Viva Gaza Malaysia :: KONVOI FREEDOM FLOTILLA 4 GAZA

Monday, April 12, 2010

Tembok Besi Mesir Dalam Tahap Akhir Penyelesaian

Senin, 12/04/2010 13:30 WIB
 

Tembok besi yang dibangun oleh Mesir di bawah perbatasan dengan Jalur Gaza telah memasuki tahap akhir dan akan segera menutup seluruh terowongan yang digunakan untuk penyelundupan barang ke Jalur Gaza yang diblokade, kata sumber-sumber yang bekerja dalam proyek tembok besi tersebut. Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada PIC pada hari Ahad kemarin (11/4) bahwa tahap final pembangunan tembok besi merupakan yang paling berbahaya karena menargetkan area tersebut tekah secara penuh menutup terowongan antara Gaza dan Mesir.

Mereka mengatakan bahwa pemerintah Mesir telah meningkatkan jumlah peralatan dua kali lipat yang digunakan dalam menggali untuk membangun tembok baja, tercatat bahwa 70% dari dinding telah selesai. Sumber itu mengatakan bahwa target pemerintah Mesir adalah menutup lebih dari 1.000 terowongan yang digunakan dalam memasok bahan kebutuhan dasar bagi rakyat Gaza. Kelompok hak asasi manusia Palestina memperkirakan sekitar 142 orang telah meninggal di terowongan selama beberapa tahun terakhir.

Dari informasi KNRP.or.id : Blokade Gaza
Rabu, 07/04/2010 16:13 WIB

* Spesifikasi Tembok


Tembok Baja Mesir adalah tembok baja yang membentang sepanjang perbatasan Mesir-Gaza, panjangnya mencapai 13 km, dengan kedalaman antara 20-30 km dibawah permukaan tanah. Tembok yang terbuat dari lempengan-lempengan baja ini dirakit sedemikian rupa sehingga tidak meninggalkan celah sedikit pun. Panjang masing-masing lempengan baja tersebut 18 meter dengan lebar 50 meter dan ketebalan 5 cm yang ditanam dengan menggunakan alat pengebor khusus yang biasa digunakan untuk menggali sumur. Dari beberapa kali uji coba, terbukti lempeng-lempeng baja ini tidak dapat ditembus dengan alat pengebor logam atau dihancurkan dengan ledakan dinamit. Tidak bisa dipotong, dilebur, atau ditembus. Disamping juga dilengkapi dengan kamera pengintai berteknologi canggih yang dipasang disepanjang tembok. Kamera-kamera tersebut mampu mengambil gambar dimalam hari dan dalam kondisi suhu bagaimanapun.

* Lokasi Tembok


Tembok baja Mesir terletak sekitar 70-100 meter dari tembok Khurosani yang membatasi wilayah Jalur Gaza dengan kawasan Mesir. Kawasan datar yang rata dengan tanah. Panjang wilayah perbatasan Mesir-Gaza mencapai 13 km. Dan tembok yang akan dibangun panjangnya mencapai 10-11 km. 3 km dari wilayah perbatasan itu merupakan daerah berpasir yang tidak mungkin digali terowongan dibawahnya sehingga tidak perlu dibangun tembok. Hingga saat ini tembok yang sudah selesai dibangun mencapai 4,5 km. Pembangunannya itu sendiri telah dimulai sejak setengah tahun yang lalu.

* Pabrikasi Baja

Lempengan-lempengan baja yang menjadi material utama tembok ini terbuat dari bijih baja anti ledakan, yang diproduk disalah satu pabrik baja di Amerika Serikat. Kemudian dibawa ke Mesir melalui laut dan diangkut oleh kontainer-kontainer militer Mesir dari pelabuhan Port Said ke wilayah perbatasan Rafah secara sembunyi-sembunyi. Proses ini berjalan dari sejak enam bulan yang lalu. Baja yang digunakan tersebut diimpor dari Rusia dan diproduk disalah satu perusahaan logam terbesar dunia, Russian steel group Evraz. Perusahaan yang mengimpor bahan-bahan logam ke Amerika ini adalah milik seorang miliarder terkemuka yang juga pemilik dari klub sepakbola inggris terkenal Chelsea, Roman Abramovic.


* Tujuan Pembangunan Tembok


Pemerintah Mesir mengklaim maksud pembangunan tembok ini tiada lain untuk menghentikan apa yang dianggap oleh pemerintah Mesir sebagai pembobolan perbatasannya melalui terowongan yang dibuat oleh orang-orang Palestina dari Rafah yang menjadi wilayah Palestina sampai ke Rafah Mesir dengan tujuan penyelundupan yang membahayakan keamanan Mesir.


* Dampak Pembangunan Tembok



a.Terhalanginya penggalian terowongan-terowongan yang menjadi urat nadi kehidupan 1,5 juta warga Palestina di Gaza, setelah lebih dari tiga tahun diblokade oleh Israel.

b.Mencegah masuknya barang-barang kebutuhan ke Gaza. Pintu-pintu Perlintasan antara Gaza dengan kawasan yang dijajah Zionis (Selain Rafah yang berbatasan dengan mesir) hanya memperbolehkan masuknya barang kurang dari 40 jenis barang, dari total 4000 jenis barang yang diperbolehkan masuk sebelum diberlakukannya blokade Gaza. Semenjak itu, untuk memasok barang-barang kebutuhannya, penduduk Gaza sangat mengandalkan terowongan. Maka bisa kita dibayangkan seberapa besar kesengsaraan yang mereka rasakan jika Tembok Pemelaratan ini juga berhasil mencegah masuknya barang-barang yang mereka butuhkan.

c.Semakin memperparah blokade yang diberlakukan (Israel) terhadap Jalur Gaza sejak tiga setengah tahun yang lalu.

d.Mengurung Gaza dan mengokohkan upaya internasional untuk memenjarakan dan menelantarkan penduduk Gaza agar kemudian mereka menyerah pada keinginan Zionis.

e.Seorang perempuan mantan diplomat Amerika, Kolonel purnawirawan Anna Roytela mengatakan bahwa ide pembangunan tembok datang setelah pemerintah Zionis mendesak pihak Obama untuk menugaskan para insinyur senjata di militer Amerika agar mendesain pembuatan sebuah tembok vertikal bawah tanah yang ditanam di wilayah perbatasan Mesir-Gaza (Maret 2009). Dia juga mengatakan Amerika Serikat memberikan $ 32 juta untuk menciptakan sebuah sistem pemantau dengan perlengkapan dan peralatan lain guna mencegah pergerakan makanan, barang-barang dan senjata. Anna mengimbuhkan sebagaimana dinding logam kokoh yang dipasang para insinyur militer AS sebagai penyangga bendungan di kota Niwaolitr untuk melindunginya kota tersebut dari terjangan air laut, tidak bisa membendung terjangan Badai Katerina, maka dinding baja kokoh yang dirancang para insinyur yang sama yang akan mereka tanam dibawah tanah itu tidak akan sanggup menghadapi kokohnya semangat bertahan hidup penduduk Gaza.
f.Apa yang tidak bisa dicapai Israel dengan jalan perang boleh jadi memberikan hasil yang lebih efektif dengan memperkuat blokade di Gaza. Seperti yang diimpikan oleh Zionis.
g.Bahayanya Terhadap Lingkungan. Ir. Nizar Wahdawi (Pakar air berkebangsaan Palestina)mengingatkan bahwa pembangunan tembok akan mengancam kejernihan air tanah. Sebagaimana logam-logam dari tembok itu pula akan menyebabkan merembesnya air laut sehingga bercampur dengan air tawar (air tanah). Dan sangat memungkinkan pula, zat-zat dan senyawa-senyawa yang berasal dari pembangunan tembok ini akan mengotori dan mencemari air tanah. Dan akan menjadi bentuk blokade baru, blokade air, melengkapi blokade-blokade lain yang sudah diterapkan (blokade bahan makanan, bahan bakar dan barang-barang kebutuhan pokok).

Lebih dari itu, Tembok Baja Mesir merupakan bagian dari sistem keamanan yang meliputi:
a.Penggalian parit yang dalam yang berdekatan dengan perbatasan dimulai dari Gerbang Perlintasan Rafah.
b.Instalasi sejumlah perangkat untuk mendeteksi terowongan.
c.Pembuatan dua gerbang elektronik di pintu gerbang masuk Rafah untuk memantau bahan peledak.
d.mendatangkan batalion yang terdiri dari pakar dan marinir AS untuk mengamankan dan memantau wilayah pesisir.
e.Pasukan Mesir, Perancis dan Amerika mensupervisi pemasangan instalasi sensor Khusus yang bertugas melaporkan tentang berbagai upaya untuk menembus dinding baja.
f.Perancis akan meluncurkan satelit (Helios 2 B), yang salah satu misinya memantau Jalur Gaza.

* Tahapan Pelaksanaan


Fase pertama meliputi pemasangan detector yang mampu mendeteksi adanya terowongan bawah tanah. Sebuah peralatan Geology modern yang memiliki kemampuan deteksi yang luar biasa terhadap suara dan gerakan di di kedalaman perut bumi sekalipun. Pekerjaan ini sudah dimulai semenjak catur wulan kedua tahun 2009. Sedangkan fase kedua dari proyek ini yaitu pembangunan tembok baja sepanjang daerah perbatasan untuk menghalangi penggalian terowongan pada titik-titik tertentu yang sudah dipelajari sebelumnya secara intensif dan akurat dengan menggunakan sistem yang mampu mendeteksi terowongan. [memerlukan referensi].

Bagian yang dibagung di dalam tanah dari tembok baja Mesir antara Mesir dan Jalur Gaza mencapai kedalaman 20 – 30 meter. Pembangunan itu dimulai dengan penuh rahasia, para perwira Israel tahu persis dengan proyek ini [ perlu referensi] dengan meletakkan lempengan baja sepanjang perbatasan yang disepakati. Ada perkecualian sepanjang 3 kilo meter wilayah yang yang tidak terdapat galian terowongan disebabkan tanahnya yang berpasir lembut, yaitu daerah yang dibatasi oleh perbatasan international yang terletak di tepi pantai perbatasan hingga sebelah utara perbatasan international ke arah laut, yaitu daerah yang bermula dari bukit Sultan hingga ke laut.

* Pendanaan


Dilihat dari spesifikasi baja, proses manufaktur, transportasi dan stabilisasinya yang digunakan, termasuk operasi pengeboran dan kompensasi pembebasan tanah dan pohon dalam pembuatan tembok Baja tersebut, diperkirakan total dana yang dibutuhkan bisa mencapai 100 – 150 juta pound Mesir atau sekitar 230 – 345 miliar rupiah.

* Berbagai Reaksi

[Pihak-Pihak yang Berhubungan Langsung]


* Sikap resmi pemerintah Mesir

Pada awalnya pemerintah Mesir menafikan pembangunan tembok baja ini, namun kemudian mengoreksi sikapnya ini dan membenarkan pembangunan itu setelah sebuah harian Israel memberitakan kebenaran berita ini, hanya saja tidak memberikan penjelasan terperinci tentang tembok baja ini. Kementrian Luar Negeri Mesir memberikan alasan pembangunan tembok baja itu dalam rangka menjaga wilayah, kewibawaan dan keamanan nasionalnya dari berbagai penyelundupan yang menyebabkan – menurut sumber berita pemerintah Mesir – jatuhnya korban luka dan meninggal dari pasukan pengawal perbatasan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Husam Zaky juru bicara resmi kementrian luar negeri Mesir menyatakan, bahwa tujuan pertama dari pembangunan tembok baja ini adalah untuk menghalangi masuknya teroris ke wilayah Mesir, ditambah untuk membatasi perpecahan dalam tubuh orang-orang Palestina yang terjelma adanya dua pihak yang bertikai ( Hamas dan Pemerintan Otoritas Palestina).

Seorang pejabat Mesir menegaskan, bahwa pembangunan tembok baja ini bukan untuk ikut berperan serta melakukan blokade terhadap Gaza, dan menyetujui kondisi kesulitan hidup di Gaza, namun dalam waktu yang sama bersikeras untuk tidak mensukseskan usaha Israel meletakkan tanggung jawab Jalur Gaza kepada Mesir. Ahmad Abul Ghoith menyatakan, bahwa tidak bisa mencampur adukkan antara tembok di atas tanah dan di dalam tanah.



Muhammad Husni Mubarok, presiden Mesir dalam pidatonya pada hari kepolisian 24 Januari 2010, bahwa Mesir tidak akan main-main dalam menjaga perbatasan, kedaulatan dan keamanan perbatasan wilayah dan kemampuan bangsanya. Menurutnya tembok baja akan mampu memberikan perlindungan. Mubarok juga menegaskan peran Mesir dalam penyelesaian masalah Palestina, menurutnya Negara-negara Arab dan Negara-negara International yang selama ini tidak pernah berperan seperti yang dilakukan oleh Mesir dalam penyelesaian masalah Palestina menggunakan pembangunan tembok itu sebagai sarana untuk mengkritik Mesir. Husni Mubarok juga mengecam Hamas yang menambah beban peran Mesir, seraya menyindir bahwa Hamas tidak melakukan perlawanan sedikitpun, dan tidak menciptakan sama sekali perdamaian. Khususnya tentang yang diungkapkan oleh sebagian bahwa Mesir berusaha untuk mendekatkan diri kepada Israel dan Amerika dengan pembangunan tembok baja itu. Selanjutnya Mubarok mengatakan, bahwa Mesir menolak untuk bergabung dalam kesepakatan keamanan antara dua Negara yang sudah disebutkan pada masa pemerintahan George W. Bush, dan Mesir terus maju ke depan dalam pembangunan proyek-proyeknya pada perbatasan sebelah timur bukan untuk mendekatkan diri kepada pihak tertentu. Tetapi pembangunan itu semata-mata hanya untuk menjaga keamanan nasional Mesir.

* Sikap Pemerintahan Otoritas Palestina


Mahmud Abbas mengatakan di surat kabar harian Al Ahram Mesir, bahwa ia mendukung pembangunan tembok baja tersebut. Muhammad Dahlan (komandan satuan khusus ) mengecam Hamas yang menuduh Mesir melaksanakan keinginan pihak-pihak asing untuk memberikan cacat kepada Mesir dengan adanya blockade.
* Sikap Hamas


Hamas mengecam keras pembangunan tembok baja itu, dan menghimbau Mesir untuk segera menghentikan pembangunannya, dan Hamas juga menyeru untuk mengadakan demo dan protes atas pembangunan tembok baja itu. Menanggapi kematian tentara perbatasan Mesir sebagaimana yang diungkapkan oleh pemerintah Mesir bahwa yang melakukan penembakan itu adalah sniper Palestina , Hamas membantah hasil kesimpulan tersebut. Hamas mengatakan, hahwa tembakan itu berasal Mesir yang diarahkan kepada pemuda-pemuda Palestina namun mengenai tentara Mesir sehingga menyebabkan kematian tentara itu dan mengenai puluhan orang-orang Palestina, dua diantara mereka dalam kondisi kritis.
* Sikap Beberapa Partai Politik Mesir

Partai Al Wafd, Attajamu’, Al Ahror, dan Front Demokrasi mendukung pembangunan tembok pemisah di perbatasan, dan merupakan hak Mesir untuk menjaga perbatasannya dan menjaga keamanan dalam negerinya dengan berbagai cara yang cocok. Sumber berita lain mengatakan, bahwa Partai Attajamu’ sudah mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak pembangunan tembok. Sementara Ikhwanul Muslimin mengecam pembangunan tembok baja ini.
* Sikap Al Azhar
 

Majma’ Buhuts Al Islamiyah (Dewan Riset Islam Al Azhar) dengan penjelasan resmi (yang disampaikan Syaikul Azhar, Syekh Tanthowi, membolehkan pendirian tembok, tersebut. Meski fatwa ini mendapat penentangan dan respon dari banyak ulama baik dari dalam Mesir maupun negara-negara lainnya.



* Aktivis Mesir


Sejumlah aktivis Mesir meresmikan “ Kampanye melawan pembangunan tembok baja” sebagai penegasan atas penolakan total mereka atas didirikannya tembok pemisah antara Mesir dan Jalur Gaza yang dianggap sebagai pekerjaan yang mengganggu keamanan nasional Mesir dan membahayakan kepentingan Mesir dan Palestina.
* Media Israel

Pusat Research “Hertzuj” untuk studi ketimuran di Universitas Ben Goreon menganggap bahwa tembok baja merupakan salah satu dari bentuk pelayanan pemerintah Mesir kepada Israel, yang tembok tersebut bertujuan untuk menghalangi terowongan-terowongan yang dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan berbagai kebutuhan kemanusiaan bagi penduduk Jalur Gaza dan penutupan Gerbang Rafah bagi orang-orang Palestina. Akademisi Israel Yuram Mithal menyatakan, bahwa ini terjadi karena kerjasama antara Mesir-Israel yang memandang bahwa Gerakan Perlawanan Islam “ Hamas” yang menguasai Jalur Gaza merupakan organisasi “teroris” yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya dan dibasmi tuntas dengan kekuatan.
[Pihak-Pihak Lain]

* Berbagai fatwa dan penjelasan resmi yang menentang pembangunan tembok


Sejumlah Ulama Islam memberikan fatwa tentang haramnya pembangunan tembok baja: 
  1. Dr. Yusuf Qordhowy, mufti Negara Qotar. 
  2. Dr. Abdul Majid Az Zandany, salah seorang pendiri Ikhwan Muslimin di Yaman. 
  3. Sejumlah ulama Al Azhar dalam penjelasan resmi mereka yang mengecam tindakan Mesir yang mendirikan tembok pemisah dan menyatakannya sebagai tindakan yang diharamkan. 
  4. Organisasi Ulama Muslimin di Al Jazair. 
  5. Mantan Sekjen gerakan salafy di Kuwait, Syekh Hamid Al Aly. 
  6. Persatuan Ilmiah Ulama Muslimin. 
  7. Dr. Yusuf bin Abdullan Al Ahmad, anggota dewan pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Suud di Riyadh. 
  8. Ikatan Ulama Palestina. 
  9. Hamid Al Bitawy anggota parlemen Palestina dan ketua Ikatan Ulama Palestina. 
  10. Dr. Abdusshobur Syahin da’I Islam dan Profesor di Institute Darul Ulum Universitas Kairo. 
  11. Syekh Muhammad Ratib An Nabulsiy. 
  12. Syekh Muhammad Karim Rajih syekh para Qori negeri Syam. 
  13. Cendekiawan muslim Fahmi Huwaidy. 
  14. Persatuan organisasi-organisasi Islam di Eropa. 
  15. Thoriq Basyary. 
  16. Hasan Nashrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon, menyeru Mesir untuk menghentikan pembangunan tembok dan menuduhnya sebagai usaha mencekik Jalur Gaza. 
  17. Komite Ulama Syariat Islam di Partai Front Kerja Islamy di Yordan, mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembangunan tembok baja diperbatasan Gaza dan Mesir. 
  18. Anggota Konferensi Nasional Arab di Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras pembangunan tembok baja itu dan menyebutnya sebagai “tembok kehinaan.” 
  19. Lembaga Ikatan Nasional untuk membantu masyarakat Palestina di Nawaksyuth.
* Berbagai Fatwa dan Keterangan Resmi yang mendukung pembangunan tembok baja.
  1. Para pimpinan gereja yang mewakili kelompok Kristen Mesir mendukung hak Mesir untuk membela dan melindungi wilayahnya.
  2. Organisasi Pengembangan dan Hak asasi manusia Mesir, mendukung hak penuh Mesir untuk melindungi perbatasannya dan mengkritik peran Mesir yang berlebihan dalam penyelesaian masalah Palestina.
  3. Pemerintahan Amerika Barack Obama menegaskan dukungannya terhadap Mesir yang membangun tembok baja, menurut Amerika, yang akan menghalangi operasi penyelundupan senjata ke Jalur Gaza yang dikhawatirkan oleh pemerintah Amerika akan digunakan orang-orang Palestina untuk menyerang orang-orang Israel.
* Sikap Parlemen Mesir


Sejumlah anggota Parlemen dari Ikhwanul Muslimin, individu-individu dan partai oposan Mesir lainnya mengajukan keterangan mendesak yang mengecam pembangunan tembok, dan menyampaikan kritikan keras, kecaman saat rapat Komite Keamanan Nasional yang membicarakan pembangunan tembok.
* Gerakan Peradilan


Sejumlah politikus , advokat dan anggota-anggota Parlemen Mesir mengajukan tuntutan terhadap Presiden Mesir kepada mahkamah konstitusi untuk menghentikan pembangunan tembok baja.

* Demonstrasi dan Protes Menentang Pembangunan Tembok Baja.
 
Pada tanggal 3 January, 2010 ibukota Lebanon Beirut melakukan mogok kerja atas seruan dari Jamaah Islamiyah di Lebanon yang menentang pembangunan tembok baja di depan gedung kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Ibokota Yordan menentang pembangunan tembok pemisah Mesir, begitu juga telah terjadi demonstrasi besar-besaran memprotes tembok yang sama.



Pada tanggal 11 Januari 2010 terjadi demonstrasi di kota Lahore, Pakistan yang menentang pembangunan tembok itu.Demonstrasi ini prakarsai oleh Jamaat Islami.

Pada 23 Januari, 2010 terjadi demonstrasi menentang pembangunan tembok baja di ibukota Jerman Berlin di depan kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Beirut menentang pembangunan tembok di depan kedutaan Mesir. 


[Hedi dan M. Istamar dari Wikipedia dan berbagai sumber]

0 comments:

Post a Comment

KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010

INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...

The Freedom Flotilla Sails to Gaza in May

Print PDF

(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.

These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.

Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”

In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.

FOR IMMEDIATE RELEASE

Wednesday, April 28, 2010





Contact: Greta Berlin, +33 63 142 7577, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com

Huwaida Arraf, +970-598-336-215, +972-542-635-936, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org

Caoimhe Butterly, +353 876 114 553, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk

http://www.youtube.com/gazafriends#p/a/u/0/yz-LYXV6_t0



A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.

Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”

The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/

Greta Berlin



http://www.freegaza.org/








NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....

10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!

Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB

KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.

Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.

USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.

Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.

Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.

Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.

Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.

Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.

Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.

Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)





Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina

Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB

KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.

Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.

Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.

Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)



Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon

Senin, 23/11/2009 17:04 WIB

KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.

"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.

Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.

Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.

"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.

"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.

Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.

Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)


Pemandangan sepanjang KONVOI..VP 3..

"PALESTINA TERCINTA..SHOUTUL HARAKAH"

Semangat Ummi buat anak-anak dan pejuang Palestin...

VP KONVOI BERJAYA MELEPASI PINTU RAFAH..

VP KONVOI.."KAMI ADALAH WARGA BRITAIN YG TERBAIK...

[News] George Galloway - Save Gaza!

KONVOI pergi dengan satu niat.."bantu apa yang terdaya"

VP KONVOI "KAMI ADALAH KAWAN BAIK PALESTIN..."

KONVOI MEMBAWA APA YANG TERMAMPU UNTUK SDRNYA DI GAZA...

[Song] Michael Heart - We Will Not Go Down

VP KONVOI DISERANG OLEH POLIS MESIR...

VP KONVOI MULA BERGERAK.....

VP KONVOI..MENDAPAT SOKONGAN DARI SEMUA...BUKAN HANYA ISLAM..

VP KONVOI..MANUSIA YANG PUNYA HATI..

Bersama 30 jam di GAZA..

[Song] Muadz - Baitul Maqdis