kapal pengangkut bantuan, bila Israel berani mencoba mengganggu kapal milik Turki tersebut.

Menyinggung kedekatan situs Debkafile dengan badan-badan intelijen Zionis Israel, surat kabar Aksam menulis, Israel menganggap ancaman Turki itu sebagai sebuah ultimatum. Kapal pengangkut bantuan Gaza yang bertolak dari Turki itu adalah konvoi bantuan kemanusiaan ketiga dari seluruh dunia untuk kepedulian terhadap Palestina. Konvoi ini juga berupaya menjebol aksi blokade yang diterapkan Zionis Israel terhadap kawasan jalur Gaza. Kapal Turki itu selain mengangkut bahan-bahan makanan dan obat-obatan, juga mengangkat alat-alat berat konstruksi dan generator.

Peter Anggota Rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza Masuk Islam


Istanbul- Ahad 23/05/10 pukul 22.00 waktu Istanbul, di depan kantor IHH, bertepatan dengan pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza, telah diadakan acara tasyakuran atas masuk Islamnya Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih.

Ancaman Israel Tak Menyurutkan Rencana Pelayaran ke Gaza


Ancaman Israel yang menyatakan akan menghadang bantuan untuk Palestina bahkan akan mengebom konvoi kapal yang berlayar ke Gaza (Flotilla to Gaza) tak menyurutkan sedikitpun langkah dan persiapan yang dilakukan seluruh partisipan pelayaran. Organisasi IHH Turki bahkan merespon ancaman Israel tersebut dengan membeli satu lagi kapal largo yang mampu menampung 4,400 ton barang sehingga total kapal yang akan berlayar ke Gaza sebanyak 9 buah.
Dipastikan sekitar 50 negara akan mengikuti “Flotilla to Gaza” tahun ini. Semua persiapan semakin intensif dilakukan dan rencana pelayaran tetap akan dimulai sesuai jadwal. Saat ini seluruh partisipan pelayaran sudah berkumpul di Istanbul, termasuk tim dari MER-C Indonesia. Semua anggota Tim MER-C untuk Gaza yang berjumlah 5 orang sudah berada di Istanbul sejak Kamis siang waktu setempat.

Sunday, May 23, 2010

Eramuslim : Pendatang Yahudi Serang Petani Palestina



                                                                Petani di Palestina

Sekelompok pendatang Yahudi Israel bersenjata menyerang petani Palestina di sebuah desa di Tebing Barat, memaksa mereka untuk meninggalkan tanah mereka, kata saksi di lokasi kejadian. Pendatang Yahudi mengancam petani untuk segera meninggalkan ladang mereka di desa Qusra atau mereka akan menghadapi masalah apabila mereka masih nekad tinggal di situ, bilik berita 'Maan' melaporkan pada hari Jumat kelmarin (21/5).

Para petani Palestina dihalau dari tanah mereka, kata Ghassan Doughlas, yang bertanggung jawab atas penyelesaian kegiatan di Tebing Barat utara. Pejabat rasmi Palestina telah meminta masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan bagi warga Palestina dari kekerasan yang dilakukan oleh para pendatang Yahudi. Doughlas mengatakan bahwa agresi berkelanjutan dari para pendatang Yahudi dapat merosak harapan bagi terciptanya solusi perdamaian di Palestina.

Saturday, May 22, 2010

Mapim Hantar Wakil Ke Gaza

KUALA LUMPUR, 20 Mei : Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) akan menghantar seorang wakil menyertai misi pelayaran menghantar bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.
Setiausaha jawatankuasa inisiatif Malaysia untuk pembebasan Palestin-Mapim, Mustapa Mansor, akan berangkat ke Athens, Greece pada jam 2 pagi esok.

Beliau akan bersama dengan 600 aktivis Free Gaza Movement daripada 20 negara termasuk tokoh-tokoh aktivis NGO antarabangsa, ahli parlimen Eropah, selebriti, jurnalis, petugas media, dan pemenang Noble Peace.

Mereka akan berlayar dengan lima buah kapal penumpang dan tiga kargo yang memuatkan 5,000 tong bahan bantuan berupa ubat-ubatan, makanan, bahan binaan dan alat-alat persekolahan kanak-kanak.

Sebelum itu, kesemua aktivis ini akan berkumpul di Heraklion untuk mengadakan latihan persiapan sebelum berlayar di laut Meditterianian menuju ke pantai Gaza dalam misi Freedom Flotilla.

Menurut Setiausaha Agung Mapim, Mohd Azmi Abdul hamid, Mustafa dipilih menyertai misi itu kerana beliau sudah berpengalaman dalam misi bantuan kemanusiaan dan pernah berkerjasama dengan aktivis dari negara lain.

"Mustafa dipilih sebab beliau sudah berpengalaman dalam misi kemanusiaan dan sudah mempunyai 'contact' dengan aktivis-sktivis negara lain selain komitmen yang beliau tunjukkan selama bersama-sama Mapim," katanya pada satu sidang media di Pejabat Harakah, Jalan Pahang, dekat sini, hari ini.

Sebelum ini, Mustafa pernah menyertai misi ke Gaza pada 2009 namun tidak dibenarkan masuk selain menyertai misi ke Padang dan Acheh, Indonesia dan beberapa tempat lain lagi.

Azmi juga meminta seluruh rakyat mendoakan keselamatan Mustafa sepanjang berada di sana kerana pelayaran kapal Freedom Flotilla dijangka akan berdepan dengan angkatan tentera laut Israel yang akan berusaha menyekat mereka daripada memasuki Gaza.

"Saya berharap kita semua mendoakan keselamatan Mustapa yang telah melakukan satu pengorbanan meninggalkan keluarga untuk menyertai misi ini dan kami juga akan mengadakan solat hajat di Ipoh malam ini," katanya.

Beliau juga memberitahu, Kelab Penyokong Kerajaan Barisan Nasional (BNBBC) menerima cadangan mereka untuk membawa usul mengenai keganasan Israel terhadap Palestin pada persidangan Parlimen Jun depan.

Sementara itu, Mustafa yang turut hadir pada sidang media berkenaan menyatakan komitmen untuk memastikan bantuan yang dibawa dapat disampaikan kepada rakyat Gaza.

"Saya memberikan komitmen untuk memastikan bantuan yang dibawa dapat disamapaikan kepada rakyat Gaza walaupun saya sedar banyak cabran yang menanti. InsyaAllah saya akan bertahan sehingga bantuan itu dapat diserahkan," katanya.

Mustafa juga akan mengumpul segala maklumat mengenai keadaan terkini rakyat Gaza dan mengahantar maklumat setiap hari kepada Mapim untuk dihebahkan kepada rakyat Malaysia.

Pada sidang media itu, Azmi turut menyerahkan cek berjumlah RM50,000 hasil kutipan dana dari beberapa NGO dan organisasi politik termasuk Jaringan Muafakat NGO Islam Perak (Jama'iy), Teras Pengupayaan Melayu Malaysia (Teras), Shura Muafakat NGO Islam Kedah (Wedah), Jaringan NGO Islam pahang (Barakah), Paksi Kedah, yayasan Amal Kedah, Bakun, Salimah dan Pemuda PAS Kedah.

Wednesday, May 19, 2010

Israel Akan Hadang Kapal Pembawa Bantuan Palestina

Israel Akan Hadang Kapal Pembawa Bantuan Palestina

Selasa, 18/05/2010 13:18 WIB

KNRP - Seorang pejabat senior Israel, Senin, mengatakan kepada para diplomat Eropah bahawa rencana oleh para aktivis pro Palestina untuk mematahkan blokade angkatan laut Israel terhadap Jalur Gaza adalah "provokatif" dan tindakan itu akan dihentikan.

Gerakan Gaza Merdeka, kelompok internasional yang berusaha untuk mengapalkan barang-barang kemanusiaan dan aktivis ke jalur pantai itu, bermaksud untuk mengirim tiga kapal barang dan lima kapal penumpang ke Gaza dari Irlandia, Yunani dan Turki.

"Ini adalah provokasi dan pelanggaran atas undang-undang Israel," kata Naor Gilon, wakil direktur jenderal kementerian luar negeri Israel, pada duta besar Irlandia, Yunani, Turki dan Swedia, yang warganya, menurut kementerian itu, terlibat dalam rencana tersebut.

Gilon mengatakan, seperti dikutip oleh sebuah pernyataan kementerian luar negeri, bahwa Israel tidak punya maksud untuk membolehkan armada kecil itu masuk Gaza.

Laman Internet Free Gaza Movement menjelaskan bahwa kapal Rachel Corrie berbobot 1.200 ton telah meninggalkan Dudalk di Irlandia pada 14 Mei dan akan bertemu dengan dua kapal lainnya di Laut Tengah. Gerakan itu menyebut ketiga kapal yang akan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza tersebut sebagai "Freedom Frotilla".

Israel telah mempertahankan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak gerakan Islam Hamas merebut kekuasaan di wilayah itu pada 2007, setelah mengalahkan saingannya Fatah dalam pertempuran sengit.

Juni lalu kapal Israel mencegat sebuah kapal yang membawa sejumlah wartawan dan aktivis, termasuk penerima hadiah Nobel perdamaian Irlandia, Mairead Maguire, dari Siprus ke Gaza dan menariknya ke pelabuhan Ashdod di Israel selatan.

Para awak dan penumpang kapal bantuan Palestina itu pulang setelah diinterogasi oleh polisi Israel.

MV Rachel Corrie dinamai sama dengan aktivis AS yang diremukkan hingga tewas oleh sebuah buldoser militer Israel dalam demonsrasi pro Palestina di Jalur Gaza pada 2003. (ANTARA)

Sunday, May 2, 2010

Tabligh Akbar dan Konsert Nasyid Untuk Kemanusiaan 25 April 2010


Selasa, 27/04/2010 15:14 WIB

Tabligh Akbar dan Konser Nasyid Untuk Kemanusiaan 25 April 2010

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), HPA International dan IZIS Production Mempersembahkan Tabligh Akbar dan Konsert Nasyid Untuk Kemanusiaan serta Launching Album Raihan. Acara yang diselenggarakan (25/04) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta menghadirkan para orator, diantaranya; Tuan Haji Ismail bin Ahmad, Dra. Yoyoh Yusroh, Ir. Tifatul Sembiring (MENKOMINFO), Dr. Muqoddam Cholil, MA (Ketua Harian KNRP), MA, KH. MZ. Fadzlan Garamathan (Ulama Irian Jaya).

Wednesday, April 21, 2010

Tahanan Palestina Di Penjara Mesir Sangat Tersiksa

Kondisi Tahanan Palestina di Penjara Mesir Sangat Buruk

Isnin, 19/04/2010 21:24 WIB

 
KNRP - Keluarga dari tahanan Palestina di penjara-penjara Mesir meminta pemerintah Mesir untuk melepaskan tahanan bernama Mohamed Al-Sayyed dari penjara Abu Zaabal. Permintaan ini dikeluarkan pihak keluarga karena kondisi kesehatan Sayyed memburuk setelah menderita luka-luka akibat penyiksaan berat.
Juru bicara keluarga mengatakan pada jumpa pers yang diadakan pada Minggu (18/4) di Gaza bahwa sikap keras Mesir dalam menghukum pemuda Palestina di penjara-penjara, sangatlah tidak berdasar.

Sementara itu, saudara dari tahanan Sayyed mengatakan bahwa beberapa orang warga negara Mesir yang dibebaskan baru-baru ini dari penjara Abu Zaabal mengatakan bahwa ia melihat Sayyed muntah dan buang air besar bercampur darah.

Atas dasar itu, ia menjelaskan bahwa mereka meminta pengurus penjara Mesir untuk mengirim Sayyed ke dokter. Sayangnya permintaan pihak keluarga tidak menanggapi dan membiarkannya dalam kurungan tersendiri sampai keesokan harinya.

Dia juga menyampaikan bahwa setelah dokter penjara melihat kondisi Sayyed, dokter menjelaskan bahwa kebutuhan medis yang diperlukan Sayyed tidak tersedia dalam penjara. Namun pihak adminisitasi penjara tetap menolak memberikan perhatian lebih. Kondisi semacam ini jelas membuat adik Sayyed dan keluarganya cemas dengan kesehatan kakaknya di dalam penjara yang mengalami kondisi kesehatan buruk hingga mengancam hidupnya .

Saudara Sayyid juga meminta semua warga Arab dan organisasi hak asasi manusia internasional untuk segera campur tangan untuk melepaskan semua tahanan Palestina dari penjara-penjara Mesir.

Arab Saudi dan Bahrain - Kutuk Israeil Atas Kepungan Gaza

Arab Saudi dan Bahrain Keluarkan Pernyataan Mengutuk Pengepungan Gaza

Selasa, 20/04/2010 22:49 WIB



KNRP - Arab Saudi dan Bahrain telah menyatakan keprihatinan atas pengepungan yang dilakukan oleh Israel secara terus-menerus pada orang-orang Palestina, terutama yang terjadi di Jalur Gaza. Mereka pun menyerukan agar pengepungan yang tidak manusiawi tersebut segera diakhiri.

Sebuah pernyataan bersama dikeluarkan pada akhir kunjungan Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz ke Bahrain pada hari Senin (19/4). Pernyataan bersama tersebut berisi kekecewaan atas pengepungan berkepanjangan yang menindas ribuan rakyat Palestina.

Mereka berharap bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa akan memainkan peran mereka dalam proses negosiasi antara kedua pihak yang bersitegang.

Wednesday, April 14, 2010

Kapal Bantuan Turki Dan Eropah Ke Gaza

Kapal Bantuan Turki dan Eropa Masuk Gaza

Rabu, 14/04/2010 10:29 WIB



Kapal bantuan dari Turki dan Eropa akan memasuki Gaza. Diantaranya dua kapal dari Turki, dan 3 dari Eropa, yang jumlah semuanya 8 kapal, rencananya akan memasuki Gaza, di bulan Mei ini.
Lembaga bantuan kemanusiaan IHH Turki, merencanakan akan mengirim kapal bantuan ke Gaza untuk membuka blokade Israel terhadap rakyat Gaza. Presiden IHH Bulent Yildirin, dan Sekjen Koordinator Gerakan Islam di Eropa, Mohammed Salava, menyelenggarakan konferensi pers, di dekat Laut Marmara.

Kapal 'Mavi Marmara' yang berasal dari perusahaan IDO (Istambul Deniz Otobusleri), yang mengoperasikan kapal-kapal yang memiliki kapasitas 200 ton kargo dan 1080 penumpang merencanakan melakukan pelayaran kemanusiaan, bersama dengan organisasi kemanusiaan, dan para aktivis hak-hak asasi manusia, artis, intelektual, wartawan, pengarang, yang jumlah diperkirakan lebih dari 500 orang akan menembus blokade Israel terhadap Gaza, 15 Mei mendatang.

Kapal ini akan membawa obat-obatan, makanan dan bahan-bahan bangunan yang sangat diperlukan oleh penduduk Gaza. Beberapa pengarang dan perwakilan gerakan masyarakat sipil telah terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Termasuk tiga orang Palestina, yang dirawat di Turki akan ikut dalam misi itu, dan akan menjadi 'tameng' menghadapi blokade Israel, bersama dengan kapal Mavi Marmara.

Yildirim menolak gerakan yang mereka lakukan merupakan bagian dari Partai AKP. "Tidak partai politik dibelakang gerakan kami. Semua masyarakat mendukung kami", ucap Yildirim.
Tidak ada yang berhak menghalangi-halangi gerakan damai ini, ujar Yildirim. "Semua gerakan ini berdasar pada rasa kemanusiaan. Kami mengharapakn adanya kesadaran kolektif terhadap kondisi rakyat Gaza. Kami akan mengangkut ribuan ton bantuan bagi 1.5 juta rakyat Gaza", tambah Yildirim.

Info sebelum ini dari eramuslim.com:

Erdogan, Chavez, dan Zuma akan Pimpin Konvoi untuk Gaza

Selasa, 19/01/2010 19:18 WIB
Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan, Presiden Venezuela Hugo Chavez, dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma berencana akan ikut serta dan memimpin konvoi internasional untuk Gaza yang rencananya akan mulai bergerak pada Mei nanti.
 


Dhiya Jad, juru bicara Gerakan Internasional untuk Melawan Globalisasi Amerika dan Zionis, mengatakan jika ketiga pemimpin negara itu akan bergabung dengan konfoi pada bulan Maret mendatang. Ketiganya juga berencana untuk ikut serta dalam konvoi internasional untuk Gaza lainnya, yaitu Gaza Without Limit yang akan bertolak pada April berikutnya.

Jad mengatakan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi akan keikutsertaan ketiga pemimpin negara itu dari Dewan Rakyat Palestina yang bertugas menyambut tamu internasional yang datang ke Gaza.
Ditambahkannya, ketiga tokoh itu akan ikut menaiki kapal laut yang membawa serta beberapa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.

Ribuan Terowong Hayat Di Gaza Mahu Ditutup Oleh Mesir

Ekonomi pasaran gelap di Genting Gaza

HAMPIR 90 peratus ekonomi Genting Gaza kini bergantung kepada terowong-terowong yang dibina dekat sempadan wilayah itu dengan Mesir. Dalam kata lain, ekonomi wilayah itu bergantung kepada kegiatan penyeludupan yang terpaksa dilakukan akibat sekatan rejim Israel. Kebanyakan terowong terletak 30 meter di bawah tanah. Pelbagai barangan dibawa masuk seperti enjin kereta, permaidani dan ternakan.

Mesir yang menghadapi tekanan dari Amerika Syarikat (AS) dan Israel berusaha menghalang kegiatan penyeludupan dengan membina tembok konkrit. Alasannya ialah terowong itu digunakan untuk membawa masuk bahan-bahan bagi membuat bahan letupan yang digunakan untuk menyerang Israel.
Namun, hakikatnya terowong-terowong itu menjadi nadi yang menyambung kehidupan rakyat Palestin di Gaza. Turut dibawa masuk menerusi terowong itu ialah guli untuk permainan kanak-kanak.

Abu Mohammed, 35, ialah antara pemilik terowong. Beliau tidak bimbang dengan tindakan Mesir cuba menutup terowong. Menurutnya, hampir 500 terowong kecil sudah ditutup tetapi terdapat 700 terowong lain yang masih beroperasi. Sekatan Israel sejak lebih tiga tahun lalu menyebabkan ekonomi Gaza sangat bergantung kepada kewujudan terowong-terowong berkenaan. Israel hanya membenarkan kemasukan barangan keperluan kemanusiaan dalam jumlah yang sangat terhad. Serangan rejim Tel Aviv pada tahun lalu menyebabkan hampir semua perniagaan di Gaza musnah.
Kini ekonomi pasaran gelap kembali menguasai bandar Rafah di selatan Gaza yang bersempadan dengan Mesir. 

Abu Mohammed berkata, kewujudan terowong itu turut membantu meningkatkan taraf hidup penduduk. "Seorang kawan saya yang dahulu hidup susah kini mampu memiliki tiga kereta baru," katanya.

Terowong-terowong itu berkembang menjadi prasarana unik ekonomi dengan membolehkan segala-galanya dibawa masuk, termasuk manusia, peti sejuk dan haiwan untuk dipelihara dalam zoo seperti singa. Pembinaan terowong menelan belanja yang mahal dan sokongan daripada pelabur diperlukan. Seseorang pelabur boleh membuat keuntungan besar tetapi turut menghadapi risiko kehilangan segala wang pelaburan. Sesebuah terowong murah menelan kos AS$60,000 (RM191,460) untuk dibina. Kebenaran perlu diminta daripada Hamas untuk membina terowong.

Gaza yang mempunyai 1.5 juta penduduk tidak menghadapi masalah untuk mendapatkan tenaga kerja bagi kegiatan penyeludupan. Kawasan sempadan itu seperti medan perang yang dipenuhi dengan pelbagai khemah. Khemah-khemah itu sebenarnya diwujudkan untuk melindungi pintu masuk terowong dan menjadi tempat simpanan barang seludup.

Apa yang menarik, terowong itu dilengkapi kemudahan seperti interkom manakala dindingnya dibuat daripada tanah liat. Keadaan dalam terowong mempunyai sistem udara yang baik, bersih dan teratur.
Terowong besar untuk menyeludup kereta tidak begitu banyak kerana ia menelan belanja mahal untuk dibina. Harga sesebuah kereta yang diseludup meningkat dua kali ganda selepas tiba di Gaza. Beberapa terowong khas dibina untuk membawa masuk ternakan. Terowong untuk tujuan itu biasanya tidak panjang dan mempunyai jalan masuk ke banyak kawasan dekat sempadan.

"Sebanyak 90 peratus ekonomi Gaza adalah berasaskan pasaran gelap pada masa ini," kata seorang pakar ekonomi di Gaza, Omar Shaban. "Mereka yang terlibat menjadi jutawan dalam masa singkat," katanya. Beliau bimbang kekayaan itu akan membolehkan penyeludup membeli pengaruh politik. "Mereka mungkin menjadi pemimpin kami pada masa hadapan," katanya. Omar memberi amaran bahawa golongan tersebut tidak berminat dengan keamanan. Namun, tidak ramai penduduk di wilayah itu percaya keamanan akan wujud.

Sumber dipetik: Sinar Harian, 14 April

Haluan Palestin Sasar 10 Juta Dana Untuk Gaza

Hayat Gaza sasar RM10 juta

KUALA LUMPUR – Konvoi talian hayat Gaza (Lifeline4Gaza) keempat yang akan diadakan pertengahan Mei depan merupakan konvoi terbesar setakat ini dengan sasaran kutipan RM10 juta melibatkan 20 kapal dan 10,000 penyertaan.

Pengerusi Biro Haluan Palestin (Haluan), Noorazman Mohd Shamsuddin berkata, konvoi yang diketuai pertubuhan bulan kerajaan (NGO) antarabangsa Turki, Foundation for Human Rights & Freedoms & Humanitarian Releif (IHH) ini akan melalui sekatan rejim Zionis Israel untuk menghantar bantuan keperluan asas seperti makanan, minuman, perubatan dan bahan binaan.

Menurutnya, konvoi akan merentasi Laut Mediterranean di Istanbul, Cyprus dan terus ke Gaza melalui jalan laut dengan kerjasama Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan yang mempunyai hubungan diplomatik melalui Perjanjian Keselamatan dengan rejim Israel.

“Untuk menjayakan bantuan kemanusiaan ini, IHH yang mewakili NGO di Turki dan Eropah melantik Haluan di bawah Biro Haluan Palestin untuk mewakili NGO di Malaysia sebagai penyelaras bagi semua sumbangan di Malaysia dan Brunei.

“Justeru, Haluan menyeru kepada semua institusi, organisasi, syarikat dan individu yang prihatin supaya menyokong kempen ini dengan menganjurkan sebarang aktiviti yang dapat menyumbang kepada rakyat Palestin seperti solat hajat, derma, majlis amal, ceramah mahupun forum penerangan permasalahan Palestin khususnya di Gaza sekarang,” katanya dalam sidang media pada Majlis Pelancaran Projek Lifeline4Gaza di Hotel Putra Kuala Lumpur semalam.

Hadir sama, Pengerusi Haluan, Dr Abdullah Sudin Ab Rahman yang merasmikan majlis dan beberapa wakil NGO seluruh Malaysia yang turut bekerjasama menjayakan misi kemanusiaan ini.

Noorazman berkata, projek ini menyasarkan kutipan RM10 juta bagi membiayai pembelian kapal, kargo dan barangan keperluan yang akan disumbangkan kepada mangsa-mangsa keganasan di Gaza.

NGO yang terlibat adalah Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim), Palestinian Center of Excellence (Pace), Aqsa Syarif Berhad, Dewan Pemuda Masjid Malaysia, Pertubuhan Mawaddah Malaysia dan lain-lain serta beberapa agensi kerajaan seperti Jabatan Agama Negeri, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Kementerian Pelajaran, Persatuan Mahasiswa dan beberapa IPTA dan IPTS di negara ini.

“Setakat hari ini, iaitu selepas dua minggu kempen Lifeline4Gaza ini diadakan, kita berjaya mengumpul sebanyak RM59,000 dan berharap jumlah itu akan terus bertambah dari semasa ke semasa sehingga mencapai jumlah sasaran.

“Haluan turut mengalu-alukan VVIP, Aktivis, Diplomat, Ahli Politik, Selebriti mahupun individu menyertai konvoi ini untuk melihat sendiri mangsa keganasan Israel,” katanya.

Sumbangan boleh disalurkan ke akaun Maybank Berhad atas nama ‘Tabung Palestin Haluan’ di nombor 5644 9020 8528.

KISPA Dan MER-C Akan Berangkat Bersama Dengan Rombongan Dari Turki Ke Gaza

KISPA Berangkat ke Gaza Bersama Viva Palestina Ke-4

Selasa, 13/04/2010 20:40 WIB



KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), dengan izin Allah Ta'ala, akan mengirimkan tim relawan kemanusiaan untuk ikut serta bersama kafilah Viva Palestina ke-4 (Garis Kehidupan Menuju Gaza) yang akan berangkat dari Istanbul, Turki pertengahan bulan Mei 2010 mendatang.
Kafilah ini terdiri dari organisasi-organisasi kemasyarakatan dari berbagai negara di bawah IHH (Insani Yardim Vakfi), organisasi bantuan kemanusiaan terbesar di Turki. Misi kafilah ini untuk menembus blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan selama 4 tahun terakhir ini serta memakan korban ribuan jiwa, serta menyampaikan bantuan internasional secara langsung, terutama barang-barang yang selama ini dilarang masuk ke Gaza oleh Israel, seperti obat-obatan, peralatan rumah sakit dan bahan-bahan bangunan seperti semen dan besi-besi.

Minggu lalu, tim KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Sahabat Al-Aqsa, dan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dari Indonesia melakukan pertemuan khusus dengan Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim di markasnya di Istanbul, Turki. Pada kesempatan yang sama, tim dari ketiga organisasi Indonesia juga mengunjungi kapal Marvi Marmara yang dibeli oleh IHH untuk kepentingan kafilah ini. Dalam misinya kali ini, KISPA akan menyalurkan sumbangan masyarakat Indonesia untuk program tahfizh bagi anak-anak Palestina, bantuan paket alat-alat sekolah bagi ratusan anak yatim, pengadaan laptop bagi para guru, pembangunan sumur-sumur air minum, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas, bekerja sama dengan IHH dan yayasan-yayasan di Gaza.

Masyarakat Indonesia diserukan untuk ikut menyalurkan bantuan langsung ke Gaza ini lewat Rekening KISPA: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Slipi no. rek. 311.01856.22 a.n. Nurdin QQ KISPA, agar delegasi KISPA dengan izin Allah bisa menyerahkan bantuan itu langsung ke pemerintah Palestina di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah dan rakyat Gaza. Sejak berdirinya tahun 2002, KISPA telah menyalurkan langsung dana dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina dan perjuangan membebaskan Masjidil Aqsha, kepada berbagai pihak yang dapat dipercaya di Palestina, diantaranya Al-Quds International Foundation pimpinan Syekh. Dr. Yusuf Al Qaradhawi dan Rabitah Ulama Palestina.

Setelah Gaza diserang Israel, relawan kemanusiaan KISPA dapat masuk dan berada di Gaza selama lima hari untuk menyampaikan bantuan rakyat Indonesia secara langsung kepada korban yang menderita, serta anak-anak yang mengikuti program menghafal Al Qur’an selama dua bulan. (Ferry Nur, Ketua KISPA).

MER-C akan Berlayar ke Gaza

Selasa, 13/04/2010 14:31 WIB


Walaupun perang 22 hari atas Gaza terjadi lebih dari 1000 hari yang lalu, tidak berarti bahwa penderitaan warga Gaza sudah berakhir. Blokade yang terus berlanjut, serta berbagai dampak langsung dari perang masih sangat membutuhkan perhatian dari masyarakat internasional. Hal inilah yang mendorong MER-C Indonesia untuk bergabung bersama 41 negara lainnya bulan Mei ini, bersama berbagai NGO-di antaranya IHH, Free Gaza Movement, European Campaign to End the Siege of Gaza, Global Perdana Malaysia, dan komunitas akademisi Yunani- untuk berlayar menuju Gaza. Flotila ini akan membawa berbagai bantuan seperti bantuan obat-obatan, kursi roda elektrik, bahan bangunan, dan berbagai keperluan untuk sekolah.





Misi ini juga mengharapkan kehadiran para tokoh internasional untuk menjadi saksi mata atas dampak dari blokade dan perang terhadap tanah Gaza dan warganya. Khusus bagi MER-C sendiri, flotila ini merupakan kesempatan yang tidak bisa dilewatkan, sehubungan dengan kebutuhan untuk menindaklanjuti rencana MER-C dalam membangun rumah sakit Indonesia di sebidang tanah di Gaza utara yang telah diwakafkan oleh pemerintahan Palestina di Gaza.

Alhamdulillah MER-C telah bertemu dengan berbagai NGO yang tergabung dalam flotila ini di Istanbul, Turki awal April lalu. IHH menjadi tuan rumah, mengadakan konfrensi pers dan telah menyediakan satu kapal penumpang berkapasitas 500 orang, serta satu kapal kargo bermuatan 3000 ton. Total kapal yang akan berlayar sampai saat konfrensi pers adalah 7 kapal laut. Dengan ini MER-C mengundang kehadiran wartawan, tokoh nasional dan internasional Indonesia untuk bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari peristiwa bersejarah ini. MER-C akan mengupayakan pengadaan kursi (seat) bagi semua elemen yang siap untuk berlayar menembus blokade Israel menuju Gaza.

MER-C masih terus menerima donasi untuk misi ini, yang akan kami salurkan untuk bersama-sama melunasi pembayaran beberapa kapal yang akan berlayar.

Donasi dapat disalurkan melalui:
Bank Syariah Mandiri (BSM), Cabang Kramat
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 009.0121.773

Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678

Semoga Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza.

Divisi Humas MER-C
Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440
Telp/Fax: 021-3159235 / 3159256
Call Center: 0811 99 0176
Website: www.mer-c.org

Sunday, April 11, 2010

Laporan Polis Berkaitan Dengan Isu APCO

Dr Mariah turut buat laporan polis isu APCO

KLANG, 11 April: Ahli Parlimen Kota Raja, Dr Siti Mariah Mahmud mengetuai rombongan Sekretariat Parlimen Kota Raja serta Dewan Pemuda PAS Kota Raja telah membuat laporan di Ibu Pejabat Polis daerah di sini, semalam berhubung APCO Worldwide Sdn Bhd. Beliau meminta pihak polis melakukan satu siasatan terperinci terhadap syarikat APCO Worldwide Sdn Bhd dan pembabitannya dengan kerajaan Malaysia.

Ini berkaitan satu perjanjian di antara Kerajaan Malaysia dan APCO Worldwide Sdn Bhd yang beralamat di Level 21 - Suite 21.01, The Garden South Tower, Mid Valley City, Lingkaran Syed Putra, 59200 Kuala Lumpur bagi satu perjanjian perkhidmatan iaitu "to provide services public relation, daily management and government relation outreach for government in United States".

Dokumen perjanjian tersebut telah dimeterai pada 24 Ogos 2009 di mana salinan letter of acceptance yang dikeluarkan oleh Jabatan Perdana Menteri bertarikh 15 Julai 2009 juga dilampirkan oleh Dr Mariah. Jumaat lepas, Ahli Parlimen Titiwangsa, Dr Lo' Lo' Mohd Ghazali juga membuat laporan berhubung perkara yang sama di Balai Polis Dang Wangi, Kuala Lumpur.

Sumber : Harakahdaily

Friday, April 9, 2010

Sidang Akhbar Dan Penyerahan Memorandum Di Parlimen

Pada 7 April 2010, bertempat di Ruang Legar, Lobi Parlimen Malaysia. Tuan Haji Mohd Azmi Abdul Hamid, s/u Agung MAPIM, Saudara Mustapa Mansor, Ketua Koordinator KNBGAZA bersama-sama beberapa wakil mahasiswa serta orang perseorangan telah bersama-sama menghadiri sidang akhbar serta penyerahan memorandum di Parlimen. Sidang akhbar juga turut dihadiri oleh YB Dato Hj Mahfuz Omar serta YB Saifuddin Nasution sebagai tanda sokongan terhadap misi kemanusiaan ini.

Penulis besama YB Dr.Lo'Lo' yang turut memberi sokongan kepada team Viva Gaza

YB Saifuddin Nasution turut hadir tanda sokongan

Sidang akhbar yang disertai oleh YB Dato' Hj Mahfuz Omar

Sidang akhbar yang berlangsung hampir 20 minit

Perbincangan bersama-sama Menteri di Jabatan Perdana Menteri

Penyerahan memorandum kepada YB Dato Seri Mohamed Nazri Abdul Aziz

Penyerahan memorandum turut diserahkan kepada Ketua Pembangkan, Dato Seri Anuar Ibrahim serta Speaker di Parlimen. Selain itu, surat jemputan turut diedarkan kepada hampir semua ahli parlimen agar sama-sama menyokong tindakan Mapim dalam menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza.

Reported by: Sis Isma

Kenyataan Media MAPIM Di Parlimen

MAPIM: Usah Tunduk Pada Israeil Jika Sokong 
Rakyat Palestin

Yesterday at 9:19am
Dari TV Selangor

Kerajaan tidak wajar tunduk kepada mana-mana kuasa Barat terutama negara berfahaman zionis jika menyokong perjuangan rakyat Palestin, tegas Setiausaha Agung Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Mohd Azmi Abdul Hamid.

Mapim hari ini hadir ke parlimen bagi menyerahkan surat kepada Speaker Dewan Rakyat, Ketua Pembangkang, dan Pengerusi Kelab Penyokong Kerajaan Barisan Nasional bagi mendapatkan sokongan terhadap memorandum Mapim yang akan dihantar kepada Setiausaha Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB).

“Kita merasakan bahawa kerajaan Malaysia, Parlimen dan juga rakyat untuk mengutuk dan mengecam tindakan Israel itu mesti digunai walaupun kita membuat satu pendirian pada tahun 2009.

Beliau berkata, Mapim mencadangkan Parlimen yang sedang bersidang ketika ini mengeluarkan satu resolusi khas mengutuk keganasan Yahudi Israel yang sehingga kini terus melakukan kekejaman ke atas rakyat Gaza.

“Yang kedua ialah kita ingin supaya Parlimen mengambil sedikit masa untuk membahaskan usul mengutuk dan mengecam Israel yang terus mengganas di Gaza dan dunia tidak berbuat apa-apa,” katanya.

Mapim turut mencadangkan Parlimen membentuk satu kaukus khas iaitu kaukus Malaysia untuk Palestin bagi membolehkan isu keganasan terhadap Gaza diberi fokus utama.

Beliau juga meminta dua orang ahli parlimen turut menyertai misi bantuan Gaza yang akan disertai aktivis pada 3 Mei ini dengan mengikuti rombongan kapal-kapal flotia ke sana.

“Kita minta dua orang dan yang lain itu siapa yang menyokong APCO jangan pergilah,” sindir beliau.

Wednesday, March 24, 2010

SEJARAH TELAH MEMBUKTIKAN..ISRAEL ITU TERORIS...

*



Pembantaian Demi Pembantaian Zionis-Israel
Selasa, 23/03/2010 15:57 WIB | email | print | share

Sejarah kehidupan entitas Zionis-Israel hanyalah diisi dengan pembantaian demi pembantaian terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab, yang tidak berdosa. Rezim Zionis-Israel dari waktu ke waktu, tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai tanah kelaharinnya.

Tapi, rezim Zionis-Israel terus menipu dan memanipulasi masyarakat dunia, dan menuduh rakyat Palestina, sebagai penjahat, teroris, dan biadab. Rezim Zionis-Israel telah memutar-balikkan fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkirinya. Semua bukti-bukti sangat nyata, menunjukkan bahwa Zionis-Israel adalah bangsa paling biadab di muka bumi ini. Anehnya, masyarakat dunia, terkecoh dengan kebohongan Zionis-Israel, yang selalu menggembar-nggemborkan tentang adanya ‘Holacoust’ (pembantaian), yang semuanya hanyalah fiktik, dan tujuannya untuk memeras masyarakat dunia, dan menutupi segala kejahatannya terhadpa rakyat Palestina.

Inilah diantara fakta kekejian yang paling dahsyat yang dilakukan Zionis-Israel sejak perang tahun 1948 :

1. Pembantaian di desa Balad As-Sheikh dan Hawasyah, pada 1 Januari 1948, di dua perkampungan yang terletak disebelah tenggara Haifa. Teroris Zionis melakukan bersenjata, di mana 200 pasukan teroris Zionis, membantai habis seluruh penduduk dua desa itu.
2. Pembantaian Naashiruddin, pada 15 Mei 1948, terjadi di desa dekat Thabriyah. Di sini pasukan teroris Zionis dengan menggunakan pakaian Arab, kemudian mendatangi penduduk, namun disaat penduduk menyambutnya, sekonyong-konyong pasukan teroris Zionis, lalu memuntahkan peluru, dan menembaki seluruh penduduk desa, hingga seluruh tewas.
3. Pembantaian Bait Darais, pada 21 Mei 1948, di mana serangan dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa besar, yang berada di sebelah timur Gaza, Bait Darais, dengan panser-panser dari segala penjuru, dan membabat seluruh penduduknya, tanpa menyisakannya.

4. Pembantaian Deir Yasin, pada 9 Oktober 1948, serangan yang dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa yang terletak di dekat kota Al-Quds dengan jumlah penduduk 600 muslim. Disini pasukan gabungan dari teroris Irghun dan Stern, yang jumlahnya 300, yang dilengkapi dengan panser menghancurkan desa itu dan mendudukinya, dan membantai habis seluruh penduduk Deir Yasin. Tak ada yang tersisa anak-anak, wanita, orang tua semuanya dibantai habis. Teroris Irghun dan Stern masuk rumah-rumah warga Palestina, dan melenyapkan dengan senjata.
5. Pambantaian Ad-Duwaimah, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan gerombolan Zionis-Israel, memasuki desa yang terletak sebelah tenggara Hebron (al-Khalil), pasukan Zionis-Israel yang dipimpin Moshe Dayyan, memasuki desa, dan membantai 96 orang, dan juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa dengan cara memecahkan kepala mereka.
6. Pembantaian Ailbun, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan Zionis-Israel membantai 12 pemuda Palestina dengan cara-cara yang keji, termasuk menghilangkan kepala mereka, dan membiarkan mayat mereka berserakan di jalan-jalan.

7. Pembantaian Shafshaf di Al Jalil, di mana pasukan Zionis-Israel, di mana dalam peristiwa itu, pasukan Zionis-Israel, membantai 52 orang Palestina, dan memasukkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, dan tanpa belas kasihan.
8. Pembantaian Allah, pada 11 Desember 1948, di mana dalam peristiwa puluhan anak Palestina terbunuh akibat muntahan peluru Israel yang terjadi di dalam masjid. Saat itu pemuda Palestina sedanga menunaikan shalat. Menurut sumber di Israel, waktu itu, lebih 250 orang Palestina yang dibantai oleh Zionis-Israel, belum termasuk yang mengalami luka-luka.
9. Allah, juga menyaksikan pembantaian, yang sebelumnya terjadi pengusiran terhadap penduduk di wilayah itu, saat pasukan Zionis-Israel melakukan pengosongan besar-besaran.
10. Pembantaian di Shafat, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel, membantai 70 pemuda Arab, yang sedang melakukan shalat saat itu.

11. Gerombolan Al-Atsel, pada 6 Juli 1938, meledakkan dua mobil di pasar Haifa, sehingga meluluh-lantakkan keuda mobil itu, dan merenggut nyawa 21 orang Palestina, dan melukai 52 orang lainnya.
12. Seorang Zionis melemparkan granat di pasar sayur mayur, dan itu terjadi pada 14 Juli1938, akibat ledakan granat itu, 12 orang Arab tewas.
13. Gerombolan Zionis, pada 15 Juli 1938, meledakkan granat di depan salah satu Masjid Al-Quds, disaat para jamaah keluar masjid. Peristiwa itu menewaskan 10 orang Palestina, dan melukai 30 orang lainya.
14. Gerombolan Zionis, pada 26 Agustus 1938, meledakkan mobil yang sudah dipenuhi dengan bahan peledak oleh para teroris Al-Atsel, di pasar Al-Quds. Peristiwa ini membunuh 34 pemuda Arab, dan melukai 35 orang lainnya.
15. Para gerombolan teroris Al-Atsel , pada 27 Februari 1939, meledakkan dua bom di Haifa, sehingga menewaskan 27 orang Arab, dan 39 lainnya mengalami cidera.

16. Pembantaian Qabiyyah, pada 14 Oktober 1953, di mana pasukan teroris Zionis-Israel dengan kekuatan 600 pasukan, memasuki desa yang terletak di sebelah timur Al-Quds, dan desa itu berpenduduk 2.000 jiwa. Teroris Zionis-Israel mengepung desa itu, kemudian menembak secara sporadis ke segala arah. Teroris Zionis-Israel itu juga meledakkan rumah-rumah penduduk Palestina yang ada, dan membantai pemiliknya satu-satu, seperti membunuhi binatang, tanpa ada sedikitpun rasa belas-kasihannya. Pembantaian itu berlangsung selama 32 jam. 56 rumah hancur, 67 penduduk tewas, dan banyak seluruh keluarga dibantai dalam peristiwa itu. Termasuk anak-anak dan wanita. Zionis-Israel juga menghancurkan masjid-masjid yang ada di desa itu.
17. Pembantaian di Kafr Qasim, pada 29 Oktober 1956, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel mengumpulkan buruh, pada pukul 17.00 petang. Gerombolan teroris Zionis dengan dingin membantai buruh, yang sudah berkumpul, tanpa bersisa. 49 orang tewas, diantaranya yang tewas anak-anak yang berumur 11 tahun.
18. Shabra dan Syatila, di mana 2 diantara 12 tempat pengungsian Palestina di Lebanon. Pembantaian di Shabra dan Syatila ini berlansung pada 18 September 19882. Ini merupakan pembantaian paling keji dalam sejarah kehidupan kemanusiaan. Zionis-Israel benar-benar biadab. Di bawah komando Jendral Ariel Sharon ( sekarang masih koma, dan sudah 4 tahun), dimana pembantaian di kamp pengungsi ini, yang dilakukan rezim Zionis-Zionis yang bekerjasama dengan milisih Phalangist (Kristen), membantai sekitar 4.000 warga Palestina, yang ada di dua kamp pengungsian itu. Inilah kejahatah yang paling terkutuk yang dilakukan Zionis-Israel. Sebelum melakukan pembantaian itu, terlebih dahulu pasukan Zionis bersama milisi Phalangist memadamkan listrik yang ada di kamp Shabra dan Syatila.
19. Pembantaian di Al-Aqsha, yang berlangsung pada 8 Oktober 1990. Di mana gerombolan teroris yang mengatas-namakan ‘Pengawal Gunung Haikal’, memuntahkan peluru yang diarahkan kepada jamaah yang sedang melakukan shalat di dalam masjid. Korban yang syahid sebanyak 21 orang, 800 orang yang luka-luka, dan 250 orang yang ditangkap. Ini peperangan yang dilancarkan kaum muslimin, yang sedang shalat terhdap Zionis-Israel.
20. Pembantaian di Masjid Ibrahim Hebron, yang berlangsung di tahun 1994, di mana kaum muslimin sedang menunaikan shalat, dan berdzikir, dan belum selesai wirid mereka, muntahan senjata Zionis-Israel tanpa henti-henti. 24 warga Hebron tewas, dan 35 orang lainnya luka-luka. Dari pembantaian di Masjid Al-Khalil Hebron, kemudian muncul Intifadah.
21. Pembantaian Uyun Qarra, yang berlangsung pada 20 Mei 1989, di mana pasukan Zionis-Israel menembakkan senjatanya kearah buruh yang sedang menungu jemputan. 7 oran tewas. Dari peristiwa ini dampaknya sangat luas ke seluruh Palestina.
22. Pembantaian Bahr Al-Baqr, pasukan tempur mengebom sekolah anak-anak di dekat Suez, sehingga puluhan anak sekolah tewas.
23. Agresi Zionis-Israel ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1500, dan melukai lebih 5.000 penduduk Gaza. Zionis Israel juga menghancurkan seluruh sarana hidup di wilayah itu.

Kejahatan Zionis-Israel itu akan terus berlangsung sempai bangsa yang sangat rasialis di muka bumi itu, musnah. Kekacauan dan perang tidak akan pernah berhenti, selama eksistensi Zionis-Israel itu masih ada di tanah Palestina, yang sekarang mereka duduki. Inila fakta-fakta kejahatan yang dilakukan Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab. (m)

Saturday, March 20, 2010

Apco Mula Bertapak Di Malaysia

APCO Tidak Wajar Campur Tangan Urusan Negara

Yesterday at 3:13pm


APCO Worldwide, sebuah firma perunding antarabangsa berpangkalan di Amerika Syarikat tidak seharusnya terbabit dalam sebarang urusan politik di negara ini, tegas Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim. Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat itu juga menyifatkan tindakan yang mungkin dikenakan terhadapnya melalui Jawatankuasa Peraturan Mesyuarat Parlimen berikutan pendedahan slogan Malaysia dan Isreal, sebagai jenaka basi. Anwar apabila diminta menjawab penafian Apco terlibat dalam mengilhamkan Satu Malaysia semalam, mempersoalkan untuk apa Apco dibayar jika bukan untuk membantu menasihati parti pimpinan Datuk Seri Najib Razak.

Bercakap pada sidang media selepas berucap di London School of Economics, semalam, Anwar yang sebelum ini ditohmah kononnya ejen Yahudi, menyifatkan persamaan Satu Malaysia dan One Israel sebagai satu “kebetulan aneh”. Ironinya, Umno yang mendabik dada sebagai juara Melayu dan memperjuangkan Islam khususnya dalam isu kalimah Allah, melantik APCO yang dipimpin sebahagian Yahudi berfahaman Zionis.

Anwar menyifatkan beban tanggungjawab bagi menerangkan peranan sebenar Apco terletak di bahu pimpinan Umno. Mengikut Malaysia Insider, APCO dibayar dengan nilai kontrak yang bernilai 20 juta ringgit. APCO juga disyaki terlibat dalam pengaturan beberapa keputusan politik selain mendalangi beberapa isu politik bagi mengembalikan sokongan rakyat terhadap Umno. Pada 10 Ogos lalu, Ketua Pegawai Eksekutif APCO, Margery Kraus mengumumkan syarikat akan membuka pejabat baru di Malaysia pada September dengan Paul Stadlen sebagai pengarah urusan.

Sumber :  TV Selangor

KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010

INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...

The Freedom Flotilla Sails to Gaza in May

Print PDF

(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.

These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.

Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”

In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.

FOR IMMEDIATE RELEASE

Wednesday, April 28, 2010





Contact: Greta Berlin, +33 63 142 7577, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com

Huwaida Arraf, +970-598-336-215, +972-542-635-936, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org

Caoimhe Butterly, +353 876 114 553, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk

http://www.youtube.com/gazafriends#p/a/u/0/yz-LYXV6_t0



A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.

Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”

The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/

Greta Berlin



http://www.freegaza.org/








NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....

10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!

Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB

KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.

Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.

USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.

Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.

Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.

Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.

Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.

Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.

Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.

Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)





Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina

Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB

KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.

Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.

Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.

Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)



Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon

Senin, 23/11/2009 17:04 WIB

KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.

"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.

Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.

Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.

"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.

"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.

Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.

Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)


Pemandangan sepanjang KONVOI..VP 3..

"PALESTINA TERCINTA..SHOUTUL HARAKAH"

Semangat Ummi buat anak-anak dan pejuang Palestin...

VP KONVOI BERJAYA MELEPASI PINTU RAFAH..

VP KONVOI.."KAMI ADALAH WARGA BRITAIN YG TERBAIK...

[News] George Galloway - Save Gaza!

KONVOI pergi dengan satu niat.."bantu apa yang terdaya"

VP KONVOI "KAMI ADALAH KAWAN BAIK PALESTIN..."

KONVOI MEMBAWA APA YANG TERMAMPU UNTUK SDRNYA DI GAZA...

[Song] Michael Heart - We Will Not Go Down

VP KONVOI DISERANG OLEH POLIS MESIR...

VP KONVOI MULA BERGERAK.....

VP KONVOI..MENDAPAT SOKONGAN DARI SEMUA...BUKAN HANYA ISLAM..

VP KONVOI..MANUSIA YANG PUNYA HATI..

Bersama 30 jam di GAZA..

[Song] Muadz - Baitul Maqdis