Viva Gaza Malaysia :: KONVOI FREEDOM FLOTILLA 4 GAZA

Wednesday, April 14, 2010

Cara Intelejen Israel Menyusup ke Jalur Gaza

Rabu, 14/04/2010 07:59 WIB



Israel menggunakan metode baru untuk menggali informasi tentang situasi di Jalur Gaza. Rezim Zionis itu mengerahkan agen-agen intelejennya, dengan cara menyamar sebagai pegawai lembaga-lembaga riset, agar bisa menggali informasi dari warga Gaza. Agen-agen intelejen itu mengontak warga Gaza lewat telepon dan mengaku sedang melakukan riset. Tapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan hal-hal sensitif. Mereka misalnya menanyakan tentang roket-roket para pejuang Palestina di Gaza dan menanyakan tempat tinggal para pejuang itu.

Warga Gaza yang pernah dikontak, mencurigai orang yang menelponnya adalah agen-agen Shabak, agen intelejen dalam negeri Israel. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan antara lain, "Apakah ada banyak pejuang (Palestina) di dekat rumah Anda? Apakah Anda akan mengusir atau melindungi mereka?". Mengetahui hal ini, aparat keamanan di Gaza mengingatkan warga agar berhati-hati karena orang-orang yang mengontak mereka bertujuan untuk mendapatkan informasi penting terkait situasi keamanan di Gaza.

KISPA Dan MER-C Akan Berangkat Bersama Dengan Rombongan Dari Turki Ke Gaza

KISPA Berangkat ke Gaza Bersama Viva Palestina Ke-4

Selasa, 13/04/2010 20:40 WIB



KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), dengan izin Allah Ta'ala, akan mengirimkan tim relawan kemanusiaan untuk ikut serta bersama kafilah Viva Palestina ke-4 (Garis Kehidupan Menuju Gaza) yang akan berangkat dari Istanbul, Turki pertengahan bulan Mei 2010 mendatang.
Kafilah ini terdiri dari organisasi-organisasi kemasyarakatan dari berbagai negara di bawah IHH (Insani Yardim Vakfi), organisasi bantuan kemanusiaan terbesar di Turki. Misi kafilah ini untuk menembus blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan selama 4 tahun terakhir ini serta memakan korban ribuan jiwa, serta menyampaikan bantuan internasional secara langsung, terutama barang-barang yang selama ini dilarang masuk ke Gaza oleh Israel, seperti obat-obatan, peralatan rumah sakit dan bahan-bahan bangunan seperti semen dan besi-besi.

Minggu lalu, tim KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Sahabat Al-Aqsa, dan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dari Indonesia melakukan pertemuan khusus dengan Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim di markasnya di Istanbul, Turki. Pada kesempatan yang sama, tim dari ketiga organisasi Indonesia juga mengunjungi kapal Marvi Marmara yang dibeli oleh IHH untuk kepentingan kafilah ini. Dalam misinya kali ini, KISPA akan menyalurkan sumbangan masyarakat Indonesia untuk program tahfizh bagi anak-anak Palestina, bantuan paket alat-alat sekolah bagi ratusan anak yatim, pengadaan laptop bagi para guru, pembangunan sumur-sumur air minum, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas, bekerja sama dengan IHH dan yayasan-yayasan di Gaza.

Masyarakat Indonesia diserukan untuk ikut menyalurkan bantuan langsung ke Gaza ini lewat Rekening KISPA: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Slipi no. rek. 311.01856.22 a.n. Nurdin QQ KISPA, agar delegasi KISPA dengan izin Allah bisa menyerahkan bantuan itu langsung ke pemerintah Palestina di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah dan rakyat Gaza. Sejak berdirinya tahun 2002, KISPA telah menyalurkan langsung dana dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina dan perjuangan membebaskan Masjidil Aqsha, kepada berbagai pihak yang dapat dipercaya di Palestina, diantaranya Al-Quds International Foundation pimpinan Syekh. Dr. Yusuf Al Qaradhawi dan Rabitah Ulama Palestina.

Setelah Gaza diserang Israel, relawan kemanusiaan KISPA dapat masuk dan berada di Gaza selama lima hari untuk menyampaikan bantuan rakyat Indonesia secara langsung kepada korban yang menderita, serta anak-anak yang mengikuti program menghafal Al Qur’an selama dua bulan. (Ferry Nur, Ketua KISPA).

MER-C akan Berlayar ke Gaza

Selasa, 13/04/2010 14:31 WIB


Walaupun perang 22 hari atas Gaza terjadi lebih dari 1000 hari yang lalu, tidak berarti bahwa penderitaan warga Gaza sudah berakhir. Blokade yang terus berlanjut, serta berbagai dampak langsung dari perang masih sangat membutuhkan perhatian dari masyarakat internasional. Hal inilah yang mendorong MER-C Indonesia untuk bergabung bersama 41 negara lainnya bulan Mei ini, bersama berbagai NGO-di antaranya IHH, Free Gaza Movement, European Campaign to End the Siege of Gaza, Global Perdana Malaysia, dan komunitas akademisi Yunani- untuk berlayar menuju Gaza. Flotila ini akan membawa berbagai bantuan seperti bantuan obat-obatan, kursi roda elektrik, bahan bangunan, dan berbagai keperluan untuk sekolah.





Misi ini juga mengharapkan kehadiran para tokoh internasional untuk menjadi saksi mata atas dampak dari blokade dan perang terhadap tanah Gaza dan warganya. Khusus bagi MER-C sendiri, flotila ini merupakan kesempatan yang tidak bisa dilewatkan, sehubungan dengan kebutuhan untuk menindaklanjuti rencana MER-C dalam membangun rumah sakit Indonesia di sebidang tanah di Gaza utara yang telah diwakafkan oleh pemerintahan Palestina di Gaza.

Alhamdulillah MER-C telah bertemu dengan berbagai NGO yang tergabung dalam flotila ini di Istanbul, Turki awal April lalu. IHH menjadi tuan rumah, mengadakan konfrensi pers dan telah menyediakan satu kapal penumpang berkapasitas 500 orang, serta satu kapal kargo bermuatan 3000 ton. Total kapal yang akan berlayar sampai saat konfrensi pers adalah 7 kapal laut. Dengan ini MER-C mengundang kehadiran wartawan, tokoh nasional dan internasional Indonesia untuk bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari peristiwa bersejarah ini. MER-C akan mengupayakan pengadaan kursi (seat) bagi semua elemen yang siap untuk berlayar menembus blokade Israel menuju Gaza.

MER-C masih terus menerima donasi untuk misi ini, yang akan kami salurkan untuk bersama-sama melunasi pembayaran beberapa kapal yang akan berlayar.

Donasi dapat disalurkan melalui:
Bank Syariah Mandiri (BSM), Cabang Kramat
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 009.0121.773

Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang
A.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678

Semoga Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza.

Divisi Humas MER-C
Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440
Telp/Fax: 021-3159235 / 3159256
Call Center: 0811 99 0176
Website: www.mer-c.org

Monday, April 12, 2010

Tembok Besi Mesir Dalam Tahap Akhir Penyelesaian

Senin, 12/04/2010 13:30 WIB
 

Tembok besi yang dibangun oleh Mesir di bawah perbatasan dengan Jalur Gaza telah memasuki tahap akhir dan akan segera menutup seluruh terowongan yang digunakan untuk penyelundupan barang ke Jalur Gaza yang diblokade, kata sumber-sumber yang bekerja dalam proyek tembok besi tersebut. Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada PIC pada hari Ahad kemarin (11/4) bahwa tahap final pembangunan tembok besi merupakan yang paling berbahaya karena menargetkan area tersebut tekah secara penuh menutup terowongan antara Gaza dan Mesir.

Mereka mengatakan bahwa pemerintah Mesir telah meningkatkan jumlah peralatan dua kali lipat yang digunakan dalam menggali untuk membangun tembok baja, tercatat bahwa 70% dari dinding telah selesai. Sumber itu mengatakan bahwa target pemerintah Mesir adalah menutup lebih dari 1.000 terowongan yang digunakan dalam memasok bahan kebutuhan dasar bagi rakyat Gaza. Kelompok hak asasi manusia Palestina memperkirakan sekitar 142 orang telah meninggal di terowongan selama beberapa tahun terakhir.

Dari informasi KNRP.or.id : Blokade Gaza
Rabu, 07/04/2010 16:13 WIB

* Spesifikasi Tembok


Tembok Baja Mesir adalah tembok baja yang membentang sepanjang perbatasan Mesir-Gaza, panjangnya mencapai 13 km, dengan kedalaman antara 20-30 km dibawah permukaan tanah. Tembok yang terbuat dari lempengan-lempengan baja ini dirakit sedemikian rupa sehingga tidak meninggalkan celah sedikit pun. Panjang masing-masing lempengan baja tersebut 18 meter dengan lebar 50 meter dan ketebalan 5 cm yang ditanam dengan menggunakan alat pengebor khusus yang biasa digunakan untuk menggali sumur. Dari beberapa kali uji coba, terbukti lempeng-lempeng baja ini tidak dapat ditembus dengan alat pengebor logam atau dihancurkan dengan ledakan dinamit. Tidak bisa dipotong, dilebur, atau ditembus. Disamping juga dilengkapi dengan kamera pengintai berteknologi canggih yang dipasang disepanjang tembok. Kamera-kamera tersebut mampu mengambil gambar dimalam hari dan dalam kondisi suhu bagaimanapun.

* Lokasi Tembok


Tembok baja Mesir terletak sekitar 70-100 meter dari tembok Khurosani yang membatasi wilayah Jalur Gaza dengan kawasan Mesir. Kawasan datar yang rata dengan tanah. Panjang wilayah perbatasan Mesir-Gaza mencapai 13 km. Dan tembok yang akan dibangun panjangnya mencapai 10-11 km. 3 km dari wilayah perbatasan itu merupakan daerah berpasir yang tidak mungkin digali terowongan dibawahnya sehingga tidak perlu dibangun tembok. Hingga saat ini tembok yang sudah selesai dibangun mencapai 4,5 km. Pembangunannya itu sendiri telah dimulai sejak setengah tahun yang lalu.

* Pabrikasi Baja

Lempengan-lempengan baja yang menjadi material utama tembok ini terbuat dari bijih baja anti ledakan, yang diproduk disalah satu pabrik baja di Amerika Serikat. Kemudian dibawa ke Mesir melalui laut dan diangkut oleh kontainer-kontainer militer Mesir dari pelabuhan Port Said ke wilayah perbatasan Rafah secara sembunyi-sembunyi. Proses ini berjalan dari sejak enam bulan yang lalu. Baja yang digunakan tersebut diimpor dari Rusia dan diproduk disalah satu perusahaan logam terbesar dunia, Russian steel group Evraz. Perusahaan yang mengimpor bahan-bahan logam ke Amerika ini adalah milik seorang miliarder terkemuka yang juga pemilik dari klub sepakbola inggris terkenal Chelsea, Roman Abramovic.


* Tujuan Pembangunan Tembok


Pemerintah Mesir mengklaim maksud pembangunan tembok ini tiada lain untuk menghentikan apa yang dianggap oleh pemerintah Mesir sebagai pembobolan perbatasannya melalui terowongan yang dibuat oleh orang-orang Palestina dari Rafah yang menjadi wilayah Palestina sampai ke Rafah Mesir dengan tujuan penyelundupan yang membahayakan keamanan Mesir.


* Dampak Pembangunan Tembok



a.Terhalanginya penggalian terowongan-terowongan yang menjadi urat nadi kehidupan 1,5 juta warga Palestina di Gaza, setelah lebih dari tiga tahun diblokade oleh Israel.

b.Mencegah masuknya barang-barang kebutuhan ke Gaza. Pintu-pintu Perlintasan antara Gaza dengan kawasan yang dijajah Zionis (Selain Rafah yang berbatasan dengan mesir) hanya memperbolehkan masuknya barang kurang dari 40 jenis barang, dari total 4000 jenis barang yang diperbolehkan masuk sebelum diberlakukannya blokade Gaza. Semenjak itu, untuk memasok barang-barang kebutuhannya, penduduk Gaza sangat mengandalkan terowongan. Maka bisa kita dibayangkan seberapa besar kesengsaraan yang mereka rasakan jika Tembok Pemelaratan ini juga berhasil mencegah masuknya barang-barang yang mereka butuhkan.

c.Semakin memperparah blokade yang diberlakukan (Israel) terhadap Jalur Gaza sejak tiga setengah tahun yang lalu.

d.Mengurung Gaza dan mengokohkan upaya internasional untuk memenjarakan dan menelantarkan penduduk Gaza agar kemudian mereka menyerah pada keinginan Zionis.

e.Seorang perempuan mantan diplomat Amerika, Kolonel purnawirawan Anna Roytela mengatakan bahwa ide pembangunan tembok datang setelah pemerintah Zionis mendesak pihak Obama untuk menugaskan para insinyur senjata di militer Amerika agar mendesain pembuatan sebuah tembok vertikal bawah tanah yang ditanam di wilayah perbatasan Mesir-Gaza (Maret 2009). Dia juga mengatakan Amerika Serikat memberikan $ 32 juta untuk menciptakan sebuah sistem pemantau dengan perlengkapan dan peralatan lain guna mencegah pergerakan makanan, barang-barang dan senjata. Anna mengimbuhkan sebagaimana dinding logam kokoh yang dipasang para insinyur militer AS sebagai penyangga bendungan di kota Niwaolitr untuk melindunginya kota tersebut dari terjangan air laut, tidak bisa membendung terjangan Badai Katerina, maka dinding baja kokoh yang dirancang para insinyur yang sama yang akan mereka tanam dibawah tanah itu tidak akan sanggup menghadapi kokohnya semangat bertahan hidup penduduk Gaza.
f.Apa yang tidak bisa dicapai Israel dengan jalan perang boleh jadi memberikan hasil yang lebih efektif dengan memperkuat blokade di Gaza. Seperti yang diimpikan oleh Zionis.
g.Bahayanya Terhadap Lingkungan. Ir. Nizar Wahdawi (Pakar air berkebangsaan Palestina)mengingatkan bahwa pembangunan tembok akan mengancam kejernihan air tanah. Sebagaimana logam-logam dari tembok itu pula akan menyebabkan merembesnya air laut sehingga bercampur dengan air tawar (air tanah). Dan sangat memungkinkan pula, zat-zat dan senyawa-senyawa yang berasal dari pembangunan tembok ini akan mengotori dan mencemari air tanah. Dan akan menjadi bentuk blokade baru, blokade air, melengkapi blokade-blokade lain yang sudah diterapkan (blokade bahan makanan, bahan bakar dan barang-barang kebutuhan pokok).

Lebih dari itu, Tembok Baja Mesir merupakan bagian dari sistem keamanan yang meliputi:
a.Penggalian parit yang dalam yang berdekatan dengan perbatasan dimulai dari Gerbang Perlintasan Rafah.
b.Instalasi sejumlah perangkat untuk mendeteksi terowongan.
c.Pembuatan dua gerbang elektronik di pintu gerbang masuk Rafah untuk memantau bahan peledak.
d.mendatangkan batalion yang terdiri dari pakar dan marinir AS untuk mengamankan dan memantau wilayah pesisir.
e.Pasukan Mesir, Perancis dan Amerika mensupervisi pemasangan instalasi sensor Khusus yang bertugas melaporkan tentang berbagai upaya untuk menembus dinding baja.
f.Perancis akan meluncurkan satelit (Helios 2 B), yang salah satu misinya memantau Jalur Gaza.

* Tahapan Pelaksanaan


Fase pertama meliputi pemasangan detector yang mampu mendeteksi adanya terowongan bawah tanah. Sebuah peralatan Geology modern yang memiliki kemampuan deteksi yang luar biasa terhadap suara dan gerakan di di kedalaman perut bumi sekalipun. Pekerjaan ini sudah dimulai semenjak catur wulan kedua tahun 2009. Sedangkan fase kedua dari proyek ini yaitu pembangunan tembok baja sepanjang daerah perbatasan untuk menghalangi penggalian terowongan pada titik-titik tertentu yang sudah dipelajari sebelumnya secara intensif dan akurat dengan menggunakan sistem yang mampu mendeteksi terowongan. [memerlukan referensi].

Bagian yang dibagung di dalam tanah dari tembok baja Mesir antara Mesir dan Jalur Gaza mencapai kedalaman 20 – 30 meter. Pembangunan itu dimulai dengan penuh rahasia, para perwira Israel tahu persis dengan proyek ini [ perlu referensi] dengan meletakkan lempengan baja sepanjang perbatasan yang disepakati. Ada perkecualian sepanjang 3 kilo meter wilayah yang yang tidak terdapat galian terowongan disebabkan tanahnya yang berpasir lembut, yaitu daerah yang dibatasi oleh perbatasan international yang terletak di tepi pantai perbatasan hingga sebelah utara perbatasan international ke arah laut, yaitu daerah yang bermula dari bukit Sultan hingga ke laut.

* Pendanaan


Dilihat dari spesifikasi baja, proses manufaktur, transportasi dan stabilisasinya yang digunakan, termasuk operasi pengeboran dan kompensasi pembebasan tanah dan pohon dalam pembuatan tembok Baja tersebut, diperkirakan total dana yang dibutuhkan bisa mencapai 100 – 150 juta pound Mesir atau sekitar 230 – 345 miliar rupiah.

* Berbagai Reaksi

[Pihak-Pihak yang Berhubungan Langsung]


* Sikap resmi pemerintah Mesir

Pada awalnya pemerintah Mesir menafikan pembangunan tembok baja ini, namun kemudian mengoreksi sikapnya ini dan membenarkan pembangunan itu setelah sebuah harian Israel memberitakan kebenaran berita ini, hanya saja tidak memberikan penjelasan terperinci tentang tembok baja ini. Kementrian Luar Negeri Mesir memberikan alasan pembangunan tembok baja itu dalam rangka menjaga wilayah, kewibawaan dan keamanan nasionalnya dari berbagai penyelundupan yang menyebabkan – menurut sumber berita pemerintah Mesir – jatuhnya korban luka dan meninggal dari pasukan pengawal perbatasan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Husam Zaky juru bicara resmi kementrian luar negeri Mesir menyatakan, bahwa tujuan pertama dari pembangunan tembok baja ini adalah untuk menghalangi masuknya teroris ke wilayah Mesir, ditambah untuk membatasi perpecahan dalam tubuh orang-orang Palestina yang terjelma adanya dua pihak yang bertikai ( Hamas dan Pemerintan Otoritas Palestina).

Seorang pejabat Mesir menegaskan, bahwa pembangunan tembok baja ini bukan untuk ikut berperan serta melakukan blokade terhadap Gaza, dan menyetujui kondisi kesulitan hidup di Gaza, namun dalam waktu yang sama bersikeras untuk tidak mensukseskan usaha Israel meletakkan tanggung jawab Jalur Gaza kepada Mesir. Ahmad Abul Ghoith menyatakan, bahwa tidak bisa mencampur adukkan antara tembok di atas tanah dan di dalam tanah.



Muhammad Husni Mubarok, presiden Mesir dalam pidatonya pada hari kepolisian 24 Januari 2010, bahwa Mesir tidak akan main-main dalam menjaga perbatasan, kedaulatan dan keamanan perbatasan wilayah dan kemampuan bangsanya. Menurutnya tembok baja akan mampu memberikan perlindungan. Mubarok juga menegaskan peran Mesir dalam penyelesaian masalah Palestina, menurutnya Negara-negara Arab dan Negara-negara International yang selama ini tidak pernah berperan seperti yang dilakukan oleh Mesir dalam penyelesaian masalah Palestina menggunakan pembangunan tembok itu sebagai sarana untuk mengkritik Mesir. Husni Mubarok juga mengecam Hamas yang menambah beban peran Mesir, seraya menyindir bahwa Hamas tidak melakukan perlawanan sedikitpun, dan tidak menciptakan sama sekali perdamaian. Khususnya tentang yang diungkapkan oleh sebagian bahwa Mesir berusaha untuk mendekatkan diri kepada Israel dan Amerika dengan pembangunan tembok baja itu. Selanjutnya Mubarok mengatakan, bahwa Mesir menolak untuk bergabung dalam kesepakatan keamanan antara dua Negara yang sudah disebutkan pada masa pemerintahan George W. Bush, dan Mesir terus maju ke depan dalam pembangunan proyek-proyeknya pada perbatasan sebelah timur bukan untuk mendekatkan diri kepada pihak tertentu. Tetapi pembangunan itu semata-mata hanya untuk menjaga keamanan nasional Mesir.

* Sikap Pemerintahan Otoritas Palestina


Mahmud Abbas mengatakan di surat kabar harian Al Ahram Mesir, bahwa ia mendukung pembangunan tembok baja tersebut. Muhammad Dahlan (komandan satuan khusus ) mengecam Hamas yang menuduh Mesir melaksanakan keinginan pihak-pihak asing untuk memberikan cacat kepada Mesir dengan adanya blockade.
* Sikap Hamas


Hamas mengecam keras pembangunan tembok baja itu, dan menghimbau Mesir untuk segera menghentikan pembangunannya, dan Hamas juga menyeru untuk mengadakan demo dan protes atas pembangunan tembok baja itu. Menanggapi kematian tentara perbatasan Mesir sebagaimana yang diungkapkan oleh pemerintah Mesir bahwa yang melakukan penembakan itu adalah sniper Palestina , Hamas membantah hasil kesimpulan tersebut. Hamas mengatakan, hahwa tembakan itu berasal Mesir yang diarahkan kepada pemuda-pemuda Palestina namun mengenai tentara Mesir sehingga menyebabkan kematian tentara itu dan mengenai puluhan orang-orang Palestina, dua diantara mereka dalam kondisi kritis.
* Sikap Beberapa Partai Politik Mesir

Partai Al Wafd, Attajamu’, Al Ahror, dan Front Demokrasi mendukung pembangunan tembok pemisah di perbatasan, dan merupakan hak Mesir untuk menjaga perbatasannya dan menjaga keamanan dalam negerinya dengan berbagai cara yang cocok. Sumber berita lain mengatakan, bahwa Partai Attajamu’ sudah mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak pembangunan tembok. Sementara Ikhwanul Muslimin mengecam pembangunan tembok baja ini.
* Sikap Al Azhar
 

Majma’ Buhuts Al Islamiyah (Dewan Riset Islam Al Azhar) dengan penjelasan resmi (yang disampaikan Syaikul Azhar, Syekh Tanthowi, membolehkan pendirian tembok, tersebut. Meski fatwa ini mendapat penentangan dan respon dari banyak ulama baik dari dalam Mesir maupun negara-negara lainnya.



* Aktivis Mesir


Sejumlah aktivis Mesir meresmikan “ Kampanye melawan pembangunan tembok baja” sebagai penegasan atas penolakan total mereka atas didirikannya tembok pemisah antara Mesir dan Jalur Gaza yang dianggap sebagai pekerjaan yang mengganggu keamanan nasional Mesir dan membahayakan kepentingan Mesir dan Palestina.
* Media Israel

Pusat Research “Hertzuj” untuk studi ketimuran di Universitas Ben Goreon menganggap bahwa tembok baja merupakan salah satu dari bentuk pelayanan pemerintah Mesir kepada Israel, yang tembok tersebut bertujuan untuk menghalangi terowongan-terowongan yang dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan berbagai kebutuhan kemanusiaan bagi penduduk Jalur Gaza dan penutupan Gerbang Rafah bagi orang-orang Palestina. Akademisi Israel Yuram Mithal menyatakan, bahwa ini terjadi karena kerjasama antara Mesir-Israel yang memandang bahwa Gerakan Perlawanan Islam “ Hamas” yang menguasai Jalur Gaza merupakan organisasi “teroris” yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya dan dibasmi tuntas dengan kekuatan.
[Pihak-Pihak Lain]

* Berbagai fatwa dan penjelasan resmi yang menentang pembangunan tembok


Sejumlah Ulama Islam memberikan fatwa tentang haramnya pembangunan tembok baja: 
  1. Dr. Yusuf Qordhowy, mufti Negara Qotar. 
  2. Dr. Abdul Majid Az Zandany, salah seorang pendiri Ikhwan Muslimin di Yaman. 
  3. Sejumlah ulama Al Azhar dalam penjelasan resmi mereka yang mengecam tindakan Mesir yang mendirikan tembok pemisah dan menyatakannya sebagai tindakan yang diharamkan. 
  4. Organisasi Ulama Muslimin di Al Jazair. 
  5. Mantan Sekjen gerakan salafy di Kuwait, Syekh Hamid Al Aly. 
  6. Persatuan Ilmiah Ulama Muslimin. 
  7. Dr. Yusuf bin Abdullan Al Ahmad, anggota dewan pengajar di Universitas Imam Muhammad bin Suud di Riyadh. 
  8. Ikatan Ulama Palestina. 
  9. Hamid Al Bitawy anggota parlemen Palestina dan ketua Ikatan Ulama Palestina. 
  10. Dr. Abdusshobur Syahin da’I Islam dan Profesor di Institute Darul Ulum Universitas Kairo. 
  11. Syekh Muhammad Ratib An Nabulsiy. 
  12. Syekh Muhammad Karim Rajih syekh para Qori negeri Syam. 
  13. Cendekiawan muslim Fahmi Huwaidy. 
  14. Persatuan organisasi-organisasi Islam di Eropa. 
  15. Thoriq Basyary. 
  16. Hasan Nashrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon, menyeru Mesir untuk menghentikan pembangunan tembok dan menuduhnya sebagai usaha mencekik Jalur Gaza. 
  17. Komite Ulama Syariat Islam di Partai Front Kerja Islamy di Yordan, mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembangunan tembok baja diperbatasan Gaza dan Mesir. 
  18. Anggota Konferensi Nasional Arab di Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras pembangunan tembok baja itu dan menyebutnya sebagai “tembok kehinaan.” 
  19. Lembaga Ikatan Nasional untuk membantu masyarakat Palestina di Nawaksyuth.
* Berbagai Fatwa dan Keterangan Resmi yang mendukung pembangunan tembok baja.
  1. Para pimpinan gereja yang mewakili kelompok Kristen Mesir mendukung hak Mesir untuk membela dan melindungi wilayahnya.
  2. Organisasi Pengembangan dan Hak asasi manusia Mesir, mendukung hak penuh Mesir untuk melindungi perbatasannya dan mengkritik peran Mesir yang berlebihan dalam penyelesaian masalah Palestina.
  3. Pemerintahan Amerika Barack Obama menegaskan dukungannya terhadap Mesir yang membangun tembok baja, menurut Amerika, yang akan menghalangi operasi penyelundupan senjata ke Jalur Gaza yang dikhawatirkan oleh pemerintah Amerika akan digunakan orang-orang Palestina untuk menyerang orang-orang Israel.
* Sikap Parlemen Mesir


Sejumlah anggota Parlemen dari Ikhwanul Muslimin, individu-individu dan partai oposan Mesir lainnya mengajukan keterangan mendesak yang mengecam pembangunan tembok, dan menyampaikan kritikan keras, kecaman saat rapat Komite Keamanan Nasional yang membicarakan pembangunan tembok.
* Gerakan Peradilan


Sejumlah politikus , advokat dan anggota-anggota Parlemen Mesir mengajukan tuntutan terhadap Presiden Mesir kepada mahkamah konstitusi untuk menghentikan pembangunan tembok baja.

* Demonstrasi dan Protes Menentang Pembangunan Tembok Baja.
 
Pada tanggal 3 January, 2010 ibukota Lebanon Beirut melakukan mogok kerja atas seruan dari Jamaah Islamiyah di Lebanon yang menentang pembangunan tembok baja di depan gedung kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Ibokota Yordan menentang pembangunan tembok pemisah Mesir, begitu juga telah terjadi demonstrasi besar-besaran memprotes tembok yang sama.



Pada tanggal 11 Januari 2010 terjadi demonstrasi di kota Lahore, Pakistan yang menentang pembangunan tembok itu.Demonstrasi ini prakarsai oleh Jamaat Islami.

Pada 23 Januari, 2010 terjadi demonstrasi menentang pembangunan tembok baja di ibukota Jerman Berlin di depan kedutaan Mesir. Di hari yang sama terjadi demonstrasi di Beirut menentang pembangunan tembok di depan kedutaan Mesir. 


[Hedi dan M. Istamar dari Wikipedia dan berbagai sumber]

Sunday, April 11, 2010

Laporan Polis Berkaitan Dengan Isu APCO

Dr Mariah turut buat laporan polis isu APCO

KLANG, 11 April: Ahli Parlimen Kota Raja, Dr Siti Mariah Mahmud mengetuai rombongan Sekretariat Parlimen Kota Raja serta Dewan Pemuda PAS Kota Raja telah membuat laporan di Ibu Pejabat Polis daerah di sini, semalam berhubung APCO Worldwide Sdn Bhd. Beliau meminta pihak polis melakukan satu siasatan terperinci terhadap syarikat APCO Worldwide Sdn Bhd dan pembabitannya dengan kerajaan Malaysia.

Ini berkaitan satu perjanjian di antara Kerajaan Malaysia dan APCO Worldwide Sdn Bhd yang beralamat di Level 21 - Suite 21.01, The Garden South Tower, Mid Valley City, Lingkaran Syed Putra, 59200 Kuala Lumpur bagi satu perjanjian perkhidmatan iaitu "to provide services public relation, daily management and government relation outreach for government in United States".

Dokumen perjanjian tersebut telah dimeterai pada 24 Ogos 2009 di mana salinan letter of acceptance yang dikeluarkan oleh Jabatan Perdana Menteri bertarikh 15 Julai 2009 juga dilampirkan oleh Dr Mariah. Jumaat lepas, Ahli Parlimen Titiwangsa, Dr Lo' Lo' Mohd Ghazali juga membuat laporan berhubung perkara yang sama di Balai Polis Dang Wangi, Kuala Lumpur.

Sumber : Harakahdaily

Friday, April 9, 2010

Sidang Akhbar Dan Penyerahan Memorandum Di Parlimen

Pada 7 April 2010, bertempat di Ruang Legar, Lobi Parlimen Malaysia. Tuan Haji Mohd Azmi Abdul Hamid, s/u Agung MAPIM, Saudara Mustapa Mansor, Ketua Koordinator KNBGAZA bersama-sama beberapa wakil mahasiswa serta orang perseorangan telah bersama-sama menghadiri sidang akhbar serta penyerahan memorandum di Parlimen. Sidang akhbar juga turut dihadiri oleh YB Dato Hj Mahfuz Omar serta YB Saifuddin Nasution sebagai tanda sokongan terhadap misi kemanusiaan ini.

Penulis besama YB Dr.Lo'Lo' yang turut memberi sokongan kepada team Viva Gaza

YB Saifuddin Nasution turut hadir tanda sokongan

Sidang akhbar yang disertai oleh YB Dato' Hj Mahfuz Omar

Sidang akhbar yang berlangsung hampir 20 minit

Perbincangan bersama-sama Menteri di Jabatan Perdana Menteri

Penyerahan memorandum kepada YB Dato Seri Mohamed Nazri Abdul Aziz

Penyerahan memorandum turut diserahkan kepada Ketua Pembangkan, Dato Seri Anuar Ibrahim serta Speaker di Parlimen. Selain itu, surat jemputan turut diedarkan kepada hampir semua ahli parlimen agar sama-sama menyokong tindakan Mapim dalam menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza.

Reported by: Sis Isma

Kenyataan Media MAPIM Di Parlimen

MAPIM: Usah Tunduk Pada Israeil Jika Sokong 
Rakyat Palestin

Yesterday at 9:19am
Dari TV Selangor

Kerajaan tidak wajar tunduk kepada mana-mana kuasa Barat terutama negara berfahaman zionis jika menyokong perjuangan rakyat Palestin, tegas Setiausaha Agung Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Mohd Azmi Abdul Hamid.

Mapim hari ini hadir ke parlimen bagi menyerahkan surat kepada Speaker Dewan Rakyat, Ketua Pembangkang, dan Pengerusi Kelab Penyokong Kerajaan Barisan Nasional bagi mendapatkan sokongan terhadap memorandum Mapim yang akan dihantar kepada Setiausaha Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB).

“Kita merasakan bahawa kerajaan Malaysia, Parlimen dan juga rakyat untuk mengutuk dan mengecam tindakan Israel itu mesti digunai walaupun kita membuat satu pendirian pada tahun 2009.

Beliau berkata, Mapim mencadangkan Parlimen yang sedang bersidang ketika ini mengeluarkan satu resolusi khas mengutuk keganasan Yahudi Israel yang sehingga kini terus melakukan kekejaman ke atas rakyat Gaza.

“Yang kedua ialah kita ingin supaya Parlimen mengambil sedikit masa untuk membahaskan usul mengutuk dan mengecam Israel yang terus mengganas di Gaza dan dunia tidak berbuat apa-apa,” katanya.

Mapim turut mencadangkan Parlimen membentuk satu kaukus khas iaitu kaukus Malaysia untuk Palestin bagi membolehkan isu keganasan terhadap Gaza diberi fokus utama.

Beliau juga meminta dua orang ahli parlimen turut menyertai misi bantuan Gaza yang akan disertai aktivis pada 3 Mei ini dengan mengikuti rombongan kapal-kapal flotia ke sana.

“Kita minta dua orang dan yang lain itu siapa yang menyokong APCO jangan pergilah,” sindir beliau.

Thursday, April 8, 2010

Ship purchased for Gaza campaign












* Ship purchased for Gaza campaign

The first ship of a flotilla that will carry humanitarian aid to Gaza and break the embargo on the area was purchased. It will carry passengers, while search for a cargo ship is ongoing. Charitable people are urged to support the flotilla campaign. Purchased from İDO Istanbul Fast Ferries Company, owned by the Istanbul Metropolitan Municipality, Mavi Marmara ship has the capacity to carry 200 tonnes of load and 1,080 passengers. The Municipality put the ship on tender and the IHH Humanitarian Relief Foundation, as the only bidder, purchased it at 1,810,000 Turkish liras, the sale price.

Human rights advocates, activists, journalists and representatives of nongovernmental organizations will be taken to Gaza in this ship. It will also carry medication, medical equipment and other relief supplies needed in Gaza. The purchase was financed by donations of benevolent people. The IHH is planning to ship regular humanitarian aid to Gaza in the vessel and donate it to Palestinians after the removal of embargo.


* Cargo ship to be purchased

The foundation is also looking for a cargo vessel to ship more humanitarian supplies to Gaza. With the cargo ship tonnes of medication, medical equipment, and construction materials such as iron and cement will be taken to the region. Construction materials are of great significance to Gazan people, because the houses destroyed in the latest Israeli offensive still wait to be rebuilt. Gazan people are waiting for the day to rebuild their houses, but the entry of construction materials to Gaza is banned under the ongoing embargo.

* Flotilla to sail in May

The flotilla of seven ships, two from Turkey and five from Europe, is expected to sail for Gaza in mid-May. Some of the ships will carry passengers and some humanitarian supplies.


* Have a stake in the campaign

You can contribute to the IHH-led flotilla campaign by donating. Call 0212 631 21 21, visit www.ihh.org.tr or drop by the IHH head office to donate. Please indicate you are donating for Palestine campaign.

Flotilla to be launched in May




















Flotilla to be launched in May

Flotilla to be launched in May
Activists with different religions and languages gathered at the IHH head office to discuss the forthcoming humanitarian flotilla to Gaza. They will be sailing to Gaza in ships this May. IHH President spoke resolutely: “We can sleep in the ships for mon

The IHH-led campaign “Palestine Our Destination, Freedom Our Load” was launched with a meeting at the foundation’s headquarters. Bülent Yıldırım, chairman of the IHH Humanitarian Relief Foundation, a number of activists from Greece, Britain, the United States and Indonesia, Cihat Gökdemir, head of Mazlum-Der Istanbul Branch, TGTV Chairman Necati Ceylan, Erol ErdoÄŸan, Istanbul provincial head of Saadet Party, Bayram Karacan, Istanbul provincial head of BBP, two Palestinians being treated in Turkey and scores of people were present at the press conference.

These medicines and dialysis machines not available in Gaza

Showing medicines and dialysis machine in front of him, Yıldırım said “These medicines used by cancer patients and this dialysis machine used by people suffering from kidney failure are not available in Gaza. These are just two simple examples. Even basic humanitarian stuff is not allowed into Gaza under the embargo. This embargo is sanctioned neither by the international law nor human conscience. Unfortunately, it has been in effect for four years. We will sail in May to break the embargo.”

Yıldırım noted they had been campaigning in various countries to promote the flotilla initiative and they were receiving new participants each day.

Yıldırım: We can sleep in the ships for months if needed

Yıldırım stated the IHH had purchased a passenger ship with the capacity of 1,080 persons and a cargo ship that can carry 3,500 tons of cargo. “The last time we travelled to Palestine overland we said we could even sleep in the desert. And now we are saying we can sleep in the ships for months. If Israel keeps us at the sea, it will be the losing side. This will lead to more reporting about the embargo. Israel has become very isolated at the international level. If Israel has a humane side as it claims, it has to let us enter Gaza. Then the world will say ‘Israel also has a humane side.’ This flotilla will serve as a test of sincerity for Israel. If it fires at our ships, it will be interpreted as declaration of war on our countries. Israel and Egypt should permit this international movement,” he added.

We are doing what our states should be doing

Another participant Huwaida Arraf, spokeswoman of the Free Gaza Movement, is a Ramallah-born Palestinian Christian married to a Jew. Arraf recalled they had sailed for Palestine in ships three times in the past.

She expressed pride for being part of the initiative and said: “A humanitarian tragedy is unfolding in Gaza and governments of world countries are remaining silent to it. We are doing now what our governments should be doing. We know it well that the power of humanity fighting for human rights is much stronger than arms. We managed to deliver aid to Gaza before and we were given a hero’s welcome. The truth is the real heroes are the people of Gaza, who are resisting. We had promised them we would return in a bigger movement and we are going to keep our promise with this organization.”

Israel fired at our ships in earlier attempts, Arraf said and added “Israel fired and sank our ship. But we were not discouraged. We organized three flotillas of aid ships and achieved to reach Gaza at the third attempt. And we are now sailing with the IHH to make the embargo meaningless.”

‘We are ashamed of our governments’ silence’

Representing Greece’s Ship to Gaza organization at the press conference, Vangelios Pissias said they were ashamed of their governments’ silence on the issue. The Palestinian question is unifying and lessons should be learnt from the resistance of Gaza, he indicated. The Greek activist said irrelevant problems between regional countries should be made history and urged Mediterranean countries to unite against the Israeli aggression.

700 died from embargo

Mazen Kehil, representative of the European Campaign to End the Siege of Gaza, recalled 700 Palestinians had died because of the embargo and called for unity of world countries on the Gaza issue. The ships will not be carrying arms but only humanitarian supplies, Kehil noted and urged all countries to support the flotilla. Indonesian activist Nur Fitri said they were taking part in the organization to prove the Indonesian people are standing by the Palestinian people and added they were planning to found a hospital in Gaza.

Palestine Our Destination, Humanitarian Aid Our Load

The campaign with the slogan “Palestine Our Destination, Humanitarian Aid Our Load” includes seven ships in total, two from Turkey, two from Britain, one from Greece and one from Ireland. The goal of the campaign is to support the Palestinian people, to show that arbitrary Israeli blockade is not recognized, to prove that the embargo can be legally broken, to put pressure on Egypt to open Rafah border, and to deliver humanitarian supplies.

The ships will be carrying tons of medication, medical equipment, cement and iron. Houses, hospitals and schools that were damaged in the last Israeli offensive have not been repaired yet, because Israel and Egypt do not let construction materials into Gaza under the embargo.

The flotilla of passenger and cargo vessels is expected to set sail in May. The vessels will be carrying over 1,000 passengers to Palestine including human rights advocates, activists, representatives of civil society, journalists and artists.

IHH president stated that ship-owners were refusing to rent their vessels for security concerns and they, therefore, decided to purchase vessels for the organization. He said: “The IHH has so far purchased two vessels, one passenger boat and one cargo ship. They were financed by donations to the Palestine fund. Mavi Marmara passenger ship was purchased at TRY 1,800,000 and the cargo ship at TRY 850,000. Mavi Marmara has the capacity to carry 200 tons and 1,080 passengers. And the cargo ship has a capacity of 3,500 tons. The flotilla will also be joined by three vessels from Britain, one from Greece and one from Ireland. There will be seven vessels in total.”

Responding to the question “What will be done with the ships after the organization?” Yıldırım said “The ships will be used in future aid flotillas. And after the removal of the embargo they will be donated to the Palestinian people.”

Route of flotilla

Passenger ships will depart from Istanbul and sail for Gaza in international waters, calling at the ports of Antalya, Kyrenia and Famagusta. The ships laden with relief supplies, however, will call at Istanbul and Mersin ports. Some of relief supplies will be loaded to ships in Istanbul, while those collected in Anatolian cities will be loaded in Mersin. The journey will take between 10 to 15 days depending on weather condition and possible Israeli hurdles.

What supplies will be carried in ships?

Many relief supplies that are not allowed into Gaza because of embargo will be carried in ships, including construction materials such as cement, iron, etc., generators (over 100 KW), MR devices (preferably new or less than two years old), ultrasound machines, dentist chairs and equipment, CBC blood testing and devices (preferably new or less than three years old), and electric wheelchairs. The participants will return to Turkey in the same ships after delivering relief supplies to Gaza.

Surat Izzat Risq Ke Syeikh Hasan Yusuf


2010-03-29 13:22:25

Saudaraku, Syeikh Hasan Yusuf!

Musuh-musuh yang tengah mengintai Anda dan Hamas ingin berbuat jahat, tapi Allah ta’ala malah meningkatkan kedudukan dan kemuliaan Hamas dan Anda. Walaupun Anda di penjara, bukan membuat Anda sedih, tapi tetap berharap, bersabar dan beriman kepada Allah yang Maha Besar. Itu yang pertama, dan yang kedua, percaya akan keadilan isu Palestina.

Gerakan kita, Hamas, yang kita loyal kepadanya, telah mempersembahkan figur-figur langka di medan jihad, aksi syahid, berpegang pada prinsip dan hak-haknya. Para pemimpin itu telah mendahului prajuritnya dalam meniti jalan syahid, jalan kemerdekaan, kesabaran, keteguhan dan kemenangan. Anda sekarang ini bagaikan gunung yang kokoh, wahai komandan jihad, tegar menghadapi ujian dan cobaan. Sebuah sikap yang disanjung pengagum Anda dan dikhawatirkan oleh para pendengki.

Adalah hal yang biasa kami hadapi, seorang ayah ditinggal syahid oleh anaknya atau sabar menunggu sang anak saat dipenjara hingga bebas. Namun saat sang ayah mengumumkan berlepas diri dari anaknya yang tersesat dari jalan yang benar dan mengikuti jejak setan. Maka hal itu adalah luar biasa, karena kita sering membaca sejarah para nabi dan rasul pilihan (ulul azmi) demikian adanya, diuji dengan anak dan keluarganya.

Maka seseorang diuji sesuai kadar keimanannya….

Anda telah diuji seperti ujian para nabi dan rasul....

Anda telah sabar seperti sabarnya kaum mukmin yang tulus....

Sikap berlepas diri Anda dari putera Anda, Mus’ab, yang disesatkan oleh setan dari golongan jin dan manusia, mencengangkan orang-orang yang ingin menghina sekolah yang mencetak Anda dan mencetak para pejuang. Juga mengajarkan kepada dunia bagaimana harus bersikap saat menghadapi ujian dan komitmen pada prinsip.

Sikap berlepas diri Anda itu telah memberikan pesan jelas, tak keraguan didalamnya, kepada semua orang:

Kami adalah pemimpin Hamas....

Anak madrasah Islam yang agung....

Yang tak memberikan loyalitas selain hanya kepada Allah Yang Maha Esa....

Saya dan Anda, Syeikh Yusuf, adalah manusia biasa bukan malaikat dan kami tidak mengklaim sebagai figur. Sikap ini sesuai dengan dakwah para rasul yang telah bersusah payah melakukan dakwah. Contoh saja, Nabi Nuh alaihis salam, mengajak umatnya siang dan malam, sembunyi atau terang-terangan, namun tidak bisa menyelamatkan anak dan isterinya. Ini adalah sunnatullah yang abadi yang tertera dalam Al-Qur’an; ”Sesungguhnya engkau, hai Muhammad, tidak bisa memberikan petunjuk bagi siapa yang kamu cintai, tapi Allah memberikan petunjuk bagi siapa yang Ia kehendaki.” Contoh lain, Nabi Ibrahim alaihis salam, Allah ta’ala memberinya dalil tapi tidak berhasil meyakinkan ayahnya akan dakwah yang diembannya. Padahal Ibrahim sangat mau dan belas kasihan kepada ayahnya. Ini terekam dalam firman Allah ta’ala yang artinya;”Wahai ayah, telah datang kepadaku ilmu (wahyu) yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, tentu aku akan berikan petunjuk yang lurus. Wahai ayah, jangan menyembah setan karena setan telah ingkar kepada Tuhannya. Wahai ayah, saya takut jika nanti engkau diberikan siksa oleh Yang Maha Pemurah karena engkau telah menjadikan setan sebagai pemimpin.” Kemudian Ibrahim berlepas diri dari ayahnya setelah tahu bahwa ia menjadi musuh Allah.

Saudaraku, Syeikh Hasan Yusuf!

Kebesaran yang hakiki bukanlah klaim akan ismah (kesucian diri) menjadi mahluk terbaik. Namun kebesaran yang hakiki adalah engkau berani menghadapi dunia dan seisinya walaupun engkau dibalik jeruji penjara Zionis Israel. Ketundukan Anda tak engkau berikan selain kepada Sang Pencipta. Engkau kini menjadi duri bagi orang-orang jahat Zionis itu yang telah menyiksa Anda, baik dengan diusir dan diasingkan ke Marj Zuhur. Kemudian Anda diuji dengan anak Anda, Mus’ab. Tapi Anda umumkan bahwa Anda memilih Allah dan rasul-Nya seperti yang digambarkan dalam firman Allah ta’ala;”Kamu tidak akan menemukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, memberikan belas kasihannya kepada orang yang menghalang-halangi Allah dan rasul-Nya. Walaupun mereka itu adalah bapak, anak, saudara dan kerabat mereka sendiri.”

Saudaraku, Hasan Yusuf!

Selamat kepada Anda, wahai sang pejuang, guru dan komandan..

Selamat kepada Anda, wahai sang penyabar....

Selamat kepada Anda, wahai seorang mukmin yang percaya dan hatinya tenang...

Ucapan selamat dari Hamas dan bangsa Anda, untuk Anda...

Umat harus bangga dengan sikap Anda ini....

Saudara, Hasan Yusuf!

Jangan sedih, sesungguhnya Allah ta’ala bersama kita..

Jangan sedih, sesungguhnya Allah ta’ala bersama kita..

Jangan putus asa, karena dia (Mus’ab) bukan keluarga Anda..

Karena setiap yang bebas mulia itu adalah keluarga Anda..

Setiap kader Hamas adalah anak Anda ...

Semoga Allah ta’ala membahagiakan Anda dengan keluarga Anda dan anak-anak Anda yang lain..

Merekalah penggantinya dan di sisi Allah pahala yang besar..

Dan Allah menguasai urusanNya namun banyak orang yang tidak mengerti.


Izzat Risq

Anggota Biro Politik Hamas

Erdogan Kecam Rencana Agresi Israel ke Jalur Gaza

alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457434039056338658" />


Erdogan Kecam Rencana Agresi Israel ke Jalur Gaza

Selasa, 06/04/2010 21:34 WIB

KNRP - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah megeluarkan pernyataan yang mengecam Israel atas agresi terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

"Kami tidak bisa menyaksikan pembunuhan anak-anak di Gaza dengan ketidakpedulian. Ini tidak manusiawi," katanya dihadapan sejumlah pejabat Turki yang tengah berkumpul untuk menandai peluncuran pertama stasiun TV Turki 24 jam berbahasa Arab, El Turkiye. Demikian sebagaimana dikutip oleh situs Israel, Ynet News, pada hari Senin (5/4).

"Arab dan Turki adalah saudara dan kami berbagi nilai yang sama," tambahnya.

Turki telah berulang kali mengkritik Tel Aviv sejak perang Desember 2008-Januari 2009 di Gaza, di mana pasukan Israel membantai lebih dari 1.400 orang Palestina melalui artileri, serangan udara, dan pengeboman lewat laut dari Jalur Gaza.

Ketegangan juga muncul pasca kunjungan duta besar Turki ke Tel Aviv yang dipermalukan oleh pejabat Israel. Hal ini terjadi setelah Israel menanggapi acara TV prime-time Turki yang menggambarkan agen Mossad sebagai pembunuh dan penculik anak-anak.

Departemen Luar Negeri Israel menanggapi komentar Erdogan dengan mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, "Israel tidak mencari konfrontasi dengan negara manapun, termasuk Turki. Namun, tampak seolah-olah perdana menteri Turki ingin menjadikan permasalahan dunia Muslim sebagai tanggung jawab Israel."

Pernyataan tegas dari Erdogan memang dipandang benar dan tepat oleh sebagian besar kalangan internasional. Apalagi dengan melihat upaya pembangunan pemukiman di Yerusalem dan penghancuran masjid Al-Aqsha yang belum selesai, Israel seolah bagai anjing yang kelaparan hendak menerkam dan menghabisi seluruh penduduk Palestina. (mirzah/prstv)








Mesir Percepat Pembangunan Dinding Baja

Rabu, 07/04/2010 08:01 WIB

KNRP - Pembangunan tembok baja yang sedang dibangun oleh Mesir di perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza, untuk memerangi banyaknya terowongan yang digunakan oleh orang-orang dari Gaza untuk menyelundupkan barang dan kebutuhan pokok mengalami akselerasi luar biasa sejak dimulai awal tahun ini.

Menurut saksi mata dari pihak Palestina di perbatasan kepada aljazeera, Selasa (6/4), mengungkapkan bahwa pemerintah Mesir telah menambahkan jumlah peralatan dan ekskavator yang digunakan untuk mengerjakan dinding itu di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza.

Pengerjaan dinding baja itu terkonsentrasi pada dua bagian yang terletak di timur dan barat perbatasan Mesir dengan Gaza yang membentang dari pantai Mediterania di barat ke persimpangan Kerem Shalom di sebelah timur sepanjang 14 km.

Dalam konteks ini, seorang pejabat keamanan Palestina menegaskan bahwa pihak Mesir akhirnya mencoba mempercepat pembangunan tahap pertama dinding ini. Ia juga menunjukkan bahwa pemerintah Mesir mengklaim telah menyelesaikan pembangunan itu sekitar 50 sampai 60 persen.

Lalu pejabat Palestina yang enggan disebutkan namanya itu memprediksi bahwa sebelum akhir tahun ini dinding itu akan selesai jika Mesir terus mengerjakannya dengan kecepatan seperti saat ini.

Pejabat itu menambahkan, piringan dinding baja yang dibenamnkan oleh pemerintah Mesir di kedalaman tanah sampai 18 sampai 20 meter itu adalah piringan yang sama yang sebelumnya pendudukan Israel menggunakannya dalam mengontrol perbatasan dengan sisi Mesir sebelum penarikan dari Jalur Gaza pada musim panas 2005.

Dia melanjutkan bahwa berwenang Mesir sejauh ini belum secara sengaja membenamkan piringan baja itu sepenuhnya di daerah di mana di sana terkonsentrasi banyak terowongan bawah tanah sampai selesainya tahap akhir dari pembangunan tembok itu.(milyas/aljzr)

KENYATAAN MEDIA MAPIM DI PARLIMEN 7 APR 2010

INFO PENTING DARI KOALISI KONVOI VIVA ANTARABANGSA...

The Freedom Flotilla Sails to Gaza in May

Print PDF

(London, UK) On May 24, 2010, the Freedom Flotilla sets sail for Gaza determined to, once again, challenge Israel’s blockade of 1.5 million Palestinians trapped in an open-air prison. Under the coordination of the Free Gaza Movement, numerous human rights organizations, including the Turkish Relief Foundation (IHH), the Perdana Global Peace Organization from Malaysia, the European Campaign to End the Siege of Gaza, and the Swedish and Greek Boat to Gaza initiatives will send three cargo ships loaded with reconstruction, medical and educational supplies. At least five passenger boats with over 600 people on board will accompany the cargo ships.

These passengers include members of Parliament from around the world, U.N., human rights and trade union activists, as well as journalists who will document the largest coordinated effort to directly confront Israel’s illegal blockade of Gaza and take in basic supplies.

Said Mary Hughes Thompson, one of Free Gaza’s co-founders, “Although we were happy with the first trips, it was bitter-sweet, knowing that our small boats and symbolic amounts of relief paled in comparison to what was really needed in Gaza. Now, we finally feel we are helping to organize a powerful action, one with the potential to translate into a sustained campaign of much more effective challenges to Israel's brutal siege.”

In the past three months, Israel has limited fuel to run the power station. Much of Gaza is often in darkness. There are just enough trucks coming in to barely prevent total starvation, and Egypt, complicit with the Israeli-US policy of blockading Palestinians, is building an underground steel wall to prevent people in Gaza from bringing in vitally needed supplies through tunnels.

FOR IMMEDIATE RELEASE

Wednesday, April 28, 2010





Contact: Greta Berlin, +33 63 142 7577, http://mc/compose?to=Iristulip@gmail.com

Huwaida Arraf, +970-598-336-215, +972-542-635-936, http://mc/compose?to=huwaida@freegaza.org

Caoimhe Butterly, +353 876 114 553, http://mc/compose?to=sahara78@hotmail.co.uk

http://www.youtube.com/gazafriends#p/a/u/0/yz-LYXV6_t0



A cargo ship sponsored by the people of Malaysia and loaded with cargo donated from citizens of Ireland, Scotland, and Britain as well as thousands around the world, will depart from Ireland the second week of May. When it reaches the Mediterranean, she will be joined by the other boats and begin the journey to Gaza.

Dr. Mona El-Farra, Deputy Director of the Union of Health Work Committees in Gaza was pleased to hear we are coming back. “When the two boats from Free Gaza entered the harbor in 2008, it was like a dream, it was historic. And all great things start with some dreamers who made it true. For us in Gaza, the dream of freedom will not be lost, and we welcome this next voyage with open hearts.”

The Free Gaza Movement along with the partners listed above, are the organizers of this flotilla. However, dozens of organizations and tens of thousands of people around the world are taking part to make this voyage a success. http://www.freegaza.org/

Greta Berlin



http://www.freegaza.org/








NASIB PELARIAN PALESTIN DAN BOIKOT PRODUK ISRAEL....

10 Produk yang Memiliki Link dengan Israel, Diboikot!

Jumat, 18/12/2009 23:48 WIB

KNRP - Aktivis anti-apartheid telah menamai sejumlah merek komersial sebagai sponsor Israel, dan mendesak negara-negara dunia untuk berpikir dua kali sebelum membeli produk-produk tersebut menjelang Natal.

Kampanye AS untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (USACBI) merilis daftar 10 perusahaan multi-nasional yang terikat dengan Israel, serta mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan salah satunya dari pembangunan dinding apartheid Tepi Barat.

USACBI menuduh kelompok-kelompok komersial ini memiliki peran langsung dalam penderitaan rakyat Palestina, dengan memanfaatkan kekuatan pekerja Palestina dan mendukung militer Israel untuk membangun proyek-proyek pemukiman ilegal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Lebih lanjt mereka mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan melanggar undang-undang ketenagakerjaan internasional. Dengan adanya catatan ini, maka upaya untuk memboikot produk-produk mereka menjadi sangat penting.

Perusahaan yang terdaftar untuk diboikot itu antara lain AHAVA cosmeceutical, industri tekstil Galil, Produk Bawang Putih dan Herbal Dorot, yang semuanya memiliki basis di Israel.

Perusahaan telekomunikasi Motorola, Intel Corporation - terbesar di dunia semi konduktor pembuat chip -, perusahaan Estee Lauder kosmetik dan perawatan kulit, perusahaan Sabra, yang menghasilkan produk makanan bergaya Mediterania, dan perususahaan barang-barang konsumen global Sara Lee juga termasuk perusahaan yang terdapat dalam daftar.

Sementara itu perusahaan kosmetik raksasa yang berbasis di Paris L'Oreal dan pengecer pakaian wanita asal Amerika Victoria's Secret, juga berada di antara perusahaan-perusahaan yang akan diboikot oleh USACBI.

Para penggerak Pro-Palestina ini semakin memiliki banyak pendukung di seluruh Eropa setelah Tel Aviv melakukan serangan ofensif di Jalur Gaza bulan Desember 2008-Januari 2009. Dan kali ini tampaknya sasaran para penggerak Pro-palestina ini mengarah pada rezim sektor perdagangan Israel.

Sementara itu di lain pihak, pada hari Kamis kemarin (17/12) para anggota parlemen Israel mengancam akan memboikot produk-produk Inggris sebagai tanggapan atas dikeluarkannya sebuah kebijakan oleh Departemen Inggris untuk urusan Lingkungan Hidup, Food and Rural Affairs, yang mengharuskan para penjual menyatakan apakah produk Tepi Barat yang tercantum dalam label-label produk dagang, benar-benar di buat oleh warga Palestina atau hanya manipulasi dan dibuat oleh Israel.

Empat puluh anggota parlemen dari Israel serta 120 anggota parlemen Knesset, menandatangani petisi tersebut untuk dikirim ke parlemen Inggris, demikian menurup penuturan seorang pembantu anggota dewan bernama Ronit Tirosh, yang akan memimpin pergerakan ini.

Kini masyarakat internasional semakin banyak yang menganggap bhawa permukiman Israel di Tepi Barat tidak sah dan serta menjadi rintangan utama dalam upaya perdamaian. Untuk itulah semakin banyaak lahir gerakan-gerakan pro-Palestina dan anti-apartheid Israel. (mirzah/presstv)





Australia Terima Puluhan Pengungsi Palestina

Sabtu, 05/12/2009 22:47 WIB

KNRP – Pada Rabu (2/12) sore lalu tercatat 42 pengungsi Palestina yang tinggal di kamp padang pasir, Al-Haul di Kota Hasakah, 700 km timur laut Damaskus, telah bertolak meninggalkan tempat padang pasir itu sejak selama lebih dari tiga tahun mereka hidup di tengah kondisi yang memburuk.

Para pengungsi itu telah meninggalkan kamp padang pasir Al-Haul melalui Bandar Udara Internasional Damaskus, menyusul pengumuman yang diberikan Australia ihwal persetujuan untuk menjadikan Australia sebagai rumah mereka.

Asosiasi Palestina di Irak yang dipimpin oleh Thamer Misheen telah memberikan para pengungsi Palestina itu sebuah tas 'Dia Palestina yang Pulang' dan berfoto bersama sebagai keang-kenangan. Asosiasi juga mendesak mereka untuk berpegang kepada identitas Islam dan nasionalisme serta komitmen terhadap masalah Palestina.

Jumlah pengungsi di kamp Al-Haul sendiri melampaui 600 orang, yang sebelumnya berjumlah 331 yang kemudian datang ratusan pengungsi dari dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah. Namun ratusan pengungsi itu menyampaikan keluhannya atas kondisi mereka. Karena itu, mereka mendesak Komisaris Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menerbitkan KTP kepada mereka dan membangun rumah untuk berteduh serta menghimbau kepada semua badan dan organisasi-organisasi kemanusiaan dan media untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Menarik diungkap, sejumlah pengungsi kamp Al-Haul telah didistribusikan ke Swedia, Kanada, Perancis dan Denmark. Sementara itu, seperti disebutkan paltimes, kamp Al-Haul merupakan kamp pengungsi padang pasir paling awal di Irak, dimana kamp itu didirikan pada Mei 2006 setelah Suriah menyetujui untuk menerima para pengungsi itu di wilayah Trebil di perbatasan Yordania di Irak.(milyas/pt)



Putus Sekolah, 50% Anak Palestina di Kamp Pengungsi Lebanon

Senin, 23/11/2009 17:04 WIB

KNRP - Angka putus sekolah di kalangan anak-anak pengungsi Palestina di Libanon sudah sampai ke tingkat mencemaskan, yaitu hampir 50 persen dari siswa yang berusia 17 tahun dan 40 persen dari yang berusia 16. Demikian seperti diingatkan oleh para pejabat PBB pada Jumat pekan lalu.

"Kami sedang membunyikan alarm bahwa tingkat putus sekolah itu terlalu tinggi di kalangan anak-anak usia sekolah dari perantara untuk tingkat sekolah tinggi," kata Ray Virgilio Torres, Kepala Dana untuk Anak-anak di PBB (UNICEF) di Beirut, dalam kaitan laporannya dalam masalah tersebut, seperti dilansir situs palestinechronicle.

Laporan itu sendiri dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-20 terkait konvensi internasional mengenai hak-hak anak. Di dalam laporan itu Torres mengatakan bahwa secara keseluruhan, hampir 15 persen anak-anak yang berusia antara 7 dan 17 tahun bertempat tinggal di Libanon yang berasal 12 kamp-kamp pengungsi dan dalam pertemuan warga Palestina di sana diketahui banyak dari mereka yang putus sekolah.

Menurut UNICEF, sepertiga dari anak-anak itu buta huruf. "Angka ini sangat mengkhawatirkan jika Anda mempertimbangkan bahwa separuh dari usia 17 tahun anak-anak itu putus sekolah dibandingkan dengan 40 persen ketika mereka sampai pada usia 16 tahun," imbuh Torres.

"Ini adalah usia yang sensitif dan jika Anda menambahkan bahwa risiko lain akan terkena mereka di kamp-kamp, inilah alasan untuk khawatir," tegas dia sembari menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah itu karena kemiskinan, kurangnya pendidikan sesuai program dan kurangnya perspektif untuk masa depan.

"Para pemuda mengatakan, mengapa harus sekolah ketika saya tidak bisa bekerja setelah itu'," kata Torres menirukan salah sebab alasan putus sekolah mereka itu. Untuk diketahui, Hukum Libanon mencegah pengungsi Palestina untuk melakoni sebuah profesi atau memiliki properti.

Torres juga mengungkapkan faktor lain yang mengkhawatirkan yaitu pekerja anak anak-anak di kalangan pengungsi Palestina yang mencapai 6,1 persen, sebagian besar dari mereka adalah anak laki-laki. "Ini terlalu tinggi bila Anda membandingkannya dengan angka di negara-negara maju di mana tenaga kerja anak praktis menghilang," kata Torres.

Terdapat sekitar 250.000 sampai 270.000 pengungsi Palestina hidup di Libanon. Sebagian besar berasal dari keluarga yang tiba pada tahun 1948 setelah pembentukan negara Israel secara paksa.(milyas/ palestinechronicle)


Pemandangan sepanjang KONVOI..VP 3..

"PALESTINA TERCINTA..SHOUTUL HARAKAH"

Semangat Ummi buat anak-anak dan pejuang Palestin...

VP KONVOI BERJAYA MELEPASI PINTU RAFAH..

VP KONVOI.."KAMI ADALAH WARGA BRITAIN YG TERBAIK...

[News] George Galloway - Save Gaza!

KONVOI pergi dengan satu niat.."bantu apa yang terdaya"

VP KONVOI "KAMI ADALAH KAWAN BAIK PALESTIN..."

KONVOI MEMBAWA APA YANG TERMAMPU UNTUK SDRNYA DI GAZA...

[Song] Michael Heart - We Will Not Go Down

VP KONVOI DISERANG OLEH POLIS MESIR...

VP KONVOI MULA BERGERAK.....

VP KONVOI..MENDAPAT SOKONGAN DARI SEMUA...BUKAN HANYA ISLAM..

VP KONVOI..MANUSIA YANG PUNYA HATI..

Bersama 30 jam di GAZA..

[Song] Muadz - Baitul Maqdis