Friday, April 16, 2010
Thursday, April 15, 2010
Wednesday, April 14, 2010
Kapal Bantuan Turki Dan Eropah Ke Gaza
Kapal Bantuan Turki dan Eropa Masuk Gaza
Yildirim menolak gerakan yang mereka lakukan merupakan bagian dari Partai AKP. "Tidak partai politik dibelakang gerakan kami. Semua masyarakat mendukung kami", ucap Yildirim.
Tidak ada yang berhak menghalangi-halangi gerakan damai ini, ujar Yildirim. "Semua gerakan ini berdasar pada rasa kemanusiaan. Kami mengharapakn adanya kesadaran kolektif terhadap kondisi rakyat Gaza. Kami akan mengangkut ribuan ton bantuan bagi 1.5 juta rakyat Gaza", tambah Yildirim.
Info sebelum ini dari eramuslim.com:
Erdogan, Chavez, dan Zuma akan Pimpin Konvoi untuk Gaza
Jad mengatakan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi akan keikutsertaan ketiga pemimpin negara itu dari Dewan Rakyat Palestina yang bertugas menyambut tamu internasional yang datang ke Gaza.
Ditambahkannya, ketiga tokoh itu akan ikut menaiki kapal laut yang membawa serta beberapa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.
Ribuan Terowong Hayat Di Gaza Mahu Ditutup Oleh Mesir
Haluan Palestin Sasar 10 Juta Dana Untuk Gaza
Cara Intelejen Israel Menyusup ke Jalur Gaza
KISPA Dan MER-C Akan Berangkat Bersama Dengan Rombongan Dari Turki Ke Gaza
KISPA Berangkat ke Gaza Bersama Viva Palestina Ke-4
MER-C akan Berlayar ke Gaza
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 009.0121.773
Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678
Divisi Humas MER-C
Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440
Telp/Fax: 021-3159235 / 3159256
Call Center: 0811 99 0176
Website: www.mer-c.org
Monday, April 12, 2010
Tembok Besi Mesir Dalam Tahap Akhir Penyelesaian
* Tujuan Pembangunan Tembok
* Dampak Pembangunan Tembok
a.Penggalian parit yang dalam yang berdekatan dengan perbatasan dimulai dari Gerbang Perlintasan Rafah.
b.Instalasi sejumlah perangkat untuk mendeteksi terowongan.
c.Pembuatan dua gerbang elektronik di pintu gerbang masuk Rafah untuk memantau bahan peledak.
d.mendatangkan batalion yang terdiri dari pakar dan marinir AS untuk mengamankan dan memantau wilayah pesisir.
e.Pasukan Mesir, Perancis dan Amerika mensupervisi pemasangan instalasi sensor Khusus yang bertugas melaporkan tentang berbagai upaya untuk menembus dinding baja.
f.Perancis akan meluncurkan satelit (Helios 2 B), yang salah satu misinya memantau Jalur Gaza.
Dilihat dari spesifikasi baja, proses manufaktur, transportasi dan stabilisasinya yang digunakan, termasuk operasi pengeboran dan kompensasi pembebasan tanah dan pohon dalam pembuatan tembok Baja tersebut, diperkirakan total dana yang dibutuhkan bisa mencapai 100 – 150 juta pound Mesir atau sekitar 230 – 345 miliar rupiah.
[Pihak-Pihak yang Berhubungan Langsung]
* Sikap resmi pemerintah Mesir
- Dr. Yusuf Qordhowy, mufti Negara Qotar.
- Dr. Abdul Majid Az Zandany, salah seorang pendiri Ikhwan Muslimin di Yaman.
- Sejumlah ulama Al Azhar dalam penjelasan resmi mereka yang mengecam tindakan Mesir yang mendirikan tembok pemisah dan menyatakannya sebagai tindakan yang diharamkan.
- Organisasi Ulama Muslimin di Al Jazair.
- Mantan Sekjen gerakan salafy di Kuwait, Syekh Hamid Al Aly.
- Persatuan Ilmiah Ulama Muslimin.
- Dr. Yusuf bin Abdullan Al Ahmad, anggota dewan pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Suud di Riyadh.
- Ikatan Ulama Palestina.
- Hamid Al Bitawy anggota parlemen Palestina dan ketua Ikatan Ulama Palestina.
- Dr. Abdusshobur Syahin da’I Islam dan Profesor di Institute Darul Ulum Universitas Kairo.
- Syekh Muhammad Ratib An Nabulsiy.
- Syekh Muhammad Karim Rajih syekh para Qori negeri Syam.
- Cendekiawan muslim Fahmi Huwaidy.
- Persatuan organisasi-organisasi Islam di Eropa.
- Thoriq Basyary.
- Hasan Nashrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon, menyeru Mesir untuk menghentikan pembangunan tembok dan menuduhnya sebagai usaha mencekik Jalur Gaza.
- Komite Ulama Syariat Islam di Partai Front Kerja Islamy di Yordan, mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembangunan tembok baja diperbatasan Gaza dan Mesir.
- Anggota Konferensi Nasional Arab di Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras pembangunan tembok baja itu dan menyebutnya sebagai “tembok kehinaan.”
- Lembaga Ikatan Nasional untuk membantu masyarakat Palestina di Nawaksyuth.
- Para pimpinan gereja yang mewakili kelompok Kristen Mesir mendukung hak Mesir untuk membela dan melindungi wilayahnya.
- Organisasi Pengembangan dan Hak asasi manusia Mesir, mendukung hak penuh Mesir untuk melindungi perbatasannya dan mengkritik peran Mesir yang berlebihan dalam penyelesaian masalah Palestina.
- Pemerintahan Amerika Barack Obama menegaskan dukungannya terhadap Mesir yang membangun tembok baja, menurut Amerika, yang akan menghalangi operasi penyelundupan senjata ke Jalur Gaza yang dikhawatirkan oleh pemerintah Amerika akan digunakan orang-orang Palestina untuk menyerang orang-orang Israel.
Pada tanggal 3 January, 2010 ibukota Lebanon Beirut melakukan mogok kerja atas seruan dari Jamaah Islamiyah di Lebanon yang menentang pembangunan tembok baja di depan gedung kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Ibokota Yordan menentang pembangunan tembok pemisah Mesir, begitu juga telah terjadi demonstrasi besar-besaran memprotes tembok yang sama.
KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010
INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...
Written by Free Gaza Team 28 April 2010
Posted in News
(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.
These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.
Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”
In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.FOR IMMEDIATE RELEASE
Wednesday, April 28, 2010
Contact: Greta Berlin, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+33 63 142 7577
, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com
Huwaida Arraf, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+970-598-336-215
, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+972-542-635-936
, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org
Caoimhe Butterly, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+353 876 114 553
, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk
A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.
Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”
The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/
Greta Berlinhttp://www.freegaza.org/
NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....
10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!
Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB
KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.
Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.
USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.
Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.
Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.
Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.
Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.
Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.
Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.
Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.
Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)
Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina
Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB
KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.
Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.
Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.
Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)
Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon
Senin, 23/11/2009 17:04 WIB
KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.
"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.
Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.
Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.
"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.
"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.
Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.
Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)