Viva Gaza Malaysia :: KONVOI FREEDOM FLOTILLA 4 GAZA

Wednesday, April 14, 2010

KISPA Dan MER-C Akan Berangkat Bersama Dengan Rombongan Dari Turki Ke Gaza

KISPA Berangkat ke Gaza Bersama Viva Palestina Ke-4

Selasa, 13/04/2010 20:40 WIB



KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), dengan izin Allah Ta'ala, akan mengirimkan tim relawan kemanusiaan untuk ikut serta bersama kafilah Viva Palestina ke-4 (Garis Kehidupan Menuju Gaza) yang akan berangkat dari Istanbul, Turki pertengahan bulan Mei 2010 mendatang.
Kafilah ini terdiri dari organisasi-organisasi kemasyarakatan dari berbagai negara di bawah IHH (Insani Yardim Vakfi), organisasi bantuan kemanusiaan terbesar di Turki. Misi kafilah ini untuk menembus blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan selama 4 tahun terakhir ini serta memakan korban ribuan jiwa, serta menyampaikan bantuan internasional secara langsung, terutama barang-barang yang selama ini dilarang masuk ke Gaza oleh Israel, seperti obat-obatan, peralatan rumah sakit dan bahan-bahan bangunan seperti semen dan besi-besi.

Minggu lalu, tim KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Sahabat Al-Aqsa, dan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dari Indonesia melakukan pertemuan khusus dengan Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim di markasnya di Istanbul, Turki. Pada kesempatan yang sama, tim dari ketiga organisasi Indonesia juga mengunjungi kapal Marvi Marmara yang dibeli oleh IHH untuk kepentingan kafilah ini. Dalam misinya kali ini, KISPA akan menyalurkan sumbangan masyarakat Indonesia untuk program tahfizh bagi anak-anak Palestina, bantuan paket alat-alat sekolah bagi ratusan anak yatim, pengadaan laptop bagi para guru, pembangunan sumur-sumur air minum, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas, bekerja sama dengan IHH dan yayasan-yayasan di Gaza.

Masyarakat Indonesia diserukan untuk ikut menyalurkan bantuan langsung ke Gaza ini lewat Rekening KISPA: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Slipi no. rek. 311.01856.22 a.n. Nurdin QQ KISPA, agar delegasi KISPA dengan izin Allah bisa menyerahkan bantuan itu langsung ke pemerintah Palestina di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah dan rakyat Gaza. Sejak berdirinya tahun 2002, KISPA telah menyalurkan langsung dana dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina dan perjuangan membebaskan Masjidil Aqsha, kepada berbagai pihak yang dapat dipercaya di Palestina, diantaranya Al-Quds International Foundation pimpinan Syekh. Dr. Yusuf Al Qaradhawi dan Rabitah Ulama Palestina.

Setelah Gaza diserang Israel, relawan kemanusiaan KISPA dapat masuk dan berada di Gaza selama lima hari untuk menyampaikan bantuan rakyat Indonesia secara langsung kepada korban yang menderita, serta anak-anak yang mengikuti program menghafal Al Qur’an selama dua bulan. (Ferry Nur, Ketua KISPA).

MER-C akan Berlayar ke Gaza

Selasa, 13/04/2010 14:31 WIB


Walaupun perang 22 hari atas Gaza terjadi lebih dari 1000 hari yang lalu, tidak berarti bahwa penderitaan warga Gaza sudah berakhir. Blokade yang terus berlanjut, serta berbagai dampak langsung dari perang masih sangat membutuhkan perhatian dari masyarakat internasional. Hal inilah yang mendorong MER-C Indonesia untuk bergabung bersama 41 negara lainnya bulan Mei ini, bersama berbagai NGO-di antaranya IHH, Free Gaza Movement, European Campaign to End the Siege of Gaza, Global Perdana Malaysia, dan komunitas akademisi Yunani- untuk berlayar menuju Gaza. Flotila ini akan membawa berbagai bantuan seperti bantuan obat-obatan, kursi roda elektrik, bahan bangunan, dan berbagai keperluan untuk sekolah.





Misi ini juga mengharapkan kehadiran para tokoh internasional untuk menjadi saksi mata atas dampak dari blokade dan perang terhadap tanah Gaza dan warganya. Khusus bagi MER-C sendiri, flotila ini merupakan kesempatan yang tidak bisa dilewatkan, sehubungan dengan kebutuhan untuk menindaklanjuti rencana MER-C dalam membangun rumah sakit Indonesia di sebidang tanah di Gaza utara yang telah diwakafkan oleh pemerintahan Palestina di Gaza.

Alhamdulillah MER-C telah bertemu dengan berbagai NGO yang tergabung dalam flotila ini di Istanbul, Turki awal April lalu. IHH menjadi tuan rumah, mengadakan konfrensi pers dan telah menyediakan satu kapal penumpang berkapasitas 500 orang, serta satu kapal kargo bermuatan 3000 ton. Total kapal yang akan berlayar sampai saat konfrensi pers adalah 7 kapal laut. Dengan ini MER-C mengundang kehadiran wartawan, tokoh nasional dan internasional Indonesia untuk bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari peristiwa bersejarah ini. MER-C akan mengupayakan pengadaan kursi (seat) bagi semua elemen yang siap untuk berlayar menembus blokade Israel menuju Gaza.

MER-C masih terus menerima donasi untuk misi ini, yang akan kami salurkan untuk bersama-sama melunasi pembayaran beberapa kapal yang akan berlayar.

Donasi dapat disalurkan melalui:
Bank Syariah Mandiri (BSM), Cabang Kramat
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 009.0121.773

Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678

Semoga Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza.

Divisi Humas MER-C
Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440
Telp/Fax: 021-3159235 / 3159256
Call Center: 0811 99 0176
Website: www.mer-c.org

0 comments:

Post a Comment

KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010

INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...

The Freedom Flotilla Sails to Gaza in May

Print PDF

(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.

These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.

Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”

In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.

FOR IMMEDIATE RELEASE

Wednesday, April 28, 2010





Contact: Greta Berlin, +33 63 142 7577, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com

Huwaida Arraf, +970-598-336-215, +972-542-635-936, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org

Caoimhe Butterly, +353 876 114 553, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk

http://www.youtube.com/gazafriends#p/a/u/0/yz-LYXV6_t0



A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.

Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”

The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/

Greta Berlin



http://www.freegaza.org/








NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....

10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!

Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB

KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.

Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.

USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.

Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.

Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.

Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.

Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.

Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.

Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.

Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)





Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina

Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB

KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.

Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.

Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.

Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)



Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon

Senin, 23/11/2009 17:04 WIB

KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.

"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.

Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.

Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.

"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.

"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.

Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.

Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)


Pemandangan sepanjang KONVOI..VP 3..

"PALESTINA TERCINTA..SHOUTUL HARAKAH"

Semangat Ummi buat anak-anak dan pejuang Palestin...

VP KONVOI BERJAYA MELEPASI PINTU RAFAH..

VP KONVOI.."KAMI ADALAH WARGA BRITAIN YG TERBAIK...

[News] George Galloway - Save Gaza!

KONVOI pergi dengan satu niat.."bantu apa yang terdaya"

VP KONVOI "KAMI ADALAH KAWAN BAIK PALESTIN..."

KONVOI MEMBAWA APA YANG TERMAMPU UNTUK SDRNYA DI GAZA...

[Song] Michael Heart - We Will Not Go Down

VP KONVOI DISERANG OLEH POLIS MESIR...

VP KONVOI MULA BERGERAK.....

VP KONVOI..MENDAPAT SOKONGAN DARI SEMUA...BUKAN HANYA ISLAM..

VP KONVOI..MANUSIA YANG PUNYA HATI..

Bersama 30 jam di GAZA..

[Song] Muadz - Baitul Maqdis