
Wednesday, April 14, 2010
Cara Intelejen Israel Menyusup ke Jalur Gaza

KISPA Dan MER-C Akan Berangkat Bersama Dengan Rombongan Dari Turki Ke Gaza
KISPA Berangkat ke Gaza Bersama Viva Palestina Ke-4

MER-C akan Berlayar ke Gaza

A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 009.0121.773
Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678
Divisi Humas MER-C
Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440
Telp/Fax: 021-3159235 / 3159256
Call Center: 0811 99 0176
Website: www.mer-c.org
Monday, April 12, 2010
Tembok Besi Mesir Dalam Tahap Akhir Penyelesaian
Tembok Baja Mesir adalah tembok baja yang membentang sepanjang perbatasan Mesir-Gaza, panjangnya mencapai 13 km, dengan kedalaman antara 20-30 km dibawah permukaan tanah. Tembok yang terbuat dari lempengan-lempengan baja ini dirakit sedemikian rupa sehingga tidak meninggalkan celah sedikit pun. Panjang masing-masing lempengan baja tersebut 18 meter dengan lebar 50 meter dan ketebalan 5 cm yang ditanam dengan menggunakan alat pengebor khusus yang biasa digunakan untuk menggali sumur. Dari beberapa kali uji coba, terbukti lempeng-lempeng baja ini tidak dapat ditembus dengan alat pengebor logam atau dihancurkan dengan ledakan dinamit. Tidak bisa dipotong, dilebur, atau ditembus. Disamping juga dilengkapi dengan kamera pengintai berteknologi canggih yang dipasang disepanjang tembok. Kamera-kamera tersebut mampu mengambil gambar dimalam hari dan dalam kondisi suhu bagaimanapun.
Tembok baja Mesir terletak sekitar 70-100 meter dari tembok Khurosani yang membatasi wilayah Jalur Gaza dengan kawasan Mesir. Kawasan datar yang rata dengan tanah. Panjang wilayah perbatasan Mesir-Gaza mencapai 13 km. Dan tembok yang akan dibangun panjangnya mencapai 10-11 km. 3 km dari wilayah perbatasan itu merupakan daerah berpasir yang tidak mungkin digali terowongan dibawahnya sehingga tidak perlu dibangun tembok. Hingga saat ini tembok yang sudah selesai dibangun mencapai 4,5 km. Pembangunannya itu sendiri telah dimulai sejak setengah tahun yang lalu.* Tujuan Pembangunan Tembok
* Dampak Pembangunan Tembok

c.Semakin memperparah blokade yang diberlakukan (Israel) terhadap Jalur Gaza sejak tiga setengah tahun yang lalu.a.Penggalian parit yang dalam yang berdekatan dengan perbatasan dimulai dari Gerbang Perlintasan Rafah.
b.Instalasi sejumlah perangkat untuk mendeteksi terowongan.
c.Pembuatan dua gerbang elektronik di pintu gerbang masuk Rafah untuk memantau bahan peledak.
d.mendatangkan batalion yang terdiri dari pakar dan marinir AS untuk mengamankan dan memantau wilayah pesisir.
e.Pasukan Mesir, Perancis dan Amerika mensupervisi pemasangan instalasi sensor Khusus yang bertugas melaporkan tentang berbagai upaya untuk menembus dinding baja.
f.Perancis akan meluncurkan satelit (Helios 2 B), yang salah satu misinya memantau Jalur Gaza.

Dilihat dari spesifikasi baja, proses manufaktur, transportasi dan stabilisasinya yang digunakan, termasuk operasi pengeboran dan kompensasi pembebasan tanah dan pohon dalam pembuatan tembok Baja tersebut, diperkirakan total dana yang dibutuhkan bisa mencapai 100 – 150 juta pound Mesir atau sekitar 230 – 345 miliar rupiah.
[Pihak-Pihak yang Berhubungan Langsung]
* Sikap resmi pemerintah Mesir


- Dr. Yusuf Qordhowy, mufti Negara Qotar.
- Dr. Abdul Majid Az Zandany, salah seorang pendiri Ikhwan Muslimin di Yaman.
- Sejumlah ulama Al Azhar dalam penjelasan resmi mereka yang mengecam tindakan Mesir yang mendirikan tembok pemisah dan menyatakannya sebagai tindakan yang diharamkan.
- Organisasi Ulama Muslimin di Al Jazair.
- Mantan Sekjen gerakan salafy di Kuwait, Syekh Hamid Al Aly.
- Persatuan Ilmiah Ulama Muslimin.
- Dr. Yusuf bin Abdullan Al Ahmad, anggota dewan pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Suud di Riyadh.
- Ikatan Ulama Palestina.
- Hamid Al Bitawy anggota parlemen Palestina dan ketua Ikatan Ulama Palestina.
- Dr. Abdusshobur Syahin da’I Islam dan Profesor di Institute Darul Ulum Universitas Kairo.
- Syekh Muhammad Ratib An Nabulsiy.
- Syekh Muhammad Karim Rajih syekh para Qori negeri Syam.
- Cendekiawan muslim Fahmi Huwaidy.
- Persatuan organisasi-organisasi Islam di Eropa.
- Thoriq Basyary.
- Hasan Nashrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon, menyeru Mesir untuk menghentikan pembangunan tembok dan menuduhnya sebagai usaha mencekik Jalur Gaza.
- Komite Ulama Syariat Islam di Partai Front Kerja Islamy di Yordan, mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembangunan tembok baja diperbatasan Gaza dan Mesir.
- Anggota Konferensi Nasional Arab di Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras pembangunan tembok baja itu dan menyebutnya sebagai “tembok kehinaan.”
- Lembaga Ikatan Nasional untuk membantu masyarakat Palestina di Nawaksyuth.
- Para pimpinan gereja yang mewakili kelompok Kristen Mesir mendukung hak Mesir untuk membela dan melindungi wilayahnya.
- Organisasi Pengembangan dan Hak asasi manusia Mesir, mendukung hak penuh Mesir untuk melindungi perbatasannya dan mengkritik peran Mesir yang berlebihan dalam penyelesaian masalah Palestina.
- Pemerintahan Amerika Barack Obama menegaskan dukungannya terhadap Mesir yang membangun tembok baja, menurut Amerika, yang akan menghalangi operasi penyelundupan senjata ke Jalur Gaza yang dikhawatirkan oleh pemerintah Amerika akan digunakan orang-orang Palestina untuk menyerang orang-orang Israel.

Pada tanggal 3 January, 2010 ibukota Lebanon Beirut melakukan mogok kerja atas seruan dari Jamaah Islamiyah di Lebanon yang menentang pembangunan tembok baja di depan gedung kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Ibokota Yordan menentang pembangunan tembok pemisah Mesir, begitu juga telah terjadi demonstrasi besar-besaran memprotes tembok yang sama.

Sunday, April 11, 2010
Laporan Polis Berkaitan Dengan Isu APCO
KLANG, 11 April: Ahli Parlimen Kota Raja, Dr Siti Mariah Mahmud mengetuai rombongan Sekretariat Parlimen Kota Raja serta Dewan Pemuda PAS Kota Raja telah membuat laporan di Ibu Pejabat Polis daerah di sini, semalam berhubung APCO Worldwide Sdn Bhd. Beliau meminta pihak polis melakukan satu siasatan terperinci terhadap syarikat APCO Worldwide Sdn Bhd dan pembabitannya dengan kerajaan Malaysia. Ini berkaitan satu perjanjian di antara Kerajaan Malaysia dan APCO Worldwide Sdn Bhd yang beralamat di Level 21 - Suite 21.01, The Garden South Tower, Mid Valley City, Lingkaran Syed Putra, 59200 Kuala Lumpur bagi satu perjanjian perkhidmatan iaitu "to provide services public relation, daily management and government relation outreach for government in United States". Dokumen perjanjian tersebut telah dimeterai pada 24 Ogos 2009 di mana salinan letter of acceptance yang dikeluarkan oleh Jabatan Perdana Menteri bertarikh 15 Julai 2009 juga dilampirkan oleh Dr Mariah. Jumaat lepas, Ahli Parlimen Titiwangsa, Dr Lo' Lo' Mohd Ghazali juga membuat laporan berhubung perkara yang sama di Balai Polis Dang Wangi, Kuala Lumpur. |
Sumber : Harakahdaily
Friday, April 9, 2010
Sidang Akhbar Dan Penyerahan Memorandum Di Parlimen
Reported by: Sis Isma
Kenyataan Media MAPIM Di Parlimen
Yesterday at 9:19am
Dari TV Selangor
Thursday, April 8, 2010
Ship purchased for Gaza campaign

* Ship purchased for Gaza campaign
* Cargo ship to be purchased
* Flotilla to sail in May
* Have a stake in the campaign
Flotilla to be launched in May









Flotilla to be launched in May
Flotilla to be launched in May
Activists with different religions and languages gathered at the IHH head office to discuss the forthcoming humanitarian flotilla to Gaza. They will be sailing to Gaza in ships this May. IHH President spoke resolutely: “We can sleep in the ships for mon
The IHH-led campaign “Palestine Our Destination, Freedom Our Load” was launched with a meeting at the foundation’s headquarters. Bülent Yıldırım, chairman of the IHH Humanitarian Relief Foundation, a number of activists from Greece, Britain, the United States and Indonesia, Cihat Gökdemir, head of Mazlum-Der Istanbul Branch, TGTV Chairman Necati Ceylan, Erol ErdoÄŸan, Istanbul provincial head of Saadet Party, Bayram Karacan, Istanbul provincial head of BBP, two Palestinians being treated in Turkey and scores of people were present at the press conference.
These medicines and dialysis machines not available in Gaza
Showing medicines and dialysis machine in front of him, Yıldırım said “These medicines used by cancer patients and this dialysis machine used by people suffering from kidney failure are not available in Gaza. These are just two simple examples. Even basic humanitarian stuff is not allowed into Gaza under the embargo. This embargo is sanctioned neither by the international law nor human conscience. Unfortunately, it has been in effect for four years. We will sail in May to break the embargo.”
Yıldırım noted they had been campaigning in various countries to promote the flotilla initiative and they were receiving new participants each day.
Yıldırım: We can sleep in the ships for months if needed
Yıldırım stated the IHH had purchased a passenger ship with the capacity of 1,080 persons and a cargo ship that can carry 3,500 tons of cargo. “The last time we travelled to Palestine overland we said we could even sleep in the desert. And now we are saying we can sleep in the ships for months. If Israel keeps us at the sea, it will be the losing side. This will lead to more reporting about the embargo. Israel has become very isolated at the international level. If Israel has a humane side as it claims, it has to let us enter Gaza. Then the world will say ‘Israel also has a humane side.’ This flotilla will serve as a test of sincerity for Israel. If it fires at our ships, it will be interpreted as declaration of war on our countries. Israel and Egypt should permit this international movement,” he added.
We are doing what our states should be doing
Another participant Huwaida Arraf, spokeswoman of the Free Gaza Movement, is a Ramallah-born Palestinian Christian married to a Jew. Arraf recalled they had sailed for Palestine in ships three times in the past.
She expressed pride for being part of the initiative and said: “A humanitarian tragedy is unfolding in Gaza and governments of world countries are remaining silent to it. We are doing now what our governments should be doing. We know it well that the power of humanity fighting for human rights is much stronger than arms. We managed to deliver aid to Gaza before and we were given a hero’s welcome. The truth is the real heroes are the people of Gaza, who are resisting. We had promised them we would return in a bigger movement and we are going to keep our promise with this organization.”
Israel fired at our ships in earlier attempts, Arraf said and added “Israel fired and sank our ship. But we were not discouraged. We organized three flotillas of aid ships and achieved to reach Gaza at the third attempt. And we are now sailing with the IHH to make the embargo meaningless.”
‘We are ashamed of our governments’ silence’
Representing Greece’s Ship to Gaza organization at the press conference, Vangelios Pissias said they were ashamed of their governments’ silence on the issue. The Palestinian question is unifying and lessons should be learnt from the resistance of Gaza, he indicated. The Greek activist said irrelevant problems between regional countries should be made history and urged Mediterranean countries to unite against the Israeli aggression.
700 died from embargo
Mazen Kehil, representative of the European Campaign to End the Siege of Gaza, recalled 700 Palestinians had died because of the embargo and called for unity of world countries on the Gaza issue. The ships will not be carrying arms but only humanitarian supplies, Kehil noted and urged all countries to support the flotilla. Indonesian activist Nur Fitri said they were taking part in the organization to prove the Indonesian people are standing by the Palestinian people and added they were planning to found a hospital in Gaza.
Palestine Our Destination, Humanitarian Aid Our Load
The campaign with the slogan “Palestine Our Destination, Humanitarian Aid Our Load” includes seven ships in total, two from Turkey, two from Britain, one from Greece and one from Ireland. The goal of the campaign is to support the Palestinian people, to show that arbitrary Israeli blockade is not recognized, to prove that the embargo can be legally broken, to put pressure on Egypt to open Rafah border, and to deliver humanitarian supplies.
The ships will be carrying tons of medication, medical equipment, cement and iron. Houses, hospitals and schools that were damaged in the last Israeli offensive have not been repaired yet, because Israel and Egypt do not let construction materials into Gaza under the embargo.
The flotilla of passenger and cargo vessels is expected to set sail in May. The vessels will be carrying over 1,000 passengers to Palestine including human rights advocates, activists, representatives of civil society, journalists and artists.
IHH president stated that ship-owners were refusing to rent their vessels for security concerns and they, therefore, decided to purchase vessels for the organization. He said: “The IHH has so far purchased two vessels, one passenger boat and one cargo ship. They were financed by donations to the Palestine fund. Mavi Marmara passenger ship was purchased at TRY 1,800,000 and the cargo ship at TRY 850,000. Mavi Marmara has the capacity to carry 200 tons and 1,080 passengers. And the cargo ship has a capacity of 3,500 tons. The flotilla will also be joined by three vessels from Britain, one from Greece and one from Ireland. There will be seven vessels in total.”
Responding to the question “What will be done with the ships after the organization?” Yıldırım said “The ships will be used in future aid flotillas. And after the removal of the embargo they will be donated to the Palestinian people.”
Route of flotilla
Passenger ships will depart from Istanbul and sail for Gaza in international waters, calling at the ports of Antalya, Kyrenia and Famagusta. The ships laden with relief supplies, however, will call at Istanbul and Mersin ports. Some of relief supplies will be loaded to ships in Istanbul, while those collected in Anatolian cities will be loaded in Mersin. The journey will take between 10 to 15 days depending on weather condition and possible Israeli hurdles.
What supplies will be carried in ships?
Many relief supplies that are not allowed into Gaza because of embargo will be carried in ships, including construction materials such as cement, iron, etc., generators (over 100 KW), MR devices (preferably new or less than two years old), ultrasound machines, dentist chairs and equipment, CBC blood testing and devices (preferably new or less than three years old), and electric wheelchairs. The participants will return to Turkey in the same ships after delivering relief supplies to Gaza.
Surat Izzat Risq Ke Syeikh Hasan Yusuf

2010-03-29 13:22:25
Maka seseorang diuji sesuai kadar keimanannya….
Anda telah diuji seperti ujian para nabi dan rasul....
Anda telah sabar seperti sabarnya kaum mukmin yang tulus....
Kami adalah pemimpin Hamas....
Anak madrasah Islam yang agung....
Yang tak memberikan loyalitas selain hanya kepada Allah Yang Maha Esa....
Saudaraku, Syeikh Hasan Yusuf!
Saudaraku, Hasan Yusuf!
Selamat kepada Anda, wahai sang pejuang, guru dan komandan..
Selamat kepada Anda, wahai sang penyabar....
Selamat kepada Anda, wahai seorang mukmin yang percaya dan hatinya tenang...
Ucapan selamat dari Hamas dan bangsa Anda, untuk Anda...
Umat harus bangga dengan sikap Anda ini....
Saudara, Hasan Yusuf!
Jangan sedih, sesungguhnya Allah ta’ala bersama kita..
Jangan sedih, sesungguhnya Allah ta’ala bersama kita..
Jangan putus asa, karena dia (Mus’ab) bukan keluarga Anda..
Karena setiap yang bebas mulia itu adalah keluarga Anda..
Setiap kader Hamas adalah anak Anda ...
Semoga Allah ta’ala membahagiakan Anda dengan keluarga Anda dan anak-anak Anda yang lain..
Merekalah penggantinya dan di sisi Allah pahala yang besar..
Dan Allah menguasai urusanNya namun banyak orang yang tidak mengerti.
Izzat Risq
Anggota Biro Politik Hamas
Erdogan Kecam Rencana Agresi Israel ke Jalur Gaza
Erdogan Kecam Rencana Agresi Israel ke Jalur Gaza
Selasa, 06/04/2010 21:34 WIB
KNRP - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah megeluarkan pernyataan yang mengecam Israel atas agresi terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
"Kami tidak bisa menyaksikan pembunuhan anak-anak di Gaza dengan ketidakpedulian. Ini tidak manusiawi," katanya dihadapan sejumlah pejabat Turki yang tengah berkumpul untuk menandai peluncuran pertama stasiun TV Turki 24 jam berbahasa Arab, El Turkiye. Demikian sebagaimana dikutip oleh situs Israel, Ynet News, pada hari Senin (5/4).
"Arab dan Turki adalah saudara dan kami berbagi nilai yang sama," tambahnya.
Turki telah berulang kali mengkritik Tel Aviv sejak perang Desember 2008-Januari 2009 di Gaza, di mana pasukan Israel membantai lebih dari 1.400 orang Palestina melalui artileri, serangan udara, dan pengeboman lewat laut dari Jalur Gaza.
Ketegangan juga muncul pasca kunjungan duta besar Turki ke Tel Aviv yang dipermalukan oleh pejabat Israel. Hal ini terjadi setelah Israel menanggapi acara TV prime-time Turki yang menggambarkan agen Mossad sebagai pembunuh dan penculik anak-anak.
Departemen Luar Negeri Israel menanggapi komentar Erdogan dengan mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, "Israel tidak mencari konfrontasi dengan negara manapun, termasuk Turki. Namun, tampak seolah-olah perdana menteri Turki ingin menjadikan permasalahan dunia Muslim sebagai tanggung jawab Israel."
Pernyataan tegas dari Erdogan memang dipandang benar dan tepat oleh sebagian besar kalangan internasional. Apalagi dengan melihat upaya pembangunan pemukiman di Yerusalem dan penghancuran masjid Al-Aqsha yang belum selesai, Israel seolah bagai anjing yang kelaparan hendak menerkam dan menghabisi seluruh penduduk Palestina. (mirzah/prstv)
Mesir Percepat Pembangunan Dinding Baja
Rabu, 07/04/2010 08:01 WIB
KNRP - Pembangunan tembok baja yang sedang dibangun oleh Mesir di perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza, untuk memerangi banyaknya terowongan yang digunakan oleh orang-orang dari Gaza untuk menyelundupkan barang dan kebutuhan pokok mengalami akselerasi luar biasa sejak dimulai awal tahun ini.
Menurut saksi mata dari pihak Palestina di perbatasan kepada aljazeera, Selasa (6/4), mengungkapkan bahwa pemerintah Mesir telah menambahkan jumlah peralatan dan ekskavator yang digunakan untuk mengerjakan dinding itu di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza.
Pengerjaan dinding baja itu terkonsentrasi pada dua bagian yang terletak di timur dan barat perbatasan Mesir dengan Gaza yang membentang dari pantai Mediterania di barat ke persimpangan Kerem Shalom di sebelah timur sepanjang 14 km.
Dalam konteks ini, seorang pejabat keamanan Palestina menegaskan bahwa pihak Mesir akhirnya mencoba mempercepat pembangunan tahap pertama dinding ini. Ia juga menunjukkan bahwa pemerintah Mesir mengklaim telah menyelesaikan pembangunan itu sekitar 50 sampai 60 persen.
Lalu pejabat Palestina yang enggan disebutkan namanya itu memprediksi bahwa sebelum akhir tahun ini dinding itu akan selesai jika Mesir terus mengerjakannya dengan kecepatan seperti saat ini.
Pejabat itu menambahkan, piringan dinding baja yang dibenamnkan oleh pemerintah Mesir di kedalaman tanah sampai 18 sampai 20 meter itu adalah piringan yang sama yang sebelumnya pendudukan Israel menggunakannya dalam mengontrol perbatasan dengan sisi Mesir sebelum penarikan dari Jalur Gaza pada musim panas 2005.
Dia melanjutkan bahwa berwenang Mesir sejauh ini belum secara sengaja membenamkan piringan baja itu sepenuhnya di daerah di mana di sana terkonsentrasi banyak terowongan bawah tanah sampai selesainya tahap akhir dari pembangunan tembok itu.(milyas/aljzr)
KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010
INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...
Written by Free Gaza Team 28 April 2010
Posted in News
(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.
These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.
Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”
In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.FOR IMMEDIATE RELEASE
Wednesday, April 28, 2010
Contact: Greta Berlin, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+33 63 142 7577
, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com
Huwaida Arraf, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+970-598-336-215
, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+972-542-635-936
, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org
Caoimhe Butterly, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+353 876 114 553
, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk
A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.
Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”
The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/
Greta Berlinhttp://www.freegaza.org/
NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....
10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!
Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB
KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.
Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.
USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.
Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.
Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.
Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.
Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.
Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.
Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.
Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.
Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)
Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina
Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB
KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.
Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.
Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.
Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)
Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon
Senin, 23/11/2009 17:04 WIB
KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.
"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.
Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.
Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.
"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.
"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.
Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.
Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)





