The Zionist Face Of American GovernmentBy Jim Kirwan
3-24-10
Saturday, April 3, 2010
Free Gaza Movement to Launch Cargo Ship from Ireland
www.freegaza.org
Wednesday March 31st 2010
Yesterday the Free Gaza Movement bought a 1200 tonne cargo ship at an auction in Dundalk, Ireland.
The vessel had been impounded a year ago following an inspection by the International Transport Federation (ITF) which found that its’ owners had exploited it’s Lithuanian crew members- not paying their wages and subjecting them to humiliating treatment.
ITF Inspector and SIPTU organiser Ken Fleming said, ‘We are pleased to announce that this vessel which was used to subject workers to modern day slavery, will now be used to promote human rights for the people of Palestine’.
The Free Gaza Movement now owns four ships including three passenger vessels.
Free Gaza’s ships will take part in an international flotilla taking humanitarian aid to the besieged Gaza strip this May. Passenger and cargo ships are also being organised by the Turkish humanitarian organisation I.H.H., and by groups in Greece, Sweden, Malaysia and Belgium.
Free Gaza has launched eight missions to Gaza over the past two years. Five were successful. The last two were violently stopped by the Israeli Navy.
The Irish ship will be taking 500 tons of cement, as well as medicines, medical equipment and educational materials to the people of Gaza.
Derek Graham of the Free Gaza Movement said, ‘We have international law and the conscience of the people of the world on our side. We know the Irish people will not stand by and let the people of Gaza be starved and punished by Israel any longer’.
In preparation for the launch of the Irish ship, hospitals, trade unions, churches, mosques, families and community groups are being invited to sponsor bags of cement to help the people of Gaza to rebuild.
Caoimhe Butterly of the Free Gaza Movement said ‘We call upon the Irish people and government to support the safe passage of our mission. The siege is a form of collective, sustained and devastating punishment. Supporting the flotilla is a way for the people of Ireland to show direct solidarity with the 1.5 million Palestinians trapped in Gaza as they attempt to pick up the shattered pieces of their lives’.
The vessel, the MV Linda, will be re-named the MV Rachel Corrie, in memory of the 23 year old solidarity activist crushed to death in 2003 by an Israeli bulldozer as she attempted to prevent the demolition of a Palestinian home in Gaza. The Free Gaza Movement pays tribute to Rachel and the thousands of Palestinian men, women and children killed, wounded or imprisoned under Israeli Occupation.
END
Friday, April 2, 2010
EDARAN MEDIA KONVOI NASIONAL BUAT GAZA
( Coordinating Committee Of Malaysian Initiative For Viva Palestine )
MAJLIS PERUNDINGAN PERTUBUHAN ISLAM MALAYSIA
( MAPIM )
24-3-2, Tingkat 3, Jln 4/50, Diamond Square Off Jln. Gombak, 53000, Kuala Lumpur
Hotline : 019 4747141 / 012 3333825 Pejabat : 03-4023 5155 Fax : 03-4023 4155
www.vivapalestinamapim.blogspot.com emel: vpmapim@gmail.com
EDARAN MEDIA
Penderitaan umat di GAZA khasnya amat memprihatinkan setelah lebih 1000 hari mereka dikepung, diserang, disekat bekalan makanan dan minuman, dinafikan hak mereka sebagai manusia dalam pendidikan, kesihatan dan segalanya. Kondisi kesengsaraan ini tidak dapat dibayangkan boleh berlaku di zaman moden dan canggih ini tanpa ada usaha jelas dari negara berkuasa besar seperti Amerika untuk menyelesaikannya. OIC hanya mampu melihat dan jauh sekali untuk membuat suatu tindakan tegas terhadap Israel. Lebih malang lagi negara jiran yang paling hampir dengan GAZA Palestin memberi kerjasama pula dengan Israel dan sanggup menjadi hamba Amerika dengan menutup laluan di Rafah serta berusaha juga menutup lubang-lubang hayat di bawah tembuk maut Israel di sekitar Rafah.Umat seluruh dunia mengutuk perbuatan Mesir tetapi seperti biasa oleh kerana di belakangnya ada sokongan dari Amerika dan Zionis Antarabangsa maka perancangan mereka diteruskan.
Menyedari kondisi ini maka Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) akan menganjurkan program ”KONVOI NASIONAL UNTUK GAZA” pada 08 hb Mei 2010 yang melibatkan 500 ke 1000 kenderaan dari seluruh Malaysia menuju ke Shah Alam. Tujuan program ini diadakan adalah sebagai tanda sokongan padu kepada saudara kita yang berada di GAZA Palestin dan juga untuk memberi kesedaran kepada seluruh umat Islam mengenai penjajahan Israel terhadap Masjid Al Aqsa. Kiblat pertama umat Islam dan saudara yang terkepung di GAZA wajib dibebaskan oleh umat Islam seluruh dunia.
Harapan kita hanya satu, iaitu "BEBASKAN GAZA DAN SELAMATKAN AL AQSA". Mesej ini adalah mesej kemanusiaan yang ingin didengungkan ke telinga umat khasnya di Malaysia dan insyaallah usaha berterusan akan dilakukan oleh semua badan gabungan dalam MAPIM di seluruh Malaysia. Kita tidak akan berhenti berkempen kerana kewajipan membebaskan GAZA dan AL AQSA adalah fardhu ain kepada seluruh umat Islam sedunia. Selagi tembuk maut belum diruntuh oleh Israel di GAZA dan masjid AL AQSA diselamatkan maka kempen akan terus dilakukan.
Di peringkat antarabangsa MAPIM telah bergabung perancangan dengan beberapa NGO antarabangsa khasnya di Turki bagi menghantar bantuan konvoi 20 kapal yang akan bergerak dari Turki ke pantai Gaza. Ini adalah sejarah komitmen umat manusia untuk menghantar bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza. MAPIM sebagai sebuah wadah gabungan NGO Islam seluruh Malaysia sedang mengusahakan bantuan dihantar dari Malaysia bersama salah sebuah kapal tersebut.
Oleh itu sekali lagi MAPIM menyeru agar seluruh rakyat Malaysia dapat bersama menyertai "KONVOI NASIONAL UNTUK GAZA' pada 8 Mei 2010 dan di waktu yang sama memberi bantuan apa sahaja agar misi bantuan dapat dilaksanakan dengan jaya pada pertengahan Mei 2010 ini. Sokongan dan kerjasama dari semua pihak khasnya dari ngo-ngo Islam, artis, media, jabatan-jabatan kerajaan, masjid-masjid seluruh Malaysia dan individu-individu yang sejak awal memberi sokongan, kami mengucapkan jutaan terima kasih.
Semoga Allah memberkati dan menerima amal kita ini sehingga kita terselamat dari azabNya di akhirat nanti.!! Amin
Freemason dalam filem "Sherlock Holmes"..
Jumat, 02/04/2010 07:34 WIB | email | print | share
Anak-anak usia sekolah di negeri kita mungkin sangat akrab dengan komik animasi Jepang (manga) berjudul “Detektif Conan” karya Aoyama Gosho yang menceritakan tentang lika-liku seorang detektif SMU bernama Sinichi Kudo dalam menghadapi organisasi kawanan jubah hitam yang telah meracuninya dengan formula APTX 4869 sehingga tubuhnya mengecil. Demi mencari obat penawarnya dan untuk mengetahui lebih dalam tentang organisasi tersebut, Sinichi terpaksa merahasiakan identitasnya dengan tetap menyamar sebagai anak kecil bernama 'Conan Edogawa'.
Sebenarnya, nama ‘Conan’ sendiri diambil dari seorang novelis bernama ‘Sir Arthur Conan Doyle’ yang telah menghasilkan karya novel misteri dengan tokoh utamanya seorang detektif bernama ‘Sherlock Holmes’. Kekuatan analisa serta insting tajam yang dimiliki oleh Sherlock Holmes dalam memecahkan setiap misteri, ditambah lagi rasa salut Aoyama Gosho terhadap novelis Conan Doyle inilah yang mendorong Aoyama untuk melahirkan sebuah "reinkarnasi" karakter seorang detektif baru bernama Conan Edogawa itu.
Aoyama Gosho mungkin bukan satu-satunya orang yang terinspirasi oleh Sherlock Holmes, bahkan perusahaan film Warner Bros Pictures dan Village Roadshow Pictures turut terilhami untuk berkolaborasi dalam mengangkat cerita Sherlock Holmes tersebut ke layar lebar. Tak disangka, film yang disutradarai oleh Guy Ritchie ini sangat mengagetkan, karena film yang berdurasi 2 jam 8 menit tersebut sangat kental dengan muatan ritus Illuminati-Kabbalah dan sarat dengan aroma konspirasi global Freemason dalam menciptakan sebuah tatanan dunia baru.
Kabbalah yang secara harfiah berarti “tradisi yang diterima” atau “tradisi lisan” menurut Murat Ozgen –seorang Freemason Turki– dalam bukunya ‘Masonluk Nedir ver Nasildir?’ (Apa dan Seperti Apa Freemasonry Itu?) mengatakan; “Kita tidak mengetahui dengan jelas dari mana Kabbalah datang atau bagaimana ia berkembang. Ia adalah nama umum untuk sebuah filsafat yang unik, berbentuk metafisik, esoterik, dan mistik, yang terutama berhubungan dengan agama Yahudi. Ia diterima sebagai ilmu kebatinan Yahudi, tetapi sebagian elemen yang dikandungnya menunjukkan bahwa ia terbentuk jauh lebih dahulu dari Taurat.”
Oleh karena itu, jika akar Kabbalah ditelisik kembali, dapat diketahui bahwa Kabbalah merupakan repetisi dari ilmu magis warisan bangsa Mesir kuno semenjak rezim Fir’aun yang masih menganut budaya pagan. Praktik magis ini kemudian diajarkan secara lisan kepada Bani Israil secara turun-temurun dengan sangat rahasia.
Yahudi sendiri sebenarnya "agama sempalan" yang terlahir dari Bani Israil. Sedangkan "Bani Israil" secara harfiah berarti "anak-cucu Nabi Ya'qub". Dalam Al-Qur'an –tepatnya surat Yusuf– diceritakan bahwa generasi pertama nenek-moyang Bani Israil adalah keduabelas putera Nabi Ya'qub itu sendiri. Di antara putera Nabi Ya'qub adalah; Yusuf, Benyamin dan Yahudza. Konon nama Yahudi –menurut salah satu pendapat– merujuk kepada nama Yahudza ini.
Sebagaimana dikisahkan pula dalam surat tersebut, bahwa Nabi Yusuf meminta kedua orang tuanya berikut sebelas saudaranya untuk berhijrah ke Mesir dan berdomisili di sana. Nabi Yusuf kala itu telah diangkat sebagai bendaharawan kerajaan Mesir dan menjadi sosok paling penting dalam mengatur finansial kerajaan.
Dari sini dapat diketahui bahwa Fir'aun (raja Mesir) pada zaman Nabi Yusuf bukanlah Fir'aun yang lalim. Kedua, bahwa putera-putera nabi Ya'qub telah meminta maaf kepada ayah mereka dan bertobat kepada Allah atas makar yang dulu pernah mereka lakukan untuk menyingkirkan Yusuf kecil. Ketiga, mereka juga masih berpegang teguh terhadap Millah Ibrahim (Tauhid) dan tidak menyembah berhala. Dan keempat, dari Mesir inilah Bani Israil kemudian tumbuh berkembang dan terus berinteraksi dengan penduduk asli Mesir hingga datangnya masa Nabi Musa yang akan mengentaskan mereka dari kelaliman Rameses-II, yaitu raja Mesir ketiga dari dinasti kesembilanbelas yang merupakan Fir'aun terkejam dan terkafir sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur'an.
Pada masa Fir'aun (Rameses-II), ilmu sihir merupakan ilmu "andalan" guna memperkokoh eksistensi otoritas kekuasaannya, ia juga memiliki sekelompok penyihir kelas kakap yang selalu ia mintai pertimbangan dalam menentukan kebijakan negara. Salah satu contoh kebijakan Fir'aun yang terlahir dari inisiatif para penyihir adalah penyembelihan terhadap bayi lelaki dari keturunan Bani Israil.
Selain itu, Fir'aun juga 'menuruti' nasehat para penyihirnya untuk menantang Nabi Musa guna mengadu kekuatan "ilmu gaib" pada yaum ziinah (salah satu hari raya bangsa Mesir kuno) untuk membuktikan siapa yang lebih hebat diantara mereka.
Fir'aun selalu mengikuti saran para penyihirnya dalam setiap kebijakan. Kecuali pada saat penyihir tersebut tak mampu lagi menandingi mukjizat Nabi Musa dan mereka pun lalu beriman kepada Allah, maka pada saat itu Fir'aun tidak lagi 'patuh' akan petuah para penyihirnya dan tetap menolak ajaran Nabi Musa.
Bahkan Fir'aun kemudian menyalib para penyihirnya yang telah bertobat itu dan memotong tangan-kaki mereka secara silang. Kejadian tersebut terekam jelas dalam Kitab yang tak mungkin salah, yaitu Al-Qur'an dalam surat Thaha:
"Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa." Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan kalian akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." (QS. Thaha [20]: 70-71)
Para penyihir Fir'aun dengan seketika bertobat dan rela mengorbankan nyawa mereka setelah mengetahui bahwa tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular bukanlah sihir, mereka juga sadar bahwa ular yang mereka sihir dari tali-temali hanyalah ilusi belaka dan tak nyata seperti Mukjizat Nabi Musa.
Sejatinya, ketika Allah menurunkan sebuah mukjizat, Allah akan memberikan suatu "keajaiban" yang sesuai dengan kondisi umat dimana seorang Rasul diutus kepada mereka. Oleh karenanya Allah selalu memperhatikan aspek "ajaib" apakah yang paling dikagumi oleh umat tersebut. Sebagaimana Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah saw. dengan tatanan bahasa Arab yang sangat mengagumkan, hal tersebut dikarenakan bangsa Arab kala itu terkenal sangat jago bersyair dan berlomba-lomba saling show-up 'memamerkan' kemahiran linguistik mereka baik dari segi Fashahah maupun Balaghah.
Demikian halnya ketika Allah memberikan Mukjizat "tongkat ular" kepada Nabi Musa, hal itu tiada lain untuk menunjukkan kepada bangsa Mesir kuno terhadap sesuatu yang tidak dapat mereka tandingi dengan sihir yang kala itu sangat fantastis dan selalu mereka banggakan.
Ular memang selalu menjadi simbol penting dalam dunia persihiran, ular juga sangat identik dengan iblis yang penuh bisa beracun. Karena itu pula raja-raja Mesir kuno menggunakan simbol ular ini di atas mahkota mereka.
Para penyihir Fir'aun kala itu memang telah bertobat dan bertauhid hingga mereka mati syahid karena disalib oleh Fir'aun, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ajaran sihir mereka kemudian diadopsi oleh Bani Israil dan terus diamalkan. Bahkan hingga masa kerajaan Nabi Sulaiman pun Bani Israil masih mempraktikkan ilmu hitam ini.
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan (kitab sihir) pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (Tidak mengerjakan sihir), Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." (QS. Al-Baqarah [2]: 102).
Dalam ayat di atas turut ditegaskan bahwa sihir telah muncul di era Babilonia (Babil). Diketahui juga bahwa Babil merupakan tempat kelahiran Nabi Ibrahim dimana umatnya adalah para penganut paganisme. Bahkan Azar, ayah Nabi Ibrahim sendiri adalah seorang pembuat berhala. Paganisme dan ilmu sihir dari Babilonia dan Mesir inilah yang kemudian mengilhami tarekat Kabbalah dalam aliran kebatinan mereka.
Kembali lagi ke Sherlock Holmes, dalam film ini diceritakan bagaimana kisah seorang detektif bernama Holmes yang selalu didampingi rekannya DR. John Watson dalam mengungkap misteri pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Lord Henry Blackwood salah seorang penyihir ulung yang merupakan anak 'haram' dari Sir Thomas Rodrum ketua persaudaraan rahasia kuil empat ordo.
Blackwood menjadi buron karena mempraktikkan Black Magic dengan disertai pembunuhan terhadap 5 gadis dan mencoba untuk membunuh gadis yang keenam namun dapat digagalkan oleh Holmes dan kawan-kawan. Blackwood pun kemudian dijatuhi hukuman gantung dan dieksekusi. Namun dengan sihirnya ia dapat "bangkit" kembali dari kubur dan melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang serta mengambil alih kepemimpinan kuil empat ordo yang ia jadikan kendaraan untuk menguasai parlemen Inggris.
Dibanding film-film konspirasi lainnya, mungkin film ini dinilai lebih berani dan terkesan vulgar. Pasalnya, adegan yang dimainkan di dalamnya secara terang-terangan mepertontonkan ritual Kabbalah yang selama ini sangat esoterik dan rahasia. Mereka bahkan berani menunjukkan seperti apa tempat "ibadah" mereka saat melakukan ritual sihir dan melakukan koneksi terhadap iblis.
Baru masuk ke dalam intro saja, film ini sudah mempertontonkan ritual "Mind Control" yang merupakan praktik sihir dengan mengendalikan pikiran manusia dan disertai dengan penyiksaan hingga pembunuhan. Ritual ini biasanya dilakukan oleh Kaum Kabbalis dalam sebuah Loji tertutup. Selain disertai dengan penyiksaan, terkadang ritual ini juga "diselingi" dengan persetubuhan. Dalam film ini pula diceritakan bahwa Blackwood merupakan anak haram dari Thomas Rodrum yang dihasilkan dari persetubuhannya dengan seorang wanita saat ia melakukan sebuah ritual.
Kabbalah sejatinya merupakan ajaran yang belakangan hari diadopsi oleh beberapa ordo sempalan dari agama Yahudi dan Nasrani seperti Illuminati dan Templar. Ordo Illuminati yang didirikan oleh Adam Weishaupt misalkan, telah menjadikan ajaran Kabbalah ini sebagai sebuah 'akidah' dan menolak dogma-dogma otoritas gereja katolik saat itu. Illuminati yang berarti "tercerahkan" atau "penerangan" merupakan ordo yang lahir dari 'pemberontakan' terhadap seluruh konsep agama-agama yang telah mapan.
Adam Weishaupt sendiri yang keturunan Yahudi dan dulunya seorang pendeta Jesuit memutuskan untuk keluar dari lingkungan gereja lalu menimbulkan penyelewengan 'akidah' dengan melahirkan doktrin-doktrin baru yang berbasis kosmopolitan dan universalitas. Untuk menyebarkan doktrin ini, Weishaupt kemudian membetuk jaringan konspirasi yang dikenal dengan Luciferian Conspiracy serta Synagogue/church of Satan (gereja setan).
Dalam film ini, simbol-simbol Illuminati dipertontonkan dengan sangat jelas dan begitu norak. Seperti simbol Bintang (pentagram) terbalik yang merefleksikan kepala Baphomet yaitu seekor kambing yang mereka sembah dan sangat dikultuskan. Baphomet sendiri telah menjadi simbol utama bagi para pengikut gereja setan sedari dulu.
Dalam ceritanya ini, dikisahkan tentang 'jamaah' kuil empat ordo yang memiliki sebuah "kitab mantra" berupa kitab sihir dengan tulisan Ibrani yang penuh dengan praktik mistis. Sama halnya dengan Bani Israil yang telah lama melakukan penyelewengan terhadap Taurat dan menggantinya dengan Talmud yang jauh dari ajaran Tauhid Samawi. Hal tersebut disebabkan karena etnis Bani Israil yang telah lama terpengaruh oleh efek paganisme Mesir jauh hari sebelum diturunkannya Taurat.
Oleh karena itu, setelah lama berinteraksi dengan pribumi yang masih menganut budaya pagan, akhirnya Bani Israil terkontaminasi dengan teologi setempat dan lambat-laun meninggalkan Millah Ibrahim. Segolongan dari mereka kemudian terpengaruh untuk menyembah sesuatu yang "nyata" dan hanya mau menyembah kepada zat yang dapat ditangkap oleh panca indera saja. Maka tak ayal ketika dibebaskan Nabi Musa dari rezim Fir'aun mereka lalu meminta Nabi Musa untuk membuatkan sebuah "tuhan" sebagaimana "tuhan" yang disembah oleh kaum yang mereka temui dalam sebuah perjalanan.
"Dan kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)" Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu Ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)." (QS. Al-A'raf [7]: 138).
Hawa nafsu yang dimiliki Bani Israil untuk menyembah berhala sudah tak terbendung lagi, saat Nabi Musa meninggalkan mereka guna memenuhi panggilan Allah untuk menerima wahyu di bukit Sinai selama 40 malam, akhirnya di bawah pimpinan Samiri mereka mengumpulkan perhiasan emas untuk dilebur dan dijadikan sebuah patung lembu yang nantinya akan mereka sembah. Padahal saat itu Nabi Harun masih bersama mereka namun tetap saja tidak dihiraukan.
Lembu memang suatu simbol yang sangat penting dalam ritual kaum pagan, dalam film Sherlock Holmes ini, pimpinan rahasia kuil empat ordo, Sir Thomas Rodrum, juga menggunakan cincin emas yang berukirkan kepala lembu. Hingga akhirnya cincin itu dirampas oleh Lord Blackwood saat ia membunuh Sir Thomas guna mengambil alih kekuasaan ordo tersebut secara paksa.
Satu lagi simbol paling penting bagi kaum pagan Fir'aun yang hingga kini masih berdiri tegak di kawasan Gyza-Mesir, yaitu Pyramid dan Sphinx. Pyramid adalah bangunan yang sengaja dirancang untuk menyimpan mumi raja-raja Mesir, sedangkan Sphinx yang merupakan representasi dari makhluk berbadan singa dan berkepala manusia berada tepat di depan Pyramid seolah pintu gerbang yang menjaga Pyramid itu sendiri.
Dalam film ini, simbol Pyramid muncul berkali-kali; seperti souvenir yang terletak di meja kantor Sir Thomas dan ruang peribadatannya yang memang "berkiblat" kepada simbol Pyramid dimana Pyramid tersebut juga "dijaga" oleh Sphinx. Bedanya, Sphinx di sini terdiri dari empat unsur; yaitu berkaki singa, berekor lembu, bersayap elang, dan berkepala manusia.
Jika diamati, ujung Pyramid tersebut terdapat siratan cahaya yang mirip dengan Pyramid pada logo uang satu dollar AS. Tiada lain itu adalah simbol all-seeing eye atau eye of providence. Yaitu satu mata yang penglihatannya mencakup segalanya.
Satu mata disinyalir sebagai sebuah simbol Lucifer yang sebagian lain mengartikannya dengan "antikristus." Dalam Islam, antikristus berarti dajjal, karena Rasulullah saw. sendiri telah memberitahu bahwa salah satu ciri fisik yang paling menonjol dari dajjal adalah matanya yang buta satu (a'war) dan di jidatnya terdapat tulisan ka-fa-ra.
Bagi penyembah setan, dajjal merupakan "gembong" yang paling super power. Betapa tidak? Karena dajjal –dengan istidraj– telah mengaku sebagai tuhan dan dapat membunuh maupun menghidupkan sebuah kaum, ia juga dapat memberikan "surga" dan "neraka" kepada siapa saja yang dikehendakinya. Lantaran itu pula, dajjal merupakan fitnah (ujian) paling berat bagi umat manusia selama bumi ini diciptakan, Rasulullah selalu mewanti-wanti umatnya agar dapat terhindar dari fitnah dajjal ini, tiada orang yang dapat lolos dari tipuan dajjal kecuali seorang mukmin sejati. Itulah sebabnya ia dinamakan dajjal, karena secara bahasa "dajjal" berarti pembohong alias penipu.
Ajaran setan yang diyakini oleh Adam Wishaupt ini kemudian diajarkan kepada para Illuminatus, ia beranggapan bahwa setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Paham satanisme ini merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global. Oleh karena itu, setelah Illuminati melakukan infiltrasi kedalam tubuh Freemasonry, pengaruhnya kian melebar ke kawasan Eropa dan Amerika, ditambah lagi sokongan finansial dari Dinasti Rothschild (keluarga bankir yahudi) yang menjadikan gerakan Illuminaty-Freemasonry ini kian tak terbendung.
Lagi-lagi kembali ke film Sherlock Holmes. Dalam kisahnya itu, Sherlock Holmes setelah berpikir keras akhirnya berhasil memecahkan misteri pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Lord Blackwood. Holmes juga memaparkan bahwa Sphinx disini diyakini sebagai pintu gerbang menuju sebuah dimensi lain, yaitu dimensi penuh kekuatan tak terkira. Ia menyadari bahwa Blackwood dalam pembunuhannya itu menggunakan sistem ritual mistik yang telah lama diamalkan oleh kuil rahasia empat ordo semenjak berabad-abad silam.
Holmes juga mengatakan bahwa ordo ini merupakan sebuah kelompok persaudaraan (fraternity) rahasia yang sedari dulu telah mengendalikan kerajaan-kerajaan kuno serta mengadopsi kepercayaan dinasti Fir'aun. Ordo ini memiliki sebuah perkumpulan sangat eksklusif dimana para anggotanya mengenakan baju serba hitam dengan lambang bintang terbalik (Baphomet) di dadanya.
Mirip dengan tokoh antagonis dalam serial Detektif Conan dimana anggota organisasinya berpakaian serba hitam dan memiliki nama samaran yang diambil dari varian minuman keras seperti Vodka, Gin dan Vermouth.
Namun film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. dan Jude Law ini tidak hanya berhenti degan mempertunjukkan simbol-simbol Freemason seperti Pyramid, Sphinx, Sun-God, Baphomet berikut ritualnya saja. Film ini bahkan "menantang" umat manusia dengan mengutarakan misi mereka secara gamblang, yaitu mengambil alih kuasa dunia dan menciptakan sebuah tatanan dunia baru (New World Order).
Bagi penonton film yang cuman "sekedar" menonton, mungkin skenario film yang mengisahkan tentang seorang penjahat yang ingin menguasai dunia terkesan sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja. Tapi bagi pengamat teori konspirasi, film ini tentu bukan saja tentang seorang penjahat yang akan dikalahkan seorang jagoan. Film ini sudah kelewat eksplisit dalam menjajakan teori globalis mereka. Simbol-simbol yang digunakan, momentum yang dilakukan, kepercayaan yang dianut, serta slogan-slogan konspirasi yang sangat "telanjang" itu tidak menunjukkan kepada hal lain kecuali kepada sebuah konklusi bahwa film ini adalah film Freemasonry-Illuminaty, dan film ini merupakan film globalis-konspiratif.
Bagaimana tidak? Lord Blackwood dalam adegannya dengan terang-terangan menyatakan ambisinya untuk merombak dunia dan menciptakan sebuah tata dunia baru dengan slogan-slogan Freemason seperti "We will remake the world" atau "A new order begins now…"
Jika dirujuk, ternyata doktrin ini juga terdapat dalam uang satu dollar AS dan termaktub secara jelas dengan slogan berbahasa latin "Novus Ordo Seclorum" yang berarti "New World Order." Ini adalah misi kaum globalis untuk menjadikan dunia ini di bawah kendali mereka. Menjadikan dunia ini sebagai sebuah "great empire" dengan satu pimpinan (E Pluribus Unun) yang tanpa batasan negara, budaya maupun agama. Semuanya serba global dan plural.
Jika ditelaah, kenapa slogan-slogan Freemason tersebut dapat "merembet" ke dalam pecahan satu dolar Amerika? Hal tersebut tidak lain karena uang 1 dolar AS ini sebenarnya dirumuskan dan disahkan oleh sebuah tim khusus yang terdiri dari Benyamin Franklin, Thomas Jefferson, John Adam dan Pierre du Simitiere yang semuanya adalah anggota Freemason tingkat ke-33.
Mereka adalah pengikut Adam Weishaupt yang telah terdoktrin oleh dogma-dogma Illuminatinya sehingga tak heran jika mereka memasukkan logo-logo Kabbalis-Illuminatis berikut buku karya Adam Weishaupt yang berjudul "Novus Ordo Seclorum" sebagai slogan utama dalam pecahan satu dolar tersebut. Itu artinya, bahwa infiltrasi Freemason ke dalam pemerintahan Amerika sudah lama bercokol kuat dan menjadi motor penggerak negara adikuasa tersebut.
Lebih jauh dari itu, di dasar simbol pyramida tersebut tertuliskan "MDCCLXXVI" yang berarti tahun "1776" yaitu tahun dimana Adam Weishaupt menyelesaikan penulisan buku tersebut tepatnya pada tanggal 1 Mei 1776. Dalam buku yang disusun selama lima tahun oleh Weishaupt itu, ia menggagaskan di dalamnya tentang konsep, doktrin dan teori sebuah pemerintahan global. Bahkan jika diteliti satu-persatu simbol yang terdapat dalam uang satu dollar AS akan ditemukan tentang pesan rahasia yang sangat mengagetkan, seperti logo burung phoenix yang membawa panah dan daun berjumlah 13, bintang yang berjumlah 13 dan membentuk titik-titik heksagram (bintang David), slogan "Annuit Ceoptis" (limpahan karunia) dan "E Pluribus Unun" (satu pemerintahan dunia) yang juga terdiri dari 13 huruf, dll. yang semuanya memiliki falsafah konspirasi tersendiri.
Apa yang dikatakan Blackwood dalam film ini sesungguhnya bukan sekedar fiksi semata, kaum globalis-pluralis saat ini memang telah merencanakan hal itu secara matang dan teroganisir. Bahwa dunia ini akan dijajah sehingga mereka membungkuk ketakutan, perang saudara akan diciptakan sehingga membuat mereka semakin lemah, lalu ketakutan itu akan dijadikan sebagai senjata untuk mengendalikan mereka.
Dalam cerita ini, Blackwood menggunakan kekuatan "magisnya" untuk melindungi para pengikutnya yang loyal, ia bahkan tak segan-segan membunuh Standish –salah satu anggota ordo– yang menolak untuk tunduk di bawah kekuasaannya. Selain itu, untuk melancarkan misinya ini ia memanfaatkan kekuatan polisi. Ia juga ingin mengambil kontrol parlemen Inggris sebagai langkah awal untuk mendominasi kontrol dunia.
Dalam dunia nyata, terdapat beberapa langkah kongkrit yang diambil oleh kaum globalis dalam rangka mewujudkan ambisi mereka ini; Pertama dengan mengendalikan sistem moneter dunia dalam satu kantong besar seperti IMF atau Bank Dunia sehingga akan tercipta ketergantungan yang sadis terhadap lembaga ini yang dengan itu pula mereka mampu membuat kembang-kempis nafas sebuah negara dengan mudah. Bahkan salah satu ucapan Rotschild yang masyhur adalah; "Give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws." (Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa).
Kedua, setelah tonggak keuangan dapat dikuasai, maka mereka akan menciptakan krisis demi krisis yang akan terus dibina hingga menjadikan sebuah kekacauan super hebat yang terus berkepanjangan. Dari sinilah muncul puncak histeria ketakutan tersebut, dan tentunya, orang yang ketakutan akan mudah dikendalikan layaknya sapi yang dicocok hidungnya. Maka pada titik ini sangat mudah bagi mereka untuk mengeruk kekayaan sebuah negara, sangat gampang bagi mereka untuk interfensi dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi, dan isu sosial-budaya sebuah negara. Dan tentunya sangat enteng sekali bagi mereka untuk menanamkan paham Sekular, Plural, Liberal dalam lini kehidupan sebuah bangsa.
Ketiga, pembentukan paradigma dan ideologi publik melewati media massa, pers, dan industri hiburan baik musik maupun perfilman kepada sebuah central object yang mereka kehendaki. Maka lihat saja saat mereka membuat rekayasa 9/11 dan menyebutnya sebagai tindakan "Islam Teroris" tak heran jika seluruh dunia serempak turut menyahutnya dengan "Aaaamiiin…"
Perhatikan saja bagaimana dunia dibuat seolah "beriman" bahwa kiamat benar-benar akan terjadi pada tahun 2012 hanya gara-gara sebuah film yang mereka blow-up dengan begitu antusiasnya. Dan saksikan saja bagaimana mereka sangat concern menciptakan dunia hiburan penuh kamuflase yang dapat membuat pemuda-pemudi menjadi "generasi sampah" dan terus terlelap dalam mimpi indah mereka. Semua itu mereka lakukan sebagai wujud dari mind control yang merupakan bentuk halus dari sebuah hipnotis massal.
Jangan dilupakan juga bahwa film Sherlock Holmes ini adalah produksi Warner Bros, dimana Jack Warner –salah satu pendiri Warner Brothers– dan juga Louis B. Mayer (MGM), dan Darryl Zanuck (20th Century Fox) adalah orang-orang Freemason yang memiliki industri perfilman terbesar di Holywood. Warner Bros juga-lah yang mengangkat serial sihir Harry Potter yang penuh kontroversi itu ke layar lebar.
Selain langkah-langkah di atas, para globalis juga memiliki planning terkejam berwujud "depopulasi penduduk" yang diaplikasikan dengan menciptakan sejumlah perang dunia dan menciptakan virus-virus mematikan yang sengaja mereka buat untuk mengurangi jumlah "manusia kelas rendah" dan menjadikan dunia ini sebagai tempat bagi "manusia pilihan" saja. Oleh karenanya tidak menutup kemungkinan jika mereka akan menggulirkan perang dunia ke-III dengan poin konflik perebutan tanah Palestina, Irak, Afghanistan yang akan memicu clash antara Arab dan Barat. Tidak heran pula jika variasi virus baru –seperti flu burung dan flu babi– terus bermunculan di negara-negara miskin.
Kaum globalis sebenarnya bukanlah murni penganut Yahudi, mereka jauh lebih sesat daripada Yahudi yang telah sesat itu. Yahudi dan Kristen Ortodoks sebenarnya memiliki keserupaan teologi, bahwa mereka masih mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, namun mereka kemudian tersesat ketika mengatakan bahwa 'Uzair (Ezra) dan Isa (Yesus) adalah anak Tuhan. Mereka juga terkunci hatinya karena tidak menerima Risalah Muhammad saw. meskipun hal itu telah termaktub jelas di dalam Taurat dan Injil mereka.
Itulah sebabnya mereka dinamakan dengan "Ahlu Kitab", dimana syariat Islam memiliki beberapa hukum khusus berkaitan dengan musyrik ahli kitab ini. Namun sekarang Yahudi dan Nasrani yang kita kenal sungguh berbeda, banyak diantara mereka yang jauh lebih tersesat dan keluar dari "akidah" Ahlu Kitab. Mereka tidak lagi menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tapi beralih menyembah Lucifer, Baphomet, Sun-God atau bahkan menjadi seorang Atheis yang sama sekali tak bertuhan. Lalu timbullah "tarekat-tarekat" sempalan seperti Freemasonry dan Zionisme yang bahkan orang Yahudi Ortodoks sendiri mengecamnya.
Dari sini kita dituntut untuk proporsional dalam menilai Yahudi sebagai Ahlu Kitab, atau Yahudi sebagai Ahlu Dzimmah atau Yahudi sebagai Kafir Muharib, atau Yahudi sebagai Zionis. Namun apapun itu, yang namanya Yahudi tetap saja Yahudi, mereka adalah musuh bersama umat Islam. Hal inilah yang seharusnya menjadi koreksi utama bahwa musuh utama kita bukanlah sesama muslim yang hanya berbeda madzhab, ormas maupun partai saja. Namun common enemy kita sebagai umat Islam adalah jelas, yaitu semua yang memusuhi Islam baik itu Yahudi, Nasrani, Freemasonry, Illuminati, atau apa sajalah namanya persekutuan itu selama mereka menimbulkan kerusakan di muka bumi dan menciptakan permusuhan terhadap Islam.
Konspirasi globalis memang bukanlah isapan jempol dan ia benar-benar terjadi dalam dunia nyata. Kumpulan organisasi sejenis Bilderberg, Trilateral Commission, Bohemian Club, Round Table Groups dan sebagainya adalah beberapa klub yang memiliki misi generik yang sama dalam mewujudkan "Tata Dunia Baru". Namun hal tersebut tak perlu membuat kita menjadi tidak pede dan memandang mereka begitu dahsyat dan sangat "wah!". Lalu ketika ada sesuatu terjadi langsung diklaim sebagai "konspirasi," sedikit-sedikit "Yahudi," ada ini-itu "Freemasonry." Tentu ini adalah sikap permisif yang terkesan minder menghadapi realita.
Sehebat apapun propaganda mereka sesungguhnya tak lebih dari sebuah makar setan yang lemah seperti sarang laba-laba. Bukan salah Yahudi jika kita terjebak dalam umpan mereka, bukan salah setan jika manusia terhasut oleh bujukannya. Itu memang sudah menjadi pekerjaan iblis untuk terus menyesatkan, menjerumuskan dan mencelakakan manusia. Bagi kita umat Islam, jihad melawan hawa nafsu adalah lebih berat dan lebih utama dibanding jihad melawan musuh di medan perang. Lalu, bagaimana mungkin kita menaklukkankan pasukan dajjal jika mengalahkan diri sendiri saja belum mampu?.
Musa Yusuf al-Amien
Mahasiswa Program Diploma Universitas Al-Azhar Cairo
YM & FB : yusuf_677@yahoo.com
BOIKOT PRODUK ISRAEL di FRANCE..?

*
Menkeh Prancis: Mengkritik Israel adalah Tindak Kriminal
Kamis, 01/04/2010 18:40 WIB
Menteri Kehakiman Prancis, Michelle Alliot-Marie mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap kelompok-kelompok pro-Palestina yang menyerukan boikot terhadap produk Israel.
Marie berang melihat aksi solidaritas para aktivis itu di kota Paris hari Selasa kemarin. Mereka memperingati hari "Hari Tanah Palestina" dengan menggelar aksi unjuk rasa mengecam penjajahan dan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina serta menyerukan agar Israel dikenakan sanksi internasional.
Para pengunjuk rasa itu menyerukan kampanye Boycott, Divestment and Sanction (BSD) dengan mendatangi supermarket-supermarket besar dan mengajak para pengunjungnya untuk memboikot produk-produk Israel.
Aksi ini ternyata membuat menteri kehakiman Prancis marah dan meminta agar mereka yang mengkritik Israel dituntut secara hukum atas tuduhan "diskriminasi rasial". Padahal banyak orang Yahudi yang juga aktif mengkampanyekan BSD sebagai bentuk tekanan pada Israel agar menghentikan kebijakan-kebijakannya yang diskriminatif terhadap rakyat Palestina.
Ancaman menteri kehakiman Prancis menuai kecaman dari para aktivis pro-Palestina. Para aktivis itu langsung membuat petisi untuk melawan ide Alliot-Marie mengkriminalkan aktivis dan organisasi pro-Palestina.
Mereka menilai ide menteri kehakiman Prancis bertentangan dengan hak asasi manusia untuk berkumpul dan berekspresi, yang dilindungi oleh hukum di Prancis termasuk oleh Konvesi HAM Eropa.
"Saya tidak berharap untuk ditangkap, tapi jika menteri kehakiman menganggap kami kriminal dan ingin menangkap kami, silahkan saja. Kami di sini ingin menunjukkan solidaritas pada rakyat Palestina, terutama warga Gaza yang sudah sangat menderita akibat blokade Israel," tukas Nichole Kiil Nielsen, anggota parlemen Eropa yang ikut berunjuk rasa. (ln/prtv)
Thursday, April 1, 2010
Apco Mula Membimbangkan
* REKOD APCO
* APCO DAN MODUS OPERANDI
* REKOD APCO
* RISIKO KEPADA NEGARA
* RUJUKAN
Wednesday, March 31, 2010
Top Ten Reasons East Jerusalem does not belong to Jewish-Israelis
By Juan Cole is President of the Global Americana Institute
Israeli Prime Minister Binyamin Netanyahu told the American Israel Public Affairs Council on Monday that "Jerusalem is not a settlement." He continued that the historical connection between the Jewish people and the land of Israel cannot be denied. He added that neither could the historical connection between the Jewish people and Jerusalem . He insisted, "The Jewish people were building Jerusalem 3,000 years ago and the Jewish people are building Jerusalem today." He said, " Jerusalem is not a settlement. It is our capital." He told his applauding audience of 7500 that he was simply following the policies of all Israeli governments since the 1967 conquest of Jerusalem in the Six Day War.
Netanyahu mixed together Romantic-nationalist cliches with a series of historically false assertions. But even more important was everything he left out of the history, and his citation of his warped and inaccurate history instead of considering laws, rights or common human decency toward others not of his ethnic group.
So here are the reasons that Netanyahu is profoundly wrong, and East Jerusalem does not belong to him.
1. In international law, East Jerusalem is occupied territory, as are the parts of the West Bank that Israel unilaterally annexed to its district of Jerusalem. The Fourth Geneva Convention of 1949 and the Hague Regulations of 1907 forbid occupying powers to alter the lifeways of civilians who are occupied, and forbid the settling of people from the occupiers' country in the occupied territory. Israel 's expulsion of Palestinians from their homes in East Jerusalem , its usurpation of Palestinian property there, and its settling of Israelis on Palestinian land are all gross violations of international law. Israeli claims that they are not occupying Palestinians because the Palestinians have no state are cruel and tautological. Israeli claims that they are building on empty territory are laughable. My back yard is empty, but that does not give Netanyahu the right to put up an apartment complex on it.
2. Israeli governments have not in fact been united or consistent about what to do with East Jerusalem and the West Bank , contrary to what Netanyahu says. The Galili Plan for settlements in the West Bank was adopted only in 1973. Prime Minister Yitzhak Rabin gave undertakings as part of the Oslo Peace Process to withdraw from Palestinian territory and grant Palestinians a state, promises for which he was assassinated by the Israeli far right (elements of which are now supporting Netanyahu's government). As late as 2000, then Prime Minister Ehud Barak claims that he gave oral assurances that Palestinians could have almost all of the West Bank and could have some arrangement by which East Jerusalem could be its capital. Netanyahu tried to give the impression that far rightwing Likud policy on East Jerusalem and the West Bank has been shared by all previous Israeli governments, but this is simply not true.
3. Romantic nationalism imagines a "people" as eternal and as having an eternal connection with a specific piece of land. This way of thinking is fantastic and mythological. Peoples are formed and change and sometimes cease to be, though they might have descendants who abandoned that religion or ethnicity or language. Human beings have moved all around and are not directly tied to any territory in an exclusive way, since many groups have lived on most pieces of land. Jerusalem was not founded by Jews, i.e. adherents of the Jewish religion. It was founded between 3000 BCE and 2600 BCE by a West Semitic people or possibly the Canaanites, the common ancestors of Palestinians, Lebanese, many Syrians and Jordanians, and many Jews. But when it was founded Jews did not exist.
4. Jerusalem was founded in honor of the ancient god Shalem. It does not mean City of Peace but rather 'built-up place of Shalem."
5. The "Jewish people" were not building Jerusalem 3000 years ago, i.e. 1000 BCE. First of all, it is not clear when exactly Judaism as a religion centered on the worship of the one God took firm form. It appears to have been a late development since no evidence of worship of anything but ordinary Canaanite deities has been found in archeological sites through 1000 BCE. There was no invasion of geographical Palestine from Egypt by former slaves in the 1200s BCE. The pyramids had been built much earlier and had not used slave labor. The chronicle of the events of the reign of Ramses II on the wall in Luxor does not know about any major slave revolts or flights by same into the Sinai peninsula . Egyptian sources never heard of Moses or the 12 plagues & etc. Jews and Judaism emerged from a certain social class of Canaanites over a period of centuries inside Palestine .
6. Jerusalem not only was not being built by the likely then non-existent "Jewish people" in 1000 BCE, but Jerusalem probably was not even inhabited at that point in history. Jerusalem appears to have been abandoned between 1000 BCE and 900 BCE, the traditional dates for the united kingdom under David and Solomon. So Jerusalem was not 'the city of David ,' since there was no city when he is said to have lived. No sign of magnificent palaces or great states has been found in the archeology of this period, and the Assyrian tablets, which recorded even minor events throughout the Middle East, such as the actions of Arab queens, don't know about any great kingdom of David and Solomon in geographical Palestine .
7. Since archeology does not show the existence of a Jewish kingdom or kingdoms in the so-called First Temple Period, it is not clear when exactly the Jewish people would have ruled Jerusalem except for the Hasmonean Kingdom . The Assyrians conquered Jerusalem in 722. The Babylonians took it in 597 and ruled it until they were themselves conquered in 539 BCE by the Achaemenids of ancient Iran , who ruled Jerusalem until Alexander the Great took the Levant in the 330s BCE. Alexander's descendants, the Ptolemies ruled Jerusalem until 198 when Alexander's other descendants, the Seleucids, took the city. With the Maccabean Revolt in 168 BCE, the Jewish Hasmonean kingdom did rule Jerusalem until 37 BCE, though Antigonus II Mattathias, the last Hasmonean, only took over Jerusalem with the help of the Parthian dynasty in 40 BCE. Herod ruled 37 BCE until the Romans conquered what they called Palestine in 6 CE (CE= 'Common Era' or what Christians call AD). The Romans and then the Eastern Roman Empire of Byzantium ruled Jerusalem from 6 CE until 614 CE when the Iranian Sasanian Empire Conquered it, ruling until 629 CE when the Byzantines took it back.
The Muslims conquered Jerusalem in 638 and ruled it until 1099 when the Crusaders conquered it. The Crusaders killed or expelled Jews and Muslims from the city. The Muslims under Saladin took it back in 1187 CE and allowed Jews to return, and Muslims ruled it until the end of World War I, or altogether for about 1192 years.
Adherents of Judaism did not found Jerusalem . It existed for perhaps 2700 years before anything we might recognize as Judaism arose. Jewish rule may have been no longer than 170 years or so, i.e., the kingdom of the Hasmoneans.
8. Therefore if historical building of Jerusalem and historical connection with Jerusalem establishes sovereignty over it as Netanyahu claims, here are the groups that have the greatest claim to the city:
A. The Muslims, who ruled it and built it over 1191 years.
B. The Egyptians, who ruled it as a vassal state for several hundred years in the second millennium BCE.
C. The Italians, who ruled it about 444 years until the fall of the Roman Empire in 450 CE.
D. The Iranians, who ruled it for 205 years under the Achaemenids, for three years under the Parthians (insofar as the last Hasmonean was actually their vassal), and for 15 years under the Sasanids.
E. The Greeks, who ruled it for over 160 years if we count the Ptolemys and Seleucids as Greek. If we count them as Egyptians and Syrians, that would increase the Egyptian claim and introduce a Syrian one.
F. The successor states to the Byzantines, which could be either Greece or Turkey , who ruled it 188 years, though if we consider the heir to be Greece and add in the time the Hellenistic Greek dynasties ruled it, that would give Greece nearly 350 years as ruler of Jerusalem .
G. There is an Iraqi claim to Jerusalem based on the Assyrian and Babylonian conquests, as well as perhaps the rule of the Ayyubids (Saladin's dynasty), who were Kurds from Iraq.
9. Of course, Jews are historically connected to Jerusalem by the Temple , whenever that connection is dated to. But that link mostly was pursued when Jews were not in political control of the city, under Iranian, Greek and Roman rule. It cannot therefore be deployed to make a demand for political control of the whole city.
10. The Jews of Jerusalem and the rest of Palestine did not for the most part leave after the failure of the Bar Kochba revolt against the Romans in 136 CE. They continued to live there and to farm in Palestine under Roman rule and then Byzantine. They gradually converted to Christianity. After 638 CE all but 10 percent gradually converted to Islam. The present-day Palestinians are the descendants of the ancient Jews and have every right to live where their ancestors have lived for centuries.
CITIZENS INTERNATIONAL is a global initiative from Penang , Malaysia . It seeks to analyse the causes of increased militarisation of the planet and to work towards an environment of peace and international security including the preservation of social justice, ecology and sustainable development. CI also intends to support the development of traditional knowledge systems.
BOIKOT PRODUK ISRAEL
http://sn115w.snt115.mail.live.com/mail/SafeRedirect.aspx?hm__tg=http://65.55.85.231/att/GetAttachment.aspx&hm__qs=file%3dac7f3c58-3e98-4e82-8d6d-e1de3dfba22a.jpg%26ct%3daW1hZ2UvanBlZw_3d_3d%26name%3daGVyYnNfaGVhZGVyLmpwZw_3d_3d%26inline%3d1%26rfc%3d0%26empty%3dFalse%26imgsrc%3dcid%253a1.3648689961%2540web30507.mail.mud.yahoo.com&oneredir=1&ip=10.13.28.8&d=d6854&mf=0&a=01_1a32199a232b5000b12972628e907ddcbdeaf7ba27befd0921a7083b80057250
Stop supermarket power
Dear Aminah
High street supermarkets are profiting from Israel 's occupation of Palestine by selling produce from Israeli settlements. Under international law, Israel 's settlements in the West Bank and East Jerusalem are illegal. By selling settlement produce, supermarkets are complicit in their illegal activity and profiting from Palestinian suffering.
We need to stop them.
Act now to tell the CEOs of Sainsbury's, Tesco, Morrisons, Waitrose and Asda to stop selling settlement produce in their stores.
Take action at www.waronwant.org/stopsupermarketsprofitingfromtheoccupation
Thank you,
Yasmin Khan
Senior Campaigns Officer
Wednesday, March 24, 2010
SEJARAH TELAH MEMBUKTIKAN..ISRAEL ITU TERORIS...
Pembantaian Demi Pembantaian Zionis-Israel
Selasa, 23/03/2010 15:57 WIB | email | print | share
Sejarah kehidupan entitas Zionis-Israel hanyalah diisi dengan pembantaian demi pembantaian terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab, yang tidak berdosa. Rezim Zionis-Israel dari waktu ke waktu, tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai tanah kelaharinnya.
Tapi, rezim Zionis-Israel terus menipu dan memanipulasi masyarakat dunia, dan menuduh rakyat Palestina, sebagai penjahat, teroris, dan biadab. Rezim Zionis-Israel telah memutar-balikkan fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkirinya. Semua bukti-bukti sangat nyata, menunjukkan bahwa Zionis-Israel adalah bangsa paling biadab di muka bumi ini. Anehnya, masyarakat dunia, terkecoh dengan kebohongan Zionis-Israel, yang selalu menggembar-nggemborkan tentang adanya ‘Holacoust’ (pembantaian), yang semuanya hanyalah fiktik, dan tujuannya untuk memeras masyarakat dunia, dan menutupi segala kejahatannya terhadpa rakyat Palestina.
Inilah diantara fakta kekejian yang paling dahsyat yang dilakukan Zionis-Israel sejak perang tahun 1948 :
1. Pembantaian di desa Balad As-Sheikh dan Hawasyah, pada 1 Januari 1948, di dua perkampungan yang terletak disebelah tenggara Haifa. Teroris Zionis melakukan bersenjata, di mana 200 pasukan teroris Zionis, membantai habis seluruh penduduk dua desa itu.
2. Pembantaian Naashiruddin, pada 15 Mei 1948, terjadi di desa dekat Thabriyah. Di sini pasukan teroris Zionis dengan menggunakan pakaian Arab, kemudian mendatangi penduduk, namun disaat penduduk menyambutnya, sekonyong-konyong pasukan teroris Zionis, lalu memuntahkan peluru, dan menembaki seluruh penduduk desa, hingga seluruh tewas.
3. Pembantaian Bait Darais, pada 21 Mei 1948, di mana serangan dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa besar, yang berada di sebelah timur Gaza, Bait Darais, dengan panser-panser dari segala penjuru, dan membabat seluruh penduduknya, tanpa menyisakannya.
4. Pembantaian Deir Yasin, pada 9 Oktober 1948, serangan yang dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa yang terletak di dekat kota Al-Quds dengan jumlah penduduk 600 muslim. Disini pasukan gabungan dari teroris Irghun dan Stern, yang jumlahnya 300, yang dilengkapi dengan panser menghancurkan desa itu dan mendudukinya, dan membantai habis seluruh penduduk Deir Yasin. Tak ada yang tersisa anak-anak, wanita, orang tua semuanya dibantai habis. Teroris Irghun dan Stern masuk rumah-rumah warga Palestina, dan melenyapkan dengan senjata.
5. Pambantaian Ad-Duwaimah, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan gerombolan Zionis-Israel, memasuki desa yang terletak sebelah tenggara Hebron (al-Khalil), pasukan Zionis-Israel yang dipimpin Moshe Dayyan, memasuki desa, dan membantai 96 orang, dan juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa dengan cara memecahkan kepala mereka.
6. Pembantaian Ailbun, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan Zionis-Israel membantai 12 pemuda Palestina dengan cara-cara yang keji, termasuk menghilangkan kepala mereka, dan membiarkan mayat mereka berserakan di jalan-jalan.
7. Pembantaian Shafshaf di Al Jalil, di mana pasukan Zionis-Israel, di mana dalam peristiwa itu, pasukan Zionis-Israel, membantai 52 orang Palestina, dan memasukkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, dan tanpa belas kasihan.
8. Pembantaian Allah, pada 11 Desember 1948, di mana dalam peristiwa puluhan anak Palestina terbunuh akibat muntahan peluru Israel yang terjadi di dalam masjid. Saat itu pemuda Palestina sedanga menunaikan shalat. Menurut sumber di Israel, waktu itu, lebih 250 orang Palestina yang dibantai oleh Zionis-Israel, belum termasuk yang mengalami luka-luka.
9. Allah, juga menyaksikan pembantaian, yang sebelumnya terjadi pengusiran terhadap penduduk di wilayah itu, saat pasukan Zionis-Israel melakukan pengosongan besar-besaran.
10. Pembantaian di Shafat, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel, membantai 70 pemuda Arab, yang sedang melakukan shalat saat itu.
11. Gerombolan Al-Atsel, pada 6 Juli 1938, meledakkan dua mobil di pasar Haifa, sehingga meluluh-lantakkan keuda mobil itu, dan merenggut nyawa 21 orang Palestina, dan melukai 52 orang lainnya.
12. Seorang Zionis melemparkan granat di pasar sayur mayur, dan itu terjadi pada 14 Juli1938, akibat ledakan granat itu, 12 orang Arab tewas.
13. Gerombolan Zionis, pada 15 Juli 1938, meledakkan granat di depan salah satu Masjid Al-Quds, disaat para jamaah keluar masjid. Peristiwa itu menewaskan 10 orang Palestina, dan melukai 30 orang lainya.
14. Gerombolan Zionis, pada 26 Agustus 1938, meledakkan mobil yang sudah dipenuhi dengan bahan peledak oleh para teroris Al-Atsel, di pasar Al-Quds. Peristiwa ini membunuh 34 pemuda Arab, dan melukai 35 orang lainnya.
15. Para gerombolan teroris Al-Atsel , pada 27 Februari 1939, meledakkan dua bom di Haifa, sehingga menewaskan 27 orang Arab, dan 39 lainnya mengalami cidera.
16. Pembantaian Qabiyyah, pada 14 Oktober 1953, di mana pasukan teroris Zionis-Israel dengan kekuatan 600 pasukan, memasuki desa yang terletak di sebelah timur Al-Quds, dan desa itu berpenduduk 2.000 jiwa. Teroris Zionis-Israel mengepung desa itu, kemudian menembak secara sporadis ke segala arah. Teroris Zionis-Israel itu juga meledakkan rumah-rumah penduduk Palestina yang ada, dan membantai pemiliknya satu-satu, seperti membunuhi binatang, tanpa ada sedikitpun rasa belas-kasihannya. Pembantaian itu berlangsung selama 32 jam. 56 rumah hancur, 67 penduduk tewas, dan banyak seluruh keluarga dibantai dalam peristiwa itu. Termasuk anak-anak dan wanita. Zionis-Israel juga menghancurkan masjid-masjid yang ada di desa itu.
17. Pembantaian di Kafr Qasim, pada 29 Oktober 1956, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel mengumpulkan buruh, pada pukul 17.00 petang. Gerombolan teroris Zionis dengan dingin membantai buruh, yang sudah berkumpul, tanpa bersisa. 49 orang tewas, diantaranya yang tewas anak-anak yang berumur 11 tahun.
18. Shabra dan Syatila, di mana 2 diantara 12 tempat pengungsian Palestina di Lebanon. Pembantaian di Shabra dan Syatila ini berlansung pada 18 September 19882. Ini merupakan pembantaian paling keji dalam sejarah kehidupan kemanusiaan. Zionis-Israel benar-benar biadab. Di bawah komando Jendral Ariel Sharon ( sekarang masih koma, dan sudah 4 tahun), dimana pembantaian di kamp pengungsi ini, yang dilakukan rezim Zionis-Zionis yang bekerjasama dengan milisih Phalangist (Kristen), membantai sekitar 4.000 warga Palestina, yang ada di dua kamp pengungsian itu. Inilah kejahatah yang paling terkutuk yang dilakukan Zionis-Israel. Sebelum melakukan pembantaian itu, terlebih dahulu pasukan Zionis bersama milisi Phalangist memadamkan listrik yang ada di kamp Shabra dan Syatila.
19. Pembantaian di Al-Aqsha, yang berlangsung pada 8 Oktober 1990. Di mana gerombolan teroris yang mengatas-namakan ‘Pengawal Gunung Haikal’, memuntahkan peluru yang diarahkan kepada jamaah yang sedang melakukan shalat di dalam masjid. Korban yang syahid sebanyak 21 orang, 800 orang yang luka-luka, dan 250 orang yang ditangkap. Ini peperangan yang dilancarkan kaum muslimin, yang sedang shalat terhdap Zionis-Israel.
20. Pembantaian di Masjid Ibrahim Hebron, yang berlangsung di tahun 1994, di mana kaum muslimin sedang menunaikan shalat, dan berdzikir, dan belum selesai wirid mereka, muntahan senjata Zionis-Israel tanpa henti-henti. 24 warga Hebron tewas, dan 35 orang lainnya luka-luka. Dari pembantaian di Masjid Al-Khalil Hebron, kemudian muncul Intifadah.
21. Pembantaian Uyun Qarra, yang berlangsung pada 20 Mei 1989, di mana pasukan Zionis-Israel menembakkan senjatanya kearah buruh yang sedang menungu jemputan. 7 oran tewas. Dari peristiwa ini dampaknya sangat luas ke seluruh Palestina.
22. Pembantaian Bahr Al-Baqr, pasukan tempur mengebom sekolah anak-anak di dekat Suez, sehingga puluhan anak sekolah tewas.
23. Agresi Zionis-Israel ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1500, dan melukai lebih 5.000 penduduk Gaza. Zionis Israel juga menghancurkan seluruh sarana hidup di wilayah itu.
Kejahatan Zionis-Israel itu akan terus berlangsung sempai bangsa yang sangat rasialis di muka bumi itu, musnah. Kekacauan dan perang tidak akan pernah berhenti, selama eksistensi Zionis-Israel itu masih ada di tanah Palestina, yang sekarang mereka duduki. Inila fakta-fakta kejahatan yang dilakukan Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab. (m)
KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010
INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...
Written by Free Gaza Team 28 April 2010
Posted in News
(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.
These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.
Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”
In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.FOR IMMEDIATE RELEASE
Wednesday, April 28, 2010
Contact: Greta Berlin, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+33 63 142 7577
, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com
Huwaida Arraf, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+970-598-336-215
, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+972-542-635-936
, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org
Caoimhe Butterly, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+353 876 114 553
, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk
A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.
Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”
The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/
Greta Berlinhttp://www.freegaza.org/
NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....
10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!
Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB
KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.
Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.
USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.
Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.
Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.
Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.
Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.
Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.
Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.
Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.
Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)
Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina
Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB
KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.
Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.
Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.
Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)
Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon
Senin, 23/11/2009 17:04 WIB
KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.
"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.
Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.
Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.
"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.
"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.
Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.
Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)